"pak Praiton"
"Ada apa vindi?"
"Bu Rita kemana?, Kok 4 hari ini ibu Rita tidak ada?"
"Dia... Dia ada urusan mungkin beberapa hari lagi baru pulang"
'beberapa hari?, Haaah....'
.
.
.
"Ayolah Reliave, makan makanan mu" ucap Hire.
"Aku tidak nafsu makan"
"....."
Libera juga sekarang lebih banyak diam di kamarnya, dan Zein tiap pagi sudah hilang, jam 7 malam baru kembali.
Kemudian ada suara gaduh dari luar penginapan.
Mereka kemudian keluar.
"Maka dari itu, putra raja ingin meminta kalian, para petualang, untuk berkontribusi mempertahankan kerajaan ini, jika kalian tidak mau, tidak masalah, karena kalian petualang berhak menentukan jalan hidup kalian sendiri, berbeda dengan kami yang merupakan seorang prajurit"
Hire kemudian berjalan ke prajurit itu.
"Ada apa ya?"
"Yang mulia 2 hari yang lalu menyuruh kami mengumpulkan tenaga untuk mempertahankan kerajaan ini, beliau bilang ada kemungkinan beberapa hari lagi akan ada serangan dari negara tetangga"
"Trima kasih info nya"
"Aku akan membantu melindungi kerajaan ini" ucap Reliave.
Dia kemudian pergi.
Hari sebelum Rita meninggal*
"Reliave, Zein"
""Hm?""
"Ini"
Rita memberikan kristal merah ke Reliave dan kuning ke Zein.
"Kristal apa ini?" Tanya Reliave.
"Punyamu kristal Chimera dan Zein kristal Hydra"
"EEEEEH!?? Serius?, Ini dijual kan bisa dapat 1 miliar dricash" ucap Reliave.
"Tidak apa apa, asalkan kita bisa kuat bersama" ucap Rita.
"Trima kasih Rita" ucap Zein.
"Sama sama"
-Chimera
*Max mana meningkat 500%
*Kekuatan sihir meningkat 370%
*Waktu Casting dan cooldown menurun 40%
*Otomatis memberikan sihir lethal lightning yang bisa di aktifkan manual.
-Hell Hydra
*Defense meningkat 300%
*Kekuatan fisik meningkat 400%
*Kecepatan meningkat 170%
*Otomatis memberikan skill scale skin yang bisa di aktifkan manual
Libera juga mengikuti Reliave, kemudian Zein tiba tiba muncul di depan gerbang desa.
Mereka berjalan ke goa Phiren.
Saat mereka tiba, seperti yang terjadi pada Rita, seekor lipan raksasa muncul, namun langsung di tebas Zein.
"Semoga kita menemukan gulungan skill unique" ucap Reliave.
"Kalau begitu kita berpencar" ucap Zein.
Mereka berkumpul lagi di pintu yang di jaga naga.
"Maaf kalian tidak boleh memasuki area ini, mohon pengertiannya, ini batas bertualang kalian"
Mendengar ucapan naga itu mereka memilih pulang..., Dengan tangan kosong.
"Libera"
"Ya?"
"Kamu lvl 37 kok sudah kuat bangat?"
"Aku ini demon, pengalaman ku bertarung lebih banyak dari kalian, jadi meskipun aku level 1, aku bisa mengalahkan monster lvl 200"
"Oh...."
Beberapa hari berlalu, dan benar kata anak raja, pasukan musuh datang dalam jumlah yang besar, untunglah tidak terlihat ada petualang yang ikut serta.
"Mereka benar benar datang"
"Sisanya aku serahkan pada mu"
"Baik"
"Aku tidak mahir dalam strategi bertarung, saat kecil aku lebih di latih soal kesejahteraan, dan politik"
"Aku tahu itu, kabar baiknya semua petualang ikut serta dalam pertahanan kita"
"Baguslah, sepertinya kalau kita menang kita harus membuat mereka senang"
KAMU SEDANG MEMBACA
i can do anything i want in another world
Fantasy[completed, lanjut part 2] Rita siswa sma kelas 11 karena pandemi saat ini dia sekolah onlen Seperti orang orang biasa pastinya dia menghabiskan waktu di depan hp atau komputer, suatu hari komputernya terkena virus aneh, itu bukanlah virus biasa. Sa...
