Setelah dua hari kejadian Ria pingsan, semua kembali seperti semula lagi. Tetap sama. Ria yang dingin dan teman-temannya yang masih beranggapan bahwa Ria sama sekali tidak berubah.
Seperti hari ini, tiba-tiba Santi marah-marah kepada Ria karena menganggap Ria yang telah membuat hubungannya dan Roni hancur.
Jelas hal itu membuat Ria sangat bingung. Bagaimana tidak, bahkan ia sama sekali tidak mengetahui masalah apa yang terjadi dengan hubungan Santi dan Roni.
"Kalau lo nggak suka sama gue, bilang! Nggak usah nyari-nyari kesalahan yang nggak gue bikin!" Kata Ria, bangkit berdiri dan mengebrak mejanya.
"Nggak usah sok nggak tau lo! Gue tau kemarin lo jalan sama Roni kan? Jangan-jangan emang lo ngerencanain ini dari sejak dulu? Hah?!"
"Eh, Santi! Lo jangan asal ngomong ya!" Ria menunjuk wajah Santi, menatap kesal gadis di depannya itu.
"Gue nggak asal ngomong! Awalnya lo ganggu Wulan dan Joko, sekarang hubungan gue dan Roni? Kenapa? Nggak laku lo?!" Tanya Santi, menatap remeh Ria.
Ria menarik napasnya panjang dan menghebuskannya dengan gusar. Baru sehari ia merasa dunianya tenang, sekarang kembali ada masalah baru lagi.
"Gue bilangin sama lo, ya. Gue sama sekali nggak ada hubungannya sama lo dan Roni," jelas Ria. Berusaha dengan nada sepelan-pelannya.
Santi tertawa. "Bohong lo! Gue tau, lo prustasi karena di tinggal sama Indro kan? Lo patah hati! Makanya lo jadi pengen ngerusak hubungan orang lain biar sama kayak lo!" kata Santi menggebu-gebu.
Ria menatap ke semua orang yang ada di kelasnya dan pandangannya jatuh pada Indro yang hanya diam menatap ke arahnya.
Emang apa yang Ria harapkan dari lelaki itu? Pembelaan? Ria serasa ingin tertawa karena hal itu tidak akan pernah terjadi. Mungkin sekarang, Indro juga sedang menertawakannya dalam diam.
"Lo benar, gue pernah patah karena Indro." Pernyataan Ria membuat orang-orang di kelasnya yang tidak tau kejadian masa lalu Ria dan Indro jadi saling menatap dan berbisik-bisik.
Sementara teman-teman SMP Ria, kecuali Santi, menatap dengan wajah datar. Tidak bisa di tebak.
"Bahkan mirisnya lagi, bukan cuman Indro yang matahin gue," lanjut Ria, tersenyum hambar. "Keluarga dan teman juga ikut menghancurkan gue."
Semua terdiam. Santi yang tadi dengan wajah marahnya pun berubah menjadi datar. Sedikit tercoles mendengar ucapan Ria.
"Ri, kita nggak pernah...
Ria tersenyum mendengar ucapan Wulan, membuat kalimat Wulan menjadi berhenti terucap. "Lo mau bilang kalau pikiran gue salah?" Tanya Ria, terdengar suara serak di sana. "Kalau seandainya gue bisa membuat pikiran gue ini menjadi pemikiran yang salah, gue pasti udah lakuin, Lan. Tapi masalahnya ini benar. Nyatanya lo semua memang udah benar-benar ngehancurin gue."
Ria menatap dalam mata Indro yang juga sedang menatapnya dan ia tersenyum manis. Namun dari senyuman itu bukan bahagia yang teelihat, tetapi terlihat ada luka di balik senyuman itu.
"Cinta gue kandas. Sahabat-sahabat gue pergi. Bahkan keluarga gue nggak pernah mendukung gue. Ternyata kehidupan gue semanis itu."
-----
Maaf jarang update ya 🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
Rindro (SELESAI)
Fiksi RemajaIni tentang Ria, gadis kecil, imut, dan manis. Gadis baik yang berubah menjadi begitu kejam karena sebuah alasan. Di benci oleh orang yang di cintai, di jauhi sahabat, dan tidak di pedulikan oleh keluarga. Lalu, bagaiman gadis manis yang menjelma me...
