Halo kembali dengan Rita.
Ini hari yang ke 8 sejak ku datang dunia ini.
Aku cukup senang datang ke dunia ini.
Tapi.
"Master apa kah anda haus"
"Saya akan mengambilkan anda selimut"
"Tidak, saya akan memijat anda"
'aaaaaah aku tidak bisa tidur dengan tenang'
"Ku menangis membayangkan susah nya ku mau tidur~"
Tiba tiba mereka bertiga langsung duduk diam di bawah.
'aah... Ku merasa tidak enak'
[Yaaah... Kau master mereka, lagian kenapa kau malah memotong rantai mereka sih, otomatis mereka jadi loyal pada mu]
'mana ku tahu, ku kira kalau rantai mereka di hilangkan mereka akan bebas'
[Haaah.....]
Aku berdiri dan berjalan ke bibi kecil.
"Ano... Aku mau menyuruh ketiga anak kecil itu melakukan sesuatu"
"Melakukan apa? Bukan membakar lagi kan?"
"Tidak, tidak, aku mau menyuruh mereka membersihkan penginapan ini, sekalian melatih mereka"
"Ok awasi mereka jangan sampai hancur barang barang ku"
"Hancur?.. ok lah"
Aku memanggil mereka bertiga.
"Mako, Nayo, Tia"
""Baik master""
Mako gadis kecil dengan rambut agak panjang, rambutnya berwarna hitam.
Nayo juga gadis kecil, rambutnya coklat dan panjang.
Begitu juga dengan tia, dia yang paling muda, rambut nya oren agak panjang.
Mereka bertiga datang.
"Kalian pel lantai penginapan ini, soal peralatan nya kalian tanya bibi Hire"
""Baik""
Lalu mereka berjalan berkeliaran kemana mana.
'waah.. aku tahu alasan nya'
Mereka bertiga datang kembali.
"Ano... Kami tidak bisa menemukan bibi hire" ucap Mako.
"Maafkan kami" ucap Nayo sambil mau menangis.
"Tolong jangan hukum kami" ucap Tia yang sudah menangis.
'aaah..... Kenapa mereka harus jadi budak sih'
"Udah udah aku tidak akan menghukum kalian, lagi aku tidak memberitahu kalian yang mana bibi Hire"
Ku kemudian memberitahu mereka yang mana bibi Hire.
Lalu mereka mulai mengepel.
Aku melihat tia mengepel dengan kain dia mengepel ke arah depan.
"Salah, bukan begitu"
Aku menyuruh nya berhenti lalu aku mengambil kain di tangan nya.
"Ah..."
Lalu ku melihat Nayo dan Mako melakukan hal yang sama.
"Kalian berdua juga ke sini"
Mereka berdua datang.
"Begini cara pel yang benar"
Aku melakukan gaya kuda dan mengepel dari depan sambil mundur ke belakang.
""Oooh...""
"Kalau kalian seperti tadi kalian hanya akan menginjak ulang bekas pel kalian"
Aku kemudian memberikan kain itu ke Tia lagi
"Kau cukup pintar nak" ucap bibi Hirerarie
"Yaah.. ku sudah terbiasa"
'kebiasa ngepel kos sendiri, kadang di rumah di suruh pel juga
Sekitar setengah jam mereka selesai pel satu penginapan.
""Kami selesai""
Aku mengeluarkan 3 ubi dan memberikan pada mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
i can do anything i want in another world
Fantasi[completed, lanjut part 2] Rita siswa sma kelas 11 karena pandemi saat ini dia sekolah onlen Seperti orang orang biasa pastinya dia menghabiskan waktu di depan hp atau komputer, suatu hari komputernya terkena virus aneh, itu bukanlah virus biasa. Sa...
