???

43 13 3
                                        

"cahaya..."

tubuhku merasakan sebuah selaput tipis.

Dengan sekuat tenaga aku mengoyak selaput tipis yang menyelimuti ku.

Badanku kemudian terbebas dan mataku

Mataku melihat sesuatu yang indah, bukan.. itu hanya ibuku... Seekor macan berwarna merah.

Aku juga melihat ketiga saudaraku yang merangkak kemana mana.

Perutku terasa lapar dan aku merangkak ke ibuku yang sedang rebahan.

Bagian bawahnya terlihat berdarah.

Saat aku tiba didekatnya dia langsung menjilati diriku.

Dia kemudian memakan sisa sisa selaput tipis yang masih menutupi badanku.

Aku terus merangkak ke arahnya dan akhirnya menyusu.

Beberapa minggu berlalu, diriku sudah cukup kuat untuk berlari walau hanya sebentar.

Ibu ku kembali dari berburu, dia membawa seekor ular yang akan menjadi daging pertama yang akan diriku dan saudaraku makan.

Walau agak ragu ragu namun akhirnya aku menggigit ular itu, aroma darahnya begitu menyengat, tapi sepertinya untuk hari berikutnya inilah yang akan ku makan.

Dan benar keesokan harinya dia membawa daging lagi, dia juga tidak mengijinkan kami menyusu jika tidak memakan habis daging.

1 bulan telah berlalu, diriku sudah terbiasa memakan daging, ibuku juga sudah tidak memproduksi susu, aku menghabiskan hari hariku dengan mengejar hewan dan serangga kecil, dua saudaraku selalu mengadu kekuatan dan satunya lagi lebih cenderung diam.

Karena kami di gua jadi kami tidak khawatir dengan hujan.

Suatu hari sekelompok makhluk berkaki dua masuk, badan mereka sangat tinggi, aku yang melihat mereka langsung berlari ke arah ibuku.

Para makhluk tinggi itu akhirnya tiba di sarang kami, mereka mengeluarkan suara, tetapi aku sedikit memahami suara mereka, mereka bilang anak, induk, hidup, kemudian mereka pergi meninggalkan kami.

Sekitar 5 Minggu, aku membawa buruan pertamaku pulang, diriku juga naik 1 level.

Namun aku terhenti karena melihat seorang makhluk tinggi membawa satu saudaraku, tetapi ibuku tidak mengancam seperti waktu pertama kali.

"Ooh lihat, saudara kalian pulang membawa buruannya" ucap makhluk tinggi itu, ntah mengapa aku mengerti apa yang dia ucap, tapi kemudian dia mengeluarkan suara yang tidak ku mengerti lagi.

Dia bergerak ke arahku.

"halo"

Diriku tidak tahu membalas apa.

"Aku ini manusia yang baik"

Manusia... Apa itu nama mereka?..

Si manusia mengeluarkan benda aneh, seperti kotak dan tiba tiba cahaya muncul dari kotak itu, diriku terkejut bukan main.

"Aaah maaf ya aku lupa mematikan lampunya"

Si manusia kemudian mengeluarkan suara asing lagi.

Dia lalu memperlihatkan sebuah gambar macan merah yang mengigit tikus.

"Ini adalah kamu, cantik bukan?"

Sejak hari itu dia terus mengunjungi kami, ntah mengapa dia terus mengajariku bahasa mereka, dia juga membantuku leveling.

Akhirnya aku mengetahui namanya, manusia bukanlah namanya, namanya adalah Chola, dia juga memanggilku sebagai Miaumi.

Lalu suatu hari dia tidak datang, esoknya juga tidak datang, akhirnya aku memutuskan untuk leveling lebih dalam setelah meminta ijin ibuku.

i can do anything i want in another worldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang