Happy Reading ✨
Jatuh cinta sama orang cakep itu biasa, tapi jatuh cinta sama orang aneh itu baru luar biasa.
—Dania R.C—
====================================
Dania kira dia menjadi pacar Farel bakal bisa romantis-romantisan. Ternyata salah besar, disuruh jemput berangkat sekolah aja tidak mau. Padahal baru kemarin pacaran. Teman-temannya pun belum ada yang tau, biar tau sendiri saja lah.
Saat ini Dania sedang menunggu angkutan umum di pinggir jalan. Hampir sepuluh menit tetapi belum ada yang lewat. Andai saja si Mickey tidak lagi manja, pasti sekarang dia sudah berada di sekolah.
Akhirnya sembari menunggu angkot yang tak kunjung datang, Dania duduk di tepi jalan. Lumayan sepi, soalnya ini bukan jalan besar. Tepatnya sih di depan gerbang perumahan.
"Mulung, Neng?" sapa seseorang yang duduk di jok motornya. Orang tersebut adalah pacarnya—Farel.
"Heehh, kuping cicak. Lo belom berangkat ngapa nggak bilang sih. Gue bisa bareng sama lo kan, ayo lah jalan." Entah gimana tadi, kini Dania sudah nangkring di jok belakang motor Farel.
"Turun!"
"Nggak, nanti gue telat. Nggak ada angkot," jawab Dania Keukeh.
"Turun gue bilang," geram Farel.
Akhirnya mau tak mau Dania turun dari motor Farel. "Sana jalan, gue mau telpon Azka aja, suruh jemput gue. Punya pacar nggak guna," gerutu Dania. Mengambil ponsel di saku roknya, mengetik pencarian nomor.
Belum sempat dia telepon Azka, ponselnya sudah di rampas oleh Farel. "Naik," perintahnya.
"Tadi aja nggak boleh, sana berangkat. Gue mau nunggu kak Rizki aja deh," geram Dania.
Tangannya di tarik oleh Farel, mengisyaratkan untuk naik ke atas motornya. "Gitu kek dari tadi, buang-buang waktu aja. Lima menit berharga tau," gerutu Dania.
Farel tak merespon ucapan Dania, dan malah melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. "Ayo, Rel, ngebut lagi, bawa motor kaya siput banget sih. Sini gue aja yang bawa," ujar Dania.
"Nggak," tolak Farel mentah-mentah. Masih sayang nyawa dia.
Kalau orang lain baru pacaran malu-malu, tapi beda dengan Farel dan Dania, gak ada kata jaim, pacarannya gaje, dan lebih banyak berdebat dari pada romantis.
Eh, malah tak pernah romantis mungkin. Satunya tembok plus cuek, satunya tidak peka, tidak baper. Tahan banting lah pokoknya.
🍦🍦🍦
"Liv, nggak ada tugas kan hari ini?" tanya Dania ketika baru saja duduk di kursinya.
"Nggak ada, tapi ada ulangan fisika," jawab Oliv yang masih asik pacaran sama Angga. Tidak tau tempat.
"Ouhhh."
"Kok ouh doang? Lo udah belajar emang?" heran Nathan, yap di kelas sudah ada the kampret.
"Belum, nanti pake mode jerapah aja lah," jawab Dania santai. Yang di maksud Dania, mode jerapah adalah tengok kanan kiri, lehernya di panjangin biar lihat jawaban punya teman.
"Gue mah udah punya contekan, nihhhh," kata Aldy seraya menunjukkan kertas kecil, yang pastinya isinya materi yang akan di jadikan bahan ulangan.
The Kampret yang lain sudah meminta maaf kepada Dania, kemarin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Not Baperan [END]
Fiksi Remaja[COMPLETED] Dania merupakan siswi pindahan dari Malang, yang kini bersekolah di SMA ATMADJA. Salah satu sekolah yang terletak di daerah ibu kota. Perempuan unik dengan sejuta pesona ini tidak mudah terbawa perasaan dengan lawan jenis, karena sebuah...
![Not Baperan [END]](https://img.wattpad.com/cover/254575632-64-k476052.jpg)