"cih, gagal" ucap seorang Pria di balik bayangan
"Jangan kuatir, kita masih banyak rencana, kita pasti bisa membunuh raja aneh yang tidak mati mati itu" ucap seorang pria yang berpakaian bangsawan.
"Ayolah, lakukan rencana berikutnya" ucap pria yang terlihat gendut.
"Bersabarlah, kamu mau kegagalan terjadi lagi?, Kamu tidak lupa kan kalau kamu di asingkan, beruntung dirimu tidak di hukum mati"
"......"
"Ikuti saja kami, dan lihatlah, rencana kami pasti akan berbuah memuaskan"
.
.
.
"Perkenalan, ini mage yang aku maksud, maksudku temanku, namanya Reliave Keina, jangan ragu ragu memanggil namanya karena kalian seumuran"
"Halo murid nya Rita, kalau kalian mau di ajari sihir kalian bisa mengunjungi ku di main hall jam 4, disana juga ada temanku yang bisa mengajari kalian teknik pedang, gurumu ini sama sekali tidak bisa bertarung dengan benar"
"Jangan pedulikan kalimat terakhirnya"
Rita kemudian berjalan ke depan Reliave.
"Kalian menjauhlah, ini bakal berbahaya" ucap Reliave.
Reliave mengeluarkan pedang nya.
"Heh, cuma pedangmu, pedang Zein dan dja yang bisa menahan tebasan pedangku" ucap Rita.
"Sudah fokus aja"
Tiba tiba ada koin yang melayang, saat koin itu menyentuh tanah mereka seperti tiba tiba sedang adu pedang.
"Sudah 1 bulan kita tidak adu seperti ini, seperti kamu makin kuat saja" ucap Rita.
"Sedangkan kamu levelmu malah makin turun"
"Setidaknya aku dapat ini"
Rita menggunakan burn the soul dan tiba tiba muncul di belakang Reliave.
"Tidak semudah itu"
Duri es muncul dari tanah tepat Rita berdiri, Rita langsung meloncat dan mengayunkan pedangnya ke kepala Reliave.
Reliave membuat sebuah perisai sihir kecil untuk menangkis serangan Rita.
"Burning cloud!"
Asap merah muncul dan Rita langsung mundur dan menghempas asap itu pergi dengan sihir angin nya.
Namun asap itu tetap menyelimuti Reliave.
Reliave mengangkat pedangnya.
"Chain lightning!"
Tiba tiba ada petir menyambar Rita tapi di hindarinya, petir itu terus menyambar dimana Rita menginjak tanah.
Tangan Reliave yang tidak memegang pedang menembakkan duri es ke tempat Rita akan berlari, namun Rita menghindarinya dengan combo 1 nya.
"Slowness, haste, pressure, bloodlust!" Ucap Reliave.
"Cih!"
Kecepatan bergerak Rita menjadi lambat, Reliave langsung maju ke Ruta dan menebas leher Rita, tapi serangannya di tangkis perisai sihir Rita.
Tiba tiba Rita bisa bergerak cepat lagi dan tangan hampir menyentuh pundak Reliave.
Reliave langsung menyelimuti dirinya dengan asap merahnya.
"Bangsat, ku keluarkan linggisku mampus kau"
Di sisi siswa*
"Dia mage?, Rasanya lebih ke ksatria sihir" tanya Chola.
"Mungkin karena ini pertarungan antar teman mereka tidak memakai skill sepenuhnya dari mereka" ucap Sakuya.
"Tapi sepertinya ini akan berakhir seri" ucap Vindi.
"Mengapa?" Tanya Calis.
"Mereka sudah saling mengetahui skill dan gaya bertarung masing masing, apalagi kekuatan mereka kelihatan setara"
"Ooh..."
"Aku tidak bisa melihat jelas apa yang terjadi" ucap Basiel.
"Oh iya Reliave, hati hati ya"
"Kau juga hati hati ya"
KAMU SEDANG MEMBACA
i can do anything i want in another world
Fantasy[completed, lanjut part 2] Rita siswa sma kelas 11 karena pandemi saat ini dia sekolah onlen Seperti orang orang biasa pastinya dia menghabiskan waktu di depan hp atau komputer, suatu hari komputernya terkena virus aneh, itu bukanlah virus biasa. Sa...
