Lagi ⚠️

496 41 15
                                        

Maya sedang memoles wajahnya, dia ingin tampil secantik mungkin dipesta nanti.

"Sudah cantik May" kata Aldo yang sebenarnya kode agar Maya bisa cepat menyelesaikan acara dandannya, dia takut terlambat karena ini sudah memasuki jam padat lalu lintas

"Bagaimana Do? Masih kurang?"

"Sudah sangat cantik, jangan ditambah lagi nanti jadi menor" jawab Aldo berdiri dibelakang istrinya

"Ayo berangkat" kata Maya menggandeng Aldo

*

"Do, sekarang kenapa Bella jadi menjauh dariku?" tanya Maya menyandarkan kepala dipundak suaminya yang masih fokus menyetir

"Tidak ah May, kenapa berpikir seperti itu?"

"Kenapa Bella tidak mau berangkat dengan kita?"

Aldo ingin sekali berteriak, bukan apa Bella berangkat dengan Widya karena Bella ditugaskan menjadi pembawa bunga, sehingga Bella tentu harus ikut briefing dengan WO.

"Nanti juga Bella pulang dengan kita May, kamu tidur saja dulu, masih jauh perjalanan kita"

Maya memejamkan matanya, tapi tetap terus menggengam tangan Aldo

Aldo bisa bernapas sedikit setidaknya tidak akan ada drama aneh selama perjalanan, tapi itu semua salah, tangan nakal Maya mulai meraba-raba bagian bawah miliknya

"May, kamu tidak tidur?"

"Tidak bisa tidur Do, aku ingin .. kata Maya melihat ke arah miliknya

"Sayang ! kemarin kan sudah"

"Hari ini kan belum" Aldo panik tidak mungkin dia melakukannya disini , tangan Maya tak berhenti bergerak membuatnya semakin resah

"Sayangku, aku sedang menyetir"

"Memangnya kenapa? Aku suka merabanya"

"Sayang, nanti ya jangan sekarang" tangan Aldo menggeser tangan Maya tapi hanya 2 detik tangan itu kembali pada miliknya

"Ini juga macet Do"

"May ! jangan aneh-aneh, kata dokter jangan keseringan"

"Selama ini tidak ada masalahkan?"

Maya semakin meremas kuat, Aldo berusaha menahan, jangan sampai dia lepas kendali bisa viral karena mobil bergoyang.

"Nanti malam ya May jangan sekarang tolong, aku ingin kita selamat sampai tujuan"

Maya akhirnya melepaskan tangannya dan mengelus perutnya, ponsel Maya berbunyi,

"Do, acaranya diundur, mobil pengantin juga terjebak macet, bagaimana jika kita pesan kamar dihotel tempat resepsi Mira?" tanya Maya

Aldo pura-pura tuli, karena kesal Maya meremas kuat adiknya Aldo

"Ahk! Maya ! iya, iya, iya kita pesan kamar, tapi berhenti ya tanganmu"

Maya akhirnya melepaskan tangannya dan langsung memejamkan matanya.

Aldo menjadi was-was jika ada pergerakan dari tangan Maya, mereka tiba dihotel, Aldo langsung memesan kamar, sebenarnya dia tidak ingin tapi bagaimana dia juga tidak bisa menolak.

*

"Eeegghh ~ aah ~ ah ~ ah ~ Do ~ lebih kuat" desah Maya menggema dikamar

Aldo berlutut dengan cepat menghantam dari belakang, bola kembar Maya bergelantungan bergerak ke kiri dan kanan,

Inheritance LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang