Mereka semua sudah menunggu dirumah sakit, Wijaya dan Agatha juga ada disana,
"Lina?! Untuk apa kamu datang?!" Tanya Widya
"Untuk mengetahui kebenaran siapa anak Aldo! Untung saja kamu belum menyerahkan peternakan dan kebun atas nama Bella! Bisa bisa mereka kabur setelah ini!"
"Bunda!" Teriak Aldo
"Mohon maaf, tapi perlu anda ketahui, jumlah peternakan dan perkebunan anda tidak sebanding dengan harta saya" jawab pelan Wijaya namun menohok hati
Lina hanya tersenyum kecut, ikut duduk disana menunggu hasil keluar.
Sella dan Indira tampak percaya diri, Maya juga tak kalah percaya diri
Seorang petugas keluar mengantarkan 2 surat hasil tes itu
Aldo melihat 2 lembar kertas itu kemudian melihat Sella dan Indira bergantian, dia mematung
Widya merebut kertas itu dan mulutnya terbuka lebar,
"Ini tidak mungkin!" Teriak Maya melihat hasil tes Indira cocok dengan Aldo
"Lihat sendirikan? Aku tidak berbohong, Indira memang anak kandung Aldo" kata Sella
"Do! Ada yang salah pasti! Tidak mungkin Bella bukan anakmu!" Kata Maya
Widya terdiam, Sella tersenyum puas.
*
Diam, hening memenuhi ruang keluarga rumah Aldo. Semua duduk mengelilingi meja tamu.
Maya sendiri bingung, bagaimana bisa hasil tes itu tidak cocok?
"Jadi bagaimana pertanggungjawaban mu pada kami?" Tanya Sella pada Aldo
"Aku ingin tes ulang!" Kata Maya
"Silahkan tapi hasilnya pasti tetap sama!" kata Sella
"Aldo kami menungu keputusanmu!" Kata Wijaya
"Nikahi Sella Do! Papamu saja punya 2 istri, kenapa kamu tidak?" Kata Lina
Bella menatap tajam nenek tirinya itu.
"Kita pulang!" Kata Wijaya menarik tangan Maya
"Pa, tunggu"
"Tunggu apa lagi? Laki laki ini pasti memilih anak kandungnya! Untuk apa kamu masih disini?! Kamu ingin melihat Bella tersiksa?" Kata Wijaya
"Pa ! Bella anakku! Terlepas dia anak kandungku atau bukan!" Kata Aldo
"Apa kamu lebih memilih anak dan cucu saya? Jika begitu kamu tidak boleh memedulikan mereka!"
Aldo terdiam, dia sungguh dilema sekarang
"Lihatkan? Kamu saja tidak berani mengiyakan"
"Ma, Bella ikut opa oma pulang, Bella tidak berhak disini, jika mama tetap mau disini Bella tidak akan melarang" Bella menggandeng omanya naik membantunya berberes
"Bella .. " Widya mengejarnya hingga keatas
"Jika Bella ingin pulang aku juga akan pulang!" Kata Maya dingin pada Aldo
Bella turun membawa kopernya, bersamaan dengan Maya juga
"May ! Tunggu May, jangan pergi! Kita bicarakan dulu!"
"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi Do, sudah jelas semua ! Kamu tidak percaya padaku! dan dia meminta pertanggungjawaban mu! aku tak akan pernah mau dimadu!" Kata Maya tegas
Maya dan Bella pergi meninggalkan Aldo, Widya menangis tak rela Bella pergi jauh darinya.
Sella dan Indira masuk ke kamarnya, tersisa Lina, Widya dan Aldo
"Jadi kapan pernikahannya?" Tanya Lina santai
"Aku tak akan menikah!"
"Kamu lebih memilih anak yang tidak jelas siapa ayahnya?"
"Lina! Diam kamu! Sampai kapan pun Bella tetap anak aldo!"
"Terserah, jangan lupa undangannya Do, bunda tunggu" kata Lina mengambil tas dan pulang
"Ma aku harus bagaimana?"
"Gila kamu gila! Semua salahmu!"
"Dulu aku berjanji akan menikahi wanita tersebut, tapi sekarang aku tak sanggup melakukannya"
"Pikirkan cara lain selain itu! Mama juga tidak mau punya menantu seperti dia!"
*
"Aku yakin pria itu Aldo ma! Bella anak Aldo! Dan Lisa dia yang pergi bersama denganku ke club itu! Ini semua rencana Lisa!"
"Tapi apa untungnya juga dia melakukan itu?"
"Aku juga tidak tahu ma, tapi aku ingin tes ulang!"
"Papa rasa tidak perlu, jika hasilnya sama lagi? Tidakkah kamu lebih terpukul?"
"Aku ke atas dulu melihat Bella" Maya langsung naik tanpa mengindahkan ayahnya
"Pa, bagaimana ini? bagaimana jika kita keta-
"Ssstt, diam ma, tidak ada yang tahu kecuali kita berdua! jadi jangan sampai mama keceplosan!" kata Wijaya pada istrinya
Maya berjalan mengitari tangga mewahnya menuju kamar, Bella sedang memeluk lututnya dan menenggelamkan wajahnya
"Sayang, jangan menangis terus ya"
"Papa bukan papa Bella kan? Tapi Bella sayang sama papa" cicit Bella yang mengiris hati
"Bella anak papa, mama yakin! Ada yang salah dengan tesnya!" Kata Maya berusaha meyakinkan
*
Aldo berbaring dikasur besarnya sendiri, menatap langit kamar berwarna hijau mint itu , Aldo dan Maya berdebat untuk warna cat kamar akhirnya warna mint itu dipoles di langit kamar karena Aldo tidak mau jika kamarnya semua dicat warna mint
Pintu terbuka, Aldo kaget melihat Sella dengan gaun tidur tipis mendatanginya
"Kamu butuh teman tidur Do?"
"Keluar Sella! Ini kamarku dengan Maya!"
"Bukannya kita akan segera menikah?"
"Aku tidak akan pernah menikahimu!"
"Maksudmu?"
"Aku akan menafkahi Indira tapi tidak dengan menikahimu"
"Jadi aku bagaimana?!"
"Terserah padamu Sel, yang jelas aku akan bertanggung jawab atas anakku"
"Kamu harus menikahi aku! Aku malu menjadi gunjingan orang selama 13 tahun!"
Mendengar itu Aldo merasa bersalah, tapi dia tetap tidak akan menikahi Sella meski langit berbagai dua hal itu tetap tidak akan terjadi. Cintanya hanya untuk seorang Maya.
...
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Inheritance Love
RomansaBerdamai dengan masa lalu memang tidak mudah, Tapi Masa lalu itu bagian dari cerita kita. -Aldo&Maya-
