༼ つ ◕‿◕ ༽つ
🅷🅰🅿🅿🆈 🆁🅴🅰🅳🅸🅽🅶!
°°°
Drrtt! Drrtt! Drrtt!
"Siapa sih, Nes? Dari tadi nelpon lo terus," tanya Kalin.
Istirahat pagi itu diawali dengan adanya panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal secara terus menerus.
"Gue juga nggak tau. Dari nomor yang nggak dikenal."
"Angkat aja daripada ngeganggu lo," kata Hasna.
"Siapa tau penting kan, Nes. Dia nelpon dari pelajaran pertama sampai istirahat loh," ujar Maura.
Neska berhenti melahap bekal makanannya lalu mengangkat panggilan itu.
"Pas ngangkat telpon, jangan pake emosi, Nes," ucap Maura mengingatkan. Ia sangat paham dengan sifat sahabatnya itu.
Neska menghiraukan Maura, "Halo!" ucap Neska dengan nada sedikit membentak.
"Woi!" ucap Neska kedua kalinya karena tidak ada jawaban dari panggilan itu. "Ini siapa sih? Tolong ya, gue tuh lagi sekolah. Jangan ganggu."
"Baru diomongin. Udah ngamuk duluan," gumam Maura.
Neska menutup panggilan itu. Ia berdecak kesal, "Nggak dijawab sama sekali. Bikin kesel aja."
"Masih pagi udah marah-marah aja," celetuk Vano yang baru saja tiba dikantin bersama teman-temannya. "Nanti cantiknya ilang."
"Biarin dah," jawab Neska sebal.
"Bercanda kok. Kamu dimataku selalu cantik. Kayak bidadari," seru Pano.
Emil sontak bernyanyi, "KAU BIDADARI JATUH DARI SURGA... DIHADAPANKU..."
"EAAAA!!!" teriak seluruh siswa yang berada dikantin. Suasana kantin seketika berubah menjadi kelas paduan suara.
"MANTAP DJIWAAAAAA! URAAAAA!" teriak Emil kegirangan. Gelak tawa memenuhi seisi kantin.
Athalas menghampiri Neska dan memberikan sebuah buku yang sangat tebal padanya lalu pergi begitu saja.
Neska melihat buku itu. Seketika mulutnya terbuka lebar tidak percaya akan apa yang ia lihat didepannya saat ini. Begitu pula, ketiga temannya terkejut melihat buku setebal itu.
Seribu soal matematika. Dia pasti udah gila. Bener-bener gila. Bisa-bisanya dia suruh gue ngerjain ini semua. Jadi ini arti dari ketawanya kemarin.
"Lo suruh gue kerjain ini semua?"
Athalas mengangguk sambil tersenyum sedangkan Neska menggeleng pelan kepalanya. Ini nggak mungkin kan? Meskipun gue suka matematika, tapi kalau seribu soal gue kerjain. Gue bisa enek! Tapi gue nggak mungkin nolak. Dia udah nolongin gue waktu itu. Jangan kelamaan mikir. Sekarang lo harus nyicil kerjain.
Maura, Kalin, Hasna dan anggota cavella melihat Neska dengan penuh rasa kasihan.
"Apa lo nggak keterlaluan, Las?" tanya Thander.
"Kenapa emang?"
"Kejam lo ya sama cewek," kata Thander.
Neska menghela napasnya. Ia bangkit berdiri dan mengeluarkan obat salep yang telah ia ambil dari kotak P3K dirumahnya lalu menghampiri Athalas, "Buat lo," kata Neska.
Athalas tau bahwa obat itu untuk mengobati lebam dipipinya, "Nggak perlu."
"Ambil."
"Nggak."
KAMU SEDANG MEMBACA
Athalas
Novela Juvenil"Cantik doang nggak akan gue kejar. Lo menarik baru gue kejar." Athalas Ganendra, cowok super duper cuek mampus dengan segudang prestasi di SMA Tunas Bangsa. Mulai dari akademis sampai non akademis pun disikat habis olehnya. Lelaki idaman yang tidak...
