25. Kemana Devan?

1.8K 175 15
                                        

Gue khawatir, kalau nanti gue pergi, lo bisa jaga diri apa nggak, Ri? Gue takut lo kenapa-napa.

Devan

Di jam istirahat, Ria pergi mencari Devan. Tetapi Ria sama sekali tidak melihat keberadaan lelaki itu. Dia sudah mencari ke kelasnya, tetapi lelaki itu tidak ada di sana.

"Ifi?!" panggil Ria, pada gadis yang Ria tau teman sekelas Devan.

"Iya? Kenapa?" tanya gadis pakai kaca mata itu.

"Lo lihat Devan, nggak?" tanya Ria.

Ifi menggeleng. "Devan nggak masuk hari ini. Emang lo nggak tau? Kan lo pacarnya," ucap dan tanya balik gadis itu.

Ria memutar bola mata jengah, mendengar kalimat terkahir gadis itu. Tapi tunggu! Apa tadi katanya? Devan tidak masuk? Padahal tadi pagi dia berangkat bersama Devan.

"Lo serius? Tadi pagi gue bahkan datang bareng Devan," tanya Ria lagi.

Ifi mengangkat bahunya. "Gue nggak tau. Tapi Devan emang nggak masuk kelas hari ini," ujarnya lagi. "Gue duluanya," pamitnya dan pergi setelah Ria mengangguk.

Devan kemana?

Ria pergi ke parkiran sekolah untuk melihat keberadaan mobil itu, tapi nihil. Mobil Devan tidak ada di tempat yang tadi pagi ia parkirkan.

"Pak?!" panggil Ria, pada satpam sekolah ya.

"Iya, Neng? Kenapa?" tanya Pak Gugus.

"Bapak tau Devan, nggak?" tanya Ria.

Pak Satpam itu mengangguk. "Murid baru yang pacarnya neng, kan?" tanya balik Pak Gugus.

Ria mengangguk. "Bapak lihat dia dimana?" tanya Ria.

"Loh, emang nggak ada di dalam, Neng?" tanya Pak Gugus.

Ria menggeleng. "Mobil dia juga nggak ada di parkiran pak. Padahal tadi pagi saya berangkat sama dia," ujar Ria.

Pak Gugus tiba-tiba menepuk jidatnya. "Oh, iya, saya lupa, Neng. Tadi Mas Devan itu sebelum bel masuk kembali keluar dari sekolah," jelas Pak Gugus.

"Hah? Ngapain pak?" tanya Ria kaget.

"Tadi katanya ada buku catatan yang ketinggalan, Neng. Kebetulan gerbang juga belum di tutup, ya udah saya biarin aja," jelas Pak Gugus.

Ria berdecak. Ia tau Devan berbohong. "Ya udah, Pak. Makasih, ya," kata Ria, lalu pergi dari sana.

Ria kembali masuk ke sekolah dengan pikiran yang di penuhi tanda tanya. Kemana Devan? Apa yang menjadi urusan Devan? Kenapa Devan tidak cerita apa-apa kepada Ria? Ria benar-benar pusing memikirkannya.

Buruk!

Karena tidak fokus, Ria tidak sengaja menabrak bahu seseorang. Dia melihat ke samping, tepatnya pada orang yang baru saja ia tabrak. Loly. Setelah obrolan tadi pagi, lagi-lagi ia bertemu gadis itu.

Flashback on

"Ria?"

Ria menoleh dan berdecak melihat orang yang memanggilnya barusan. Dia memutar bola mata malas.

"Mau ngapain lo manggil gue?"

"Gue boleh ngomong sama lo sebentar?" tanya Loly, menatap Ria dengan tatapan berharap.

Ria mengernyit, "lo mau ngomong apa? Mau ngomong kalau lo sama Indro jadian? Udah, deh. Gue udah tau juga," ujar Ria, dengan menatap sinis Indro.

"Iya gue udah jadian sama Indro. Apa lo nggak cemburu?" tanya Loly.

Ria berdecak. "Nggak usah lo urusin hidup gue, Lol. Urus hidup lo sendiri. Mau gimana pun perasaan gue, lo nggak perlu tau!"

Setelah mengatakan itu, Ria pergi meninggalkan Loly.

Flashback Off

"Lo lagi ada masalah, ya, Ri?" tanya Loly, melihat wajah Ria yang tampak kusut.

Ria berdecak dan menatap gemas orang di depannya ini. "Harus berapa kali, sih, gue harus bilang sama lo, kalau lo jangan urus hidup gue?!" kesal Ria. "Lo mau hidup lo gue usik?!" ancam Ria, dengan menatap dingin Indro.

"Loly cuman perhatian sama, lo. Tapi respont lo malah gitu, Ri. Emang nggak bisa lo menghargai perhatian orang lain?"

Ria memutar bola matanya, mendengar suara itu. Kepalanya yang tadi pusing memikirkan Devan jadi semakin pusing di buat oleh dua orang ini.

"Apa? Mau bilang gue salah, jahat lagi kayak abang lo itu?" tanya Ria, menatap sinis Indro yang berdiri di samping Loly.

"Lebih tepatnya lo nggak punya hati,Ri."

Ria tersenyum. "Iya makasih atas pujiannya," ujarnya dan segera berlalu.

"Ndro!" tegur Loly. "Dengan lo kayak gitu, lo malah semakin jauh sama Ria."

"Gue tau," jawab Indro dinging.

Sebenarnya sejak tadi Indro mengikuti Ria. Dari gadis itu pergi ke kelas Devan, berbicara dengan Ify, dan terakhir menemui satpam sekolah. Indro kesal melihat Ria yang begitu khawatir pada Devan.

Meski gue tau dia adalah pacar lo sekarang, tetapi tetap aja hati gue nggak bisa terima lo perhatian ke dia, Ri.

-----

Spoiler dikit cerita yang mau gue buat setelah end Rindro 🤭

Spoiler dikit cerita yang mau gue buat setelah end Rindro 🤭

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rindro (SELESAI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang