31. Devan dan Ria Sebenarnya..

1.8K 180 8
                                        

Devan duduk di kursi luar cafe talk. Tepatnya di bawah langit tanpa atap. Dia memilih tempat yang sunyi, ada yang harus bicarakan dengan orang yang tadi pagi ia kirim pesan.

"Ada apa?"

Suara dingin itu membuat Devan menoleh. Ia melihat Indro—orang yang sejak tadi ia tunggu, berdiri dengan wajah datarnya.

"Duduk dulu," suruh Devan.

Indro mengangguk. Ia menatap Devan, dengan sorot bingung. Pasalnya lelaki ini tiba-tiba mengirimnya pesan tadi pagi, tepat saat ia masih melakukan KBM di sekolah.

"Sebelum lo ngomong, gue mau tanya, Ria dimana?" tanya Indro. "Kenapa dia nggak masuk tadi?"

Devan tersenyum miring. "Dia datang, tapi dia kembali pulang saat melihat ada orang yang lagi pelukan di depan kelasnya," kata Devan, lebih ke menyindir. Bagaimana Devan tau? Sudah pasti Ria yang menceritakan.

Indro mengernyit. "Ria..." kalimat Indro terhenti karena Devan memotongnya.

"Lo nggak perlu khawatir, Ria nggak marah soal itu," jelas Devan, membuat kening Indro semakin mengernyit.

"Lo pacarnya Ria, kan? Kenapa lo seolah..." lagi-lagi kalimat Indro di potong oleh Devan.

"Seolah apa? Udah, lebih baik lo dengerin gue aja," katanya.

Indro berdecak, menatap dingin Devan. Tetapi setelahnya ia mengangguk saja. "Apa?" tanyanya.

"Gue bakalan pergi ke London," ujar Devan, mampu membuat Indro menatapnya dengan melotot.

"Anjing, lo! Lo mau ninggalin Ria?!" umpat Indro. Dia berdiri menarik kerah baju Devan.

Devan melepaskan paksa tangan Indro dari bajunya. "Lo dengerin gue dulu!" sarkas Devan.

Indro kembali duduk dengan emosi yang masih menggebu.

"Mungkin lo dan yang lain beranggapan kalau gue sama Ria pacaran selama ini. Tapi dugaan lo pada itu salah," kata Devan, mampu menurunkan emosi Indro.

"Ma-maksud ,lo?" tanya Indro.

Devan meminum jus oranye yang sudah pesan 2 untuknya dan untuk Indro tadi. "Lo minum dulu," suruhnya.

"Bacot! Cepat jelasin," suruh Indro, menatap Devan tajam.

Devan berdecak. "Gue itu sepupu Ria. Sepupu kandung Ria!" jelas Devan.

Tanpa di sangka, Indro tersenyum tipis mendengar ucapan Devan. Sepupu? Jadi Ria sama Devan hanya sebatas sepupu?

"Ngapain lo senyum-senyum?" tanya Devan. "Oh, gue tau. Lo pasti lagi mikir kalau lo punya kesempatan buat dekat sama Ria lagi kan?" Devan menatap, memicing.

Indro diam, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia kikuk saat Devan tau apa yang sedang ada di pikirannya.

"Lo mau tau, nggak, Ndro, perihal keluarganya Ria?" tanya Devan, menatap serius Indro.

-----

Hohoho.... Devan hanya sepupu guys!!!

Rindro (SELESAI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang