"Kamu mengerti bahasa Belanda dan Jerman?" tanya Aldo ketika mereka masuk ke kamar
"Aku juga tidak tahu Do, aku merasa aku mengerti percakapan kalian dan lidahku secara otomatis bisa mengucapkanya, aku sendiri sangat terkejut"
Aldo mengedipkan matanya berkali-kali memastikan wanita didepannya ini adalah Maya bukan roh asing yang merasuki tubuhnya.
"Tapi untunglah kamu bisa melewati makan malam ini dengan baik, aku sempat takut ketika kamu duduk ditengah tadi"
"Aku juga tidak tahu mana yang harus aku gunakan, tapi tanganku secara alami mengambil satu diantara banyak pilihan"
Aldo bingung, begitu juga dengan Maya, tapi mereka tidak mau ambil pusing, sudah bisa melewati hari yang menegangkan saja mereka sudah amat bersyukur.
Aldo dan Maya sama-sama merebahkan diri dikasur, mereka sama-sama menatap langit-langit kamar.
Aldo memilih memunggungi Maya karena jantungnya seakan ingin meledak, Maya yang juga tidak bisa tidur memilih duduk di toilet, jantungnya juga berpacu kencang disebelah Aldo.
Listrik tiba-tiba padam, Maya menjerit keras di toilet
"AAAAHHH !!!"
Aldo segera berlari ke depan toilet,
"May! buka pintunya ! Maya !"
Tidak terdengar balasan dari dalam,
"Maya ! kamu baik-baik saja kan?!" Aldo juga panik, kondisi kamar gelap gulita
Akhirnya Aldo berusaha mendobrak pintu kamar mandi dan menemukan Maya sedang duduk meringkuk dilantai.
"Maya !" Aldo berusaha mendekat tapi Maya malah histeris
"Jangan ! jangan sentuh aku ! pergi ! jangan !" tangan Maya memukul udara
Aldo menyalakan senter dari ponselnya, segera memeluk Maya erat meski Maya terus memberontak,
"Tidak ! jangan ! jangan ! aku tidak mau ! jangan!"
"Maya ! ini aku Aldo ! tenang May ! tenang !" Aldo berusaha memeluk Maya seerat mungkin hingga Maya melemah dan pingsan
"Do ! ada apa?!" Widya masuk dengan senter
"Maya pingsan!" Aldo menggendongnya dan meletakkanya dikasur
"Kenapa bisa?!"
"Dia ditoilet tadi ketika listrik padam"
"Sepertinya listriknya baru akan menyala besok Do, mama dengar sedang ada pemutusan listrik bergilir"
"Nanti dulu ma, urus Maya dulu"
"May ! Maya ! bangun nak!" Widya bergegas mengambil minyak angin dan dibalurkan ke kepala dan hidung Maya
Mendapat serangan dari minyak angin yang luar biasa panas membuat Maya tersadar,
"Ah ! panas !" teriak Maya pertama kali
"May ! kamu tidak apa-apa?! ada yang sakit? kamu pusing?" tanya Aldo
"Panas Do, pelipisku dan hidungku"
"Maaf May, sepertinya mama pakaikan terlalu banyak"
Aldo melihat isi botol minyak itu tinggal setengah,
"Ma ! mama membalurkan setengah botol itu? pantas saja Maya kepanasan"
"Ma, kenapa listrik mati?" tanya Maya
KAMU SEDANG MEMBACA
Inheritance Love
RomanceBerdamai dengan masa lalu memang tidak mudah, Tapi Masa lalu itu bagian dari cerita kita. -Aldo&Maya-
