"Perasaan gue sama lo mungkin sempat menjadi sebuah keraguan, Ri. Tapi sekarang gue yakin, kemana pun gue melabuh, hati gue akan tetap pulang ke pemiliknya. Dan pemiliknya itu, lo, Ri!"
Indro
"Ri? Apa bisa, gue perbaiki kesalahan gue? Apa bisa, kita mulai semuanya dari awal? Lebih tepatnya, apa bisa rasa yang pernah saling ada sekarang kita satuin menjadi satu agar utuh?"
Ria menatap dalam kedua bola mata Indro, tidak ada kebohongan di sana. Hanya ada tatapan ketulusan yang Indro tunjukkan kepada Ria. Tapi masalahnya, tatapan tulus itu Ria inginkan dulu. Dulu, di saat semua orang menatapnya dengan kebencian.
Ria melepaskan tangannya yang di genggam Indro dengan pelan. Ia menggeleng, sambil tersenyum paksa ke arah Indro. "Semua udah terlambat, Ndro. Meski hati gue masih ada untuk lo, bukan berarti gue bakalan terima lo lagi di kehidupan gue," jawab Ria.
"Tapi kenapa, Ri? Lo ragu sama perasaan gue?" tanya Indro.
Ria mendekat ke arah Indro dan tiba-tiba Ria memeluk Indro. Sontak hal itu membuat Indro kaget setengah mati, jantungnya berdetak begitu cepat.
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik
Ria melepaskan pelukannya dan mundur dua langkah. Dia tersenyum,"gue percaya, lo emang masih punya perasaan sama gue. Jantung lo berdetak begitu cepat," kata Ria.
"Lalu?" tanya Indro, mengangkat sebelah alisnya.
Ria menghembuskan napasnya berat. "Tapi masalahnya adalah perasaan lo bukan lah hal yang gue inginkan sekarang, Ndro."
"Ri? Gue tau gue salah. Gue minta maaf karena udah nyakitin perasaan, lo," lirih Indro.
Ria mengangguk."Gue udah maaf'in lo. Gue juga akan belajar ngelupain semua hal yang lo lakuin dan juga teman-teman lo. Tapi satu yang gue minta, lo semua juga tetap harus lupain gue. Seperti sebelumnya, gue yang udah nggak pernah di anggap lagi," jelas Ria, panjang.
"Itu sama aja lo nggak bisa maaf'in gue, Ri?" lirih Indro, menatap sendu Ria.
Ria tersenyum hambar. "Memaafkan itu ada dua hal, Ndro. Yang pertama, memaafkan dan menerima kembali. Dan yang kedua, memaafkan dan melupakan. Dan sekarang, gue memilih yang kedua. Memaafkan dan melupakan segalanya."
"Tapi, Ri..."
"Nggak, Ndro!" potong Ria. "Sekarang gue minta tolong sama lo. Anggap segalanya tentang gue, lo, dan mereka, nggak pernah terjadi apa-apa. Biarkan gue tenang dengan jalan gue sendiri," pinta Ria, dengan nada lemah.
"Gimana mungkin gue bisa ngelupain semuanya? Perasaan gue sama lo mungkin sempat menjadi sebuah keraguan, Ri. Tapi sekarang gue yakin, kemana pun gue melabuh, hati gue akan tetap pulang ke pemiliknya. Dan pemiliknya itu, lo, Ri!" kata Indro, menaikkan sedikit nada bicaranya.
Ria menutup matanya, dia jengah mendengar ucapan Indro. Jika Indro terus berkata seperti itu, Ria takut pertahanannya akan roboh.
"Gue benar-benar cinta sama, lo, Ri!" Indro berjalan mendekati Ria, tetapi ucapan Ria menghentikan langkahnya.
"Tetapi gue udah punya Devan!"
Bagai sengatan petir di siang hari, badan Indro bergetar. Tubuhnya terasa kaku, hatinya benar-benar hancur. "Lo sama Devan..." Indro tidak sanggup melanjutkan ucapannya.
Ria mengangguk, mantap. "Iya. Gue sama Devan pacaran."
-----
Kaget nggak? Kaget nggak? Kaget, lah, masa nggak!
Baca, harus koment, ya!
Spam next, biar lanjut!!!
Oh, iya. Kasih pesan buat Ria dan Indro dong 🙏🥺
KAMU SEDANG MEMBACA
Rindro (SELESAI)
Teen FictionIni tentang Ria, gadis kecil, imut, dan manis. Gadis baik yang berubah menjadi begitu kejam karena sebuah alasan. Di benci oleh orang yang di cintai, di jauhi sahabat, dan tidak di pedulikan oleh keluarga. Lalu, bagaiman gadis manis yang menjelma me...
