[bonus chapter]

55 14 6
                                        

"Huaaah Rita!!, Bagaimana ini"

"Zein!?"

Rita terkejut karena tiba tiba Zein memeluk kakinya.

"Ui, kau kenapa!?, Kenapa jadi seperti Reliave?"

"Aku memang Reliave, tolong aku!!"

"Huh?"

Lalu dari pintu terlihat Reliave yang bergaya santai lalu bersandar di pintu.

"Haah.. gak usah terburu buru, nanti juga efeknya hilang sendiri"

'itu siapa bangkek!??'
.
.
.

"Haah... Dungeon yang melelahkan" ucap Reliave.

"Coba buka kotak boss nya"

Reliave dan Zein bersamaan membuka kotak merah yang di ujung ruangan.

Kotak itu berisi secarik kertas.

[Selamat, anda akan mendapatkan pengalaman spesial]

""Eh?""

Mereka berdua tiba tiba tumbang, bangunnya mereka sudah bertukar tubuh.
.
.
.

"Oh.. jadi begitu, tapi sayang sekali aku tidak bisa membantu kalian, aku mau ke sekolah dulu"

"Aaaah Rita!!" Teriak Reliave di badan Zein

"Jangan bikin aku malu BANGSAT" teriak Zein di badan Reliave.

"Ada apa ini ribut ribut!?"

Hire keluar dari dapur dan terkejut melihat pemandangan aneh.

"Huh?" Ucap Hire secara reflek.

1 jam kemudian mereka berdua sudah agak tenang.

"Baiklah Zein, kamu jangan kencing, kamu jangan mandi, pokoknya jangan lakukan apapun pas tubuhku" ucap Reliave tapi dalam tubuh Zein.

"Kok aku malu sendiri lihat aku ngomong kek gitu" ucap Zein dalam tubuh Reliave.

"Pokoknya jangan lakukan apapun pada tubuhku" ucap Reliave.

"Ya kali, kalau cuma sehari, kalau seminggu bagaimana?, nahan kencing sehari aja dah nyiksa bangat" ucap Zein.

Tiba tiba Zein yang di tubuh Reliave tidak sengaja membuat bola es.

"Hm?, Bisa memakai skill badan masing masing ya" ucap Reliave.

Dia lalu mencoba memakai scale skin.

"Wah, jadi bersisik"

Tiba tiba Zein teringat sesuatu.

"Reliave, tolong ke rumah kakak ku, aku kemarin udah bilang akan bantu bantu di rumahnya"

"Huh.. ok"

Reliave yang berbadan Zein kemudian pergi.

'aduh, cara jalan nya' pikir Zein yang berbadan Reliave.

Dia lalu ke dapur dan memakai celemek.

"Moga dia tidak bikin masalah"
.
.
.

Tok tok tok*

"Kakak ada di rumah" ucap Reliave dengan gaya perempuannya.

"Ka-kamu siapa?" Ucap kakak nya Zein di belakang Reliave, mukanya seperti melihat setan.

'ga-gawat...'

"Aah, kakak, aku hanya latihan untuk drama saja"

Muka kakaknya Zein makin buruk lagi.

i can do anything i want in another worldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang