Libera

54 14 0
                                        

Orang itu melihat sekeliling, dan melihat lingkaran sihir di bawah Rita.

Dia berjalan ke depan Rita dan mengambil lidi merah di tanah.

"Karena ini?" Tanyanya.
"Iya, silahkan pulang ke tempat asal mu"
"Tidak bisa lah, aku harus mati dulu baru bisa kembali"
"Mau di bunuh sekarang?"
"Ngak ah, masa aku baru bebas langsung disuruh kembali lagi"

Dia melihat tiap lingkaran sihir.

"Cerberus, Hydra, Chimera, lvl mu baru 30 kenapa bisa disini?"
"Ya begitulah, oh iya kamu demon?"
"Iya, aku demon duke, tapi aku tidak pantas menyandang gelar itu"
"Kenapa?"
"Apa yang kamu bayangkan tentang demon duke?"

Rita langsung kepikiran demon dari anime slime mukbang yang di tontonnya dulu.

"Mirip kok" ucap Rita.
"Hah?, Lihat nih pakaian, harganya cuma 10000 dricash jika di konversikan, aku bahkan tidak ada senjata"

'duh, demon lemah ya..'

"Level anda berapa?"
"Karena ke summon dengan lingkaran sihir kebetulan ini, aku ke reset dari awal"
"Uuh..."

Lingkaran sihir keluar muncul lagi.

"Oh bye aku pergi dulu"
"Tunggu dulu, kau harus membawaku"
"Eeeh??"
"Kan kamu yang summon aku"
"Tapi bagaimana?, Matamu itu lain dari yang lain tahu"
"Oh"

Dia mengeluarkan kaca mata hitam dari kantong celananya dan memakainya.

"Serah kau lah"

Mereka keluar dan ternyata para muridnya masih menunggu nya.

Rita langsung menaruh perisai sihir ke depannya, dan benar saja mereka langsung berlari dan mau memeluknya.

"Ingat umur su!"

'akh, aku ngomong toxic'
'emang mereka tahu arti su?'

"Su?, Apa itu?" Tanya Chola.

"Sudahlah, kalian pulang saja ke asrama kalian, ibu ada urusan"

Saat mereka pergi, demon summonan tadi baru keluar.

"Hmm... Kamu guru?"
"Guru dadakan"
"Guru nya mogok?"
"Bukan"
"Terus?"
"Gurunya tiba tiba mau bertualang"
"Wah, bisa gitu, di sana dah di buru tuh"
"Disana ada sekolah"
"Ya ada lah"

Saat Rita berjalan alat pengetes kemahiran sihirnya jatuh, lalu demon itu memungutnya.

"Ini jatuh"
"Ah makasih"
"Gak niat naikin aja tuh?"
"Aku gak paham apa yang salah dari sihir ku"

Tiba tiba dia melihat garis biru di kakinya, dia lalu menghindari garis itu.

'loh, pas sihir Chimera kok gak ada jejak?'
'ada, nempel di kepala kau itu'
'wah'

"Kamu bisa melihat garis sihir?"
"Begitulah"
"Kamu manusia kan?"
"Iya"
"Kok mana mu bocor ngak meledak?"
"Aku ada skill khusus"
"Mungkin metode ku bisa membantu kemahiran sihir mu"
"Benarkah?"
"Tapi pertama-tama"
"Apa?"
"Kamu seriusan gak mau nanya namaku siapa?"

'jadi keingat Reliave'

"Ok, namamu siapa?"
"Tidak ada, jadi aku mau kamu yang kasih nama"
"Momek mau?"
"Ti-tidaaaaaak!! Apa itu momek!??, Kenapa aku merasa seperti akan di pancung???"
"....."

Sekitar 4 menit.

"Liddell?"
"Itu nama perempuan"
"Hmm..."

"Satan?"
"Aku bukan setan"
"Diablo?"
"Dah banyak yang nama gitu di sana"

"Iblis?"
"Jangan gitu lah"

"Kamu seperti orang yang tenang" ucap Rita.
"Begitulah aku tidak suka konflik, kalau bisa tolong jangan bikin masalah dengan pemerintah"
"Oooh, ok"

Dia lalu berpikir lagi.

"Kamu ingin namamu tetap berhubungan dengan demon atau tidak?"
"Terserah sih"
"Baiklah, namamu Libera yang artinya bebas"
"Libera... Terdengar bagus"

Matanya yang awalnya hitam menjadi putih seperti manusia.

"Jadi metode apa yang mau kau coba?"
"Pertama buat bola elemen dulu"

Rita membuat bola api.

"Pantesan, mana mu kacau gitu, coba kamu konsentrasi ke aliran mana mu"
"Lalu?"
"Hmm sepertinya kamu tipe langsung membentuk, coba aliran mananya jangan kamu langsung bikin bulat, tapi di putar dari kecil ke besar"
"Bola salju?"
"Iya"

Rita mencoba yang Libera suruh, setelah agak besar dia membuat jadi elemen api, dan bola apinya menjadi lebih cerah dan lebih panas, bahkan rambutnya Rita terdorong karena tekanan hawa panasnya.

"Woaaah..."
"Kamu level 30?" Tanya Libera.
"Iya, hanya saja aku perlu segunung xp untuk naik 1 level"
"Perlu berapa emangnya?"
"Ke lvl 31 perlu 800 ribu xp"
"Buset"

Rita kemudian membuat duri cahaya dengan cara yang sama, duri cahaya itu menjadi lebih tajam.

"Oh iya, kamu bisa lakukan ini, asalkan harus ada elemen netral"

Libera membuat duri merah, namun tembakannya bukan lurus tetapi berkelok kelok.

"Tapi bagaimana cara mengendalikan elemen netral?" Tanya Rita.
"Elemen netral itu warna putih, coba lah"

Rita membuat bola dan membayangkan tidak berelemen.

"Wah, benaran putih"
"Nah coba bikin jadi jalur"

Rita membuat jalur spira, lalu dia menembakkan duri apinya.

Duri apinya berputar mengikuti jalur yang di buat Rita, namun belum sampai ke ujung jalur duri apinya sudah meledak duluan.

"Yah, ini bukan untuk balapan antar sihir ya"

Rita kemudian ke kios nya lagi, si Libera masih mengikutinya.

"Kamu jualan minyak lipan?"
"Iya, kalau tidak ada kerjaan"
"Kalau gitu bantu aku naik level dong"
"Oh iya, kamu pakai senjata apa?"
"Aku mage"
"Mau daftar jadi petualang?"
"Tidak usah"

Akhirnya Rita membawanya ke Dungeon level kecil.

Malamnya di ruang tengah penginapan.

"Baiklah, siapa yang ikut dengan kamu sekarang?" Tanya Reliave.
"Mungkin agak panjang"

Rita menceritakan yang terjadi.

"Ok, ok oh iya, bulan depan Trio loli kita akan libur, mau ajak jalan jalan?"
"Aku harus ngajar sih, sebentar..."
"Bagaimana kalau kamu ajak murid mu juga untuk ikut wisata, bilang aja darma wisata, sekalian mengajari mereka bertahan hidup, mencari makan, dan looting" ucap Zein.
"Nah itu yang aku pikirkan, sepertinya aku harus ngajukan proposal ke paman tak ber brewok lagi"
"Mau sampai kapan sih kamu manggil pak Praiton dengan panggilan seperti itu?"
"Dah kebiasaan"

Akhirnya Rita menyewa satu kamar lagi untuk Libera.

Saat tengah malam, tiba tiba Myeila muncul di kamar Rita lalu dia membangunkan Rita.

"Myeila?, Ada apa?"
"Kami perlu bantuan mu"
"Hmmm?"

Mereka ke hutan Rutira, tempat nya Grifang dan Riaowl.

Mereka tiba di sebuah goa, rupanya berada di dulu tempat dia menemui Grifang.

"Sudah kepikiran nama dungeon nya?"
"Blom, kami ingin kamu bantu kami menilai kesulitan dungeon ini, kami ingin membuat dungeon yang semakin dalam semakin sulit"
"Emang poin nya cukup?"
"Yaah.. masih kurang sih, kami perlu ada petualang yang masuk ke sini dan mengalahkan monster yang kami sediakan"
"Hmm... Baiklah, kalau mudah aku akan membawa murid ku ke sini"
"Murid?, Kamu jadi guru?"
"Hah? kamu baru tahu?"

--------------

i can do anything i want in another worldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang