Di penginapan kota.
"Rita.. kamu kenapa?" Tanya Reliave.
"Tidak aku baik baik saja" ucap Rita sambil memakan kentang.
"Haah... Kalau baik baik saja kau pasti sedang menggangguku sekarang"
Rita lalu mengeluarkan kotak kecil dari kantongnya dan memperlihatkan ke Reliave.
"Huh?"
Zein yang kebetulan lewat melihat status sihir Rita yang hancur langsung berjalan semakin cepat.
"Kamu udah tes satu satu persatu elemen mu?"
"Cuma elemen netral ku yang bagus, tapi cara membuat bola sihir netral itu bagaimana?"
"Lah lalu bagaimana kamu mengetes nya?"
"Sihir dorong ku"
"Elemen cahaya mu ngak bagus juga?, Grade 3 loh skill healing mu"
"Cuma bagus di healing"
Dia lalu membuat healing cloud, lalu dia membuat bola angin dan menggabungkannya, dan jadi sebuah angin berwarna emas.
Dia lalu menyebarkan angin itu ke mana mana.
"Woi woi, bisa gaduh ntar" ucap Reliave.
"Biarin toh gak ada yang lihat"
Rita lalu berdiri dan berjalan ke kamarnya.
"Mending aku mikirin materi besok"
Dan akhirnya dia malah tertidur.
Besoknya di kelas.
"Ok, Minggu depan kita akan ke salah satu dungeon yang dekat kota ini, kalian persiapkan senjata kalian ya, hari ini kita"
"Ke dungeon?, Bukannya itu saat memasuki bulan ke 4 ya bu?" Tanya Sakuya.
"Metode kita kan berbeda, karena kalian hampir 1 bulan terus latihan, saya rasa sudah saatnya kalian mencoba ke dungeon"
Rita kemudian mengeluarkan 8 kantong lalu dia menaruh 1 kantong ke 1 meja.
"Pakai itu untuk membeli perlengkapan kalian nanti"
"Tapi bu.." ucap Vindi.
"Bayar saja saat kalian sudah sukses dengan menunjukkan nama kalian di daftar penakluk dungeon di main hall"
""Baik!!""
"Baiklah, kita akan membahas apa yang boleh kamu lakukan dan tidak boleh kamu lakukan di dungeon"
Minggu depan nya.
Mereka berada di depan goa yang berada di tebing.
"Dungeon isinya hanya monster biasa, tapi ingat hal yang ibu ajarkan minggu lalu, ibu akan mengawasi kalian dari jauh saja"
"Baik!!"
'3 mage, 1 archer, 1 tangker, 3 sword user, ini kebetulan atau apa ya?'
Mage terdiri dari Sakuya, Calis dan Vindi, Atropos archer, Basiel membawa perisai dan pedang, kemungkinan dia crusader atau tanker, dan sword user terdiri dari Chola, Dioda, Frey.
"Uh gelap" ucap Chola.
'yaah karena masih awal awal kurasa aku bantu sedikit'
Rita membuat bola cahaya yang mengikuti mereka dari atas.
Mereka tiba tiba gaduh, ternyata ada satu goblin di depan mereka.
Basiel berlari ke depan dengan perisai di depannya, lalu perisai itu mengenai goblin dan goblin itu terpental, Vindi langsung menembakkan duri es ke goblin itu.
Mereka lalu menjadi gaduh.
'haah...'
Tiap kali mereka menemui monster, pasti saja gaduh, apa lagi jika monsternya lebih dari satu.
'biarin aja dah, toh disini gak ada monster level tinggi yang tertarik pada suara'
Sebenarnya mereka bukan memasuki dungeon, tapi hanya goa biasa yang di huni monster lemah, Rita masih terlalu kwatir untuk membawa mereka ke dungeon, meskipun dungeonnya level kecil perangkapnya mungkin bisa membunuh petualang kuat, dan lagi Rita tahu kalau di balik dungeon ada monster intelektual yang membangunnya.
Hampir 1 jam akhirnya mereka tiba di ujung goa, ada beberapa goblin besar yang menjaga 1 kotak di sana.
Ada 4 goblin besar disana, para siswa yang berjarak dekat menahan 1 goblin besar itu lalu mage dan archer membunuh goblin besar itu.
""Hore!!""
Mereka berlari ke kotak itu.
"Ayo lihat isi nya" ucap Basiel.
Saat Basiel membuka peti itu, Rita muncul di depan Basiel dan menghentikan nya.
"Jangan di buka"
"Bukannya ini hadiah dungeon?"
"Tidak ada namanya hadiah di dungeon kalau kotaknya terlihat jelas"
Rita mendorong murid nya mundur.
"Sebaiknya kalian siap siap kabur, karena ini jatah ibu"
"Huuuuh?"
Saat Basiel membuka sedikit kotak itu, badan nya Rita langsung merasakan sinyal bahaya dari segala sisi.
'kemungkinan ini perangkap maut, atau monster level tinggi'
Rita membuka kotak itu dengan hati hati, berharap monster kuat yang bisa dia kalahkan muncul, karena menukar skill kemarin levelnya ke reset menjadi lvl 10, puluhan juta xp hilang dalam sekejap.
Kotak itu terbuka dan lingkaran sihir luas muncul.
"Mundur!" Teriak Rita.
Para siswa langsung bereaksi, tapi telat.
Lingkaran sihir itu membawa Rita dan muridnya ke tempat lain.
Mereka muncul di ruangan raksasa, di bawah mereka ada lingkaran sihir.
Rita keluar dari lingkaran sihir itu, dia mencoba masuk tapi seperti terhalang.
"Kalian jangan keluar dari lingkaran sihir ini, mengerti?"
""Baik""
Muncul 3 lingkaran sihir raksasa, lalu keluar 3 monster.
"Cerberus, Hydra, Chimera, trio dunia bawah"
Cerberus adalah anjing neraka, ukurannya sangat besar, memiliki 3 kepala, bahkan hidungnya saja sudah setinggi Rita.
Hydra kali ini berbeda dengan punya Vionea, Hydra kali ini jauh lebih besar, berwarna merah gelap dengan.
Dan Chimera yang disini bukan singa bersayap naga, tetapi Singa raksasa tapi memiliki kepala naga dan kambing, badan bagian depannya badan singa dan belakang seperti badannya kambing, dan ekornya menjadi seekor ular.
"Maaf anak anak, tapi sepertinya aku akan mati beberapa kali disini"
Pikiran mereka tertuju pada kata "beberapa kali"
Rita meloncat ke depan dan menggunakan extend range nya.
.
.
.
"Apa!?, Seseorang memasuki hell trial!?" Ucap seorang pria dengan pedang raksasa di punggungnya.
"Iya, baru saja ada sumber mana besar yang keluar dari sana"
"Cih, mereka hanya bisa keluar dari sana jika monsternya berhasil di bunuh abis atau mereka mati semua"
"....."
.
.
.
'aku mau kristal nya!!'
'aku gak mau mati juga oey'
'yaudah nanti ku lempar ke dalam sana'
'nanti siapa yang autokan mp charger mu?'
'oh.. katanya gak mau mati'
Karena monster itu sangat tinggi, dia harus menggunakan skill dorongnya agar bisa mencapai kepala mereka.
"Create wing!"
Sayap kuning muncul di punggung nya, tidak menempel ke kulitnya tapi ada seperti hubungan aliran mana.
'semua skill trait aktif?'
'ya'
'Kita lawan Hydra nya dulu, semoga cara yang sama masih berlaku'
Tiba tiba seburan api muncul dari segala sisinya, dia terbang semakin tinggi untuk menghindari semburan api itu.
'aku tidak yakin kita bisa menang'
'gak tahu aku, kamu ke isekai blom setengah tahun dah meninggal juga gpp, masalahnya murid murid mu itu...'
'makanya, kita harus menang'
--------------
KAMU SEDANG MEMBACA
i can do anything i want in another world
Fantasía[completed, lanjut part 2] Rita siswa sma kelas 11 karena pandemi saat ini dia sekolah onlen Seperti orang orang biasa pastinya dia menghabiskan waktu di depan hp atau komputer, suatu hari komputernya terkena virus aneh, itu bukanlah virus biasa. Sa...
