Jamur Terang Bulan Purnama

30 8 1
                                        

Aku membeli beberapa gulungan skill speed up dan memberikannya ke monster batuku, efeknya lumayan, dia berjalan lebih cepat dari kura kura sekarang, tapi kalian jangan main main dengan labi labi moncong babi, kecepatan larinya lebih cepat dari secepat tikus.

"Hmm...."

Aku mencoba menaikinya dan dia tidak mampu bergerak.

"Lol"

Aku kemudian berpikir bagaimana caraku membawa dia kemana mana.

"Kalau nagaku bisa jadi bando..., Fathur!!!"

Aku berlari ke pandai besi pamannya Reliave.

"Ada Fathur?"

"Oh ada, Fathur, Rita mencarimu"

"Rita?"

Dia mengajari pamannya Reliave memproses mineral tingkat tinggi.

"Ada apa Rita?"

"Bisakah kamu membuat aksesoris untuk menampung monster seperti bandoku yang ini?"

"......, Kamu summoner kan?"

"Aku tidak bisa memasukkannya, skillnya terkunci"

"Aku akan melihat monsternya dulu, aku pulang dulu ya"

"Baik, terimakasih untuk hari ini"

~~~~~~~~

"Seriusan?, Diantara banyak monster keren kamu memilih batu?"

"Monster ini diam, dan tidak banyak bergerak dan ukurannya hanya sebesar anjing"

"Kamu ada kristalnya lagi?"

"Ng..."

Aku mengeluarkan ratusan kristal dari storageku dan meng appraisal satu satu.

"Ini"

"Mau dari bahan apa?"

"Ini"

Aku memberikan sebatang obsidian.

"Woi.... Mau aksesoris atau senjata?"

"Aksesoris yang terbaik"

"Mau kaya apa?, Anting?, Gelang?"

"Hmm... Kadang ularku berubah menjadi koin yang tersimpan di bajuku... aku mau kristal summoner aja deh"

Fathur lalu menutup matanya dan menarik nafas panjang panjang.

"Ini, kristal dari dasar laut"

"Baiklah, akan aku lakukan"

"Ingat, istrimu adalah laki laki, jadi tidak pilih pilih"

"Diamlah"

"Ok~"

"Kau sengaja ya!??"

"Ngak..."

"Sheessh"

"Hamdeh"

"Lu!!!"

"Omae!!!"

"Wibu kau!"

Dia lalu berjalan masuk ke gedung dan turun ke lantai bawah.

"Haah... Lama tidak ngegas seperti ini, jadi pengen nge joke sama makhluk isekai lainnya"

"Kurasa aku harus membuat identitas penyamaranku"

Aku mengeluarkan kertas dan duduk di depan pet batuku lalu menulis id atasnya.

"Gadis petualang solo yang pendiam... Tidak aku suka nge bacot hal gak jelas"

Aku mengeluarkan pen dan menulisnya di kertas sebagai tanda.

i can do anything i want in another worldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang