Pembangunan Selesai

38 10 2
                                        

"Ri-Rita!!, Ternyata kamu bisa memakai gaun ya???" Teriak Reliave.

".... Aku ganti jadi baju aja lah"

"Jangan!!! Aku hanya bercanda"

Aku memakai gaun berwarna merah, rambutku ku kuncir ke belakang, sedangkan Reliave memakai gaun putih dan rambutnya sengaja terurai.

"Huaaah kalian cantik bangat!!"

Chola masuk dan ditangannya ada kamera modern, rambutnya pendek sebahu dan dia memakai baju pemburunya.

"Chola, foto aku dengan Rita"

"Baik!"

Reliave mendekat ke arahku dan mendengkap bahuku.

"Selesai"

"Hasilnya dimana?"

"Ini harus aku print fotonya"

"Huuh?"

"Besok aku akan membawakan hasilnya"

Chola bisa memakai alat alat studio yang tidak sengaja ku beli, yah meskipun tidak semahir diriku.

Kami bertiga keluar dari ruangan dan berjalan ke lantai bawah, terlihat Zein dan Calis yang sedang bermain catur, Cyaelia yang menjadi jurinya sedangkan Sakuya sedang berbicara dengan Alice.

Zein memakai Tuxedo berwarna hitam dan bunga mawar merah di dadanya, Calis memakai jubah petualangannya, dan Sakuya memakai seragam sekolah sihir, Cyaelia memakai Baju biasa dan Alice memakai baju gurunya.

"Calis, poin menurun karena gerakan buruk"

"Cih!"

"Skak"

Masih ada 5 jam sebelum pesta pernikahan, jadi tempat ini masih sangat sepi.

Libera dan Avria turun, mereka memakai baju demon mereka.

"Rasanya aneh melihat tempat yang luas tetapi sepi" ucap Libera.

"Iya kah?" Tanya Reliave.

"Wow!?, Rita memakai gaun!!" Teriak Carraser yang baru berjalan masuk ke  gedung perjamuan.

"Glander dan Seichi tidak datang?"

"Mereka sibuk..."

Carraser tetap memakai gaun yang sama saat pergi ke rapat.

Kami kemudian menonton Calis dan Zein bermain Catur hingga pesta pernikahan hampir di mulai.

~~~~~~~~~~~

Klavis berdiri di ujung ruangan, dia mengenakan tuxedo berwarna putih.

"Pengantin wanita telah datang!!!"

Chizuru masuk ke dalam gedung, parasnya begitu menawan, tetapi gaunnya terlalu panjang... Itu membuatku agak kesal saat melihat itu terseret di lantai.

Aku kemudian menyadari sesuatu terjadi di gerbang utara karena heat sensorku.

'cih, sial bangat'

Aku berdiri dari kursi dan menembus dinding, aku kemudian mengganti gaun menjadi baju dan berlari ke gerbang utara, aku melihat ada beberapa orang yang saling menodongkan lingkaran sihir.

"Pengacau sihir" ucapku.

Sihir mereka langsung terurai lalu mereka terkejut.

"Ada apa ini?"

"Ah nyonya Rita, mereka bertiga sok sok an menentang kerajaan ini" ucap prajurit.

"Hmm... Apa rank kalian?"

i can do anything i want in another worldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang