ekspansi

53 14 5
                                        

"Maaf, kamu tidak punya guild" ucap Reliave.

"Tidak punya?"

Gadis berambut hijau itu kemudian mengeluarkan kartu petualangnya.

"Ah, maafkan aku" ucap gadis itu.

"Tidak apa apa, rencananya sih kami mau membuat guild" ucap Reliave.

Zein, Klavis dan Rita langsung melihat ke arah Reliave.

"Kalian kenapa?" Tanya Reliave.

"Membuat guild..." Gumam gadis berambut hijau itu.

"Oh...." Reliave berjalan perlahan ke belakang.

Mereka berlima sudah memutuskan hanya akan berlima saja, tidak menerima anggota lagi agar bisa melakukan misi tim tanpa harus membagi menjadi 2 tim karena maksimal tim hanya 5 orang.

"Kami ada urusan, pergi dulu ya" ucap Rita sambil berjalan ke dalam rumah kosong.

""Hei!"" Teriak Zein dan Reliave dan tidak sempat bereaksi karena Rita masuk dengan super cepat.

Dalam beberapa menit Rita keluar sambil membawa sebuah surat.

"Gua bunuh juga kau!!" Teriak Reliave sambil berlari ke arah Rita.

Saat Reliave sudah dekat dengan Rita, Rita langsung memegang tangan Reliave dan membawanya masuk ke dalam Rumah.

"Oh tidak" ucap Libera.

"Kenapa?" Tanya Klavis.

"Dia..., Rita..."

Reliave keluar dari rumah itu lalu membawa masuk koper nya Zein.

"Mulai hari ini kita tinggal disini" ucap Reliave.

Zein lalu menarik tangannya Reliave.

"Kamu ini tadi marah ke Rita, kenapa kamu tiba tiba setuju sama dia!?" Ucap Zein sambil menatap muka Reliave.

".... Bukan begitu, apa kalian tidak bosan tinggal di kamar penginapan yang kecil" ucap Reliave sambil melihat ke arah lain.

"Oh"

Zein lalu melepas genggamannya.

Wanita berambut hijau itu hanya diam di tempat sambil memikirkan sesuatu.

Zein kemudian masuk ke dalam rumah kayu itu juga, tidak luas tapi seukuran rumah kakaknya.

Klavis dan Libera juga masuk dan tinggal gadis berambut hijau itu di luar rumah, tapi Klavis langsung keluar.

"Perabotannya sudah ada, kamarnya ada 2 dan luas ada dapur, kamar mandi dan wc, lumayan juga dengan harga 12 juta" ucap Rita yang berbaring di sofa.

"Jangan buka toko ya, tepati janjimu" ucap Reliave.

"Iya iya" ucap Rita.

'tapi pasti suatu hari nanti aku akan buka toko!' pikir Rita.

'haaah.... Lu suka amat jualan benda, emang mau jualan apa kao?, Minyak lipan lagi?' ucap Cyaelia.

'banyak'

'apaan njir'

Zein yang selesai melihat lihat duduk di sofa depan Rita.

"Aku mau tanya, dirumah ini tidak ada orang tetapi kamu kok bisa membeli rumah ini?"

"Pas aku masuk ada bayangan seorang pria gemuk, mungkin penjual rumah ini lalu sebuah kertas muncul aku menandatangani kertas itu setelah selesai ku baca dan aku mengeluarkan 24 lembar uang kertas dan uang itu hilang bersamaan bayangan orang gemuk itu dan muncul surat rumah ini di meja"

i can do anything i want in another worldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang