Sekolah sedang libur semesteran, sudah 3 hari Bella tidak ada kegiatan selain mengekori kemana ayah dan ibunya pergi, karena Aldo kebanyakan dipeternakan membuat Bella memilih berdua dirumah bersama Maya.
Saking tidak ada aktifitasnya dirumah Bella selalu mengikuti Maya kemana saja, mulai dari memasak didapur, sampai mencabuti rumput pun Bella ikut.
"Ma, Bella balik ke rumah opa oma saja ya?" rengek Bella
"Kenapa? Bella bosan? kan baru kemarin dari rumah opa oma"
"Bosan sekali ma, tahu begini Bella ikut eyang saja ke Thailand"
"Bergabung dengan kelompok oma-oma?"
"Ya tidak apa, daripada Bella dirumah terus, cuman makan tidur"
"Ajak papa liburan bagaimana?" tanya Maya melihat wajah cemberut putrinya
"Kemana?"
"Terserah Bella, nanti papa pulang Bella beritahu saja"
Bella menunggu dengan sabar kepulangan Aldo diteras depan, Bella tersenyum kala mendapati mobil ayahnya masuk kegarasi
"Papa !" Bela berlari memeluk Aldo
"Kenapa diluar?"
"Pa, Bella bosan dirumah terus, kita pergi liburan ya pa?"
"Tapi pekerjaan papa belum bisa ditinggal" kata Aldo yang sudah duduk disofa sambil memangku anak gadisnya
"Terus bisanya kapan?"
"Minggu depan mungkin?"
"Minggu depan Bella sudah masuk sekolah pa" Bella turun dari pangkuan ayahnya dengan wajah kusut
"Bella mau kemana memangnya?"
"Ke Labuan Bajo"
"NTT?" tanya Maya datang membawa kopi
"Iya ma, kata Abian disana sangat menyenangkan dan cocok untuk berlibur"
"Eem, Bella pergi dengan mama saja ya" kata Aldo menyeruput kopi itu
Wajah Bella benar-benar kusut sekarang,
"Papa memang tidak pernah peka !" kata Bella lalu meninggalkan orangtuanya
"Bel, Bella" panggil Maya tapi tidak diindahkan Bella
"Apa aku salah?" tanya Aldo polos
"Dasar tidak peka!" gantian Maya mengatai Aldo kemudian kembali ke dapur
Aldo bingung, perasaan dia tidak salah bicara, jika memang putrinya ingin pergi dia pasti akan mengijinkan.
"Sayang, coba katakan, aku tidak peka dibagian mana?" Aldo mendaratkan dagunya dipundak Maya
"Bella itu mau liburan keluarga Do! kenapa kamu malah menyuruhnya pergi denganku? dulu kami sudah sering pergi liburan berdua"
"Oh, pantas saja Bella marah, ya sudah ayo kita berangkat besok"
"Hah? besok? terlalu mendadak Do"
"Aku tinggal pesan tiket hotel , pesawat dan mencari referensi tempat wisata, tidak perlu banyak waktu untuk itu"
"Tapi tetap saja besok terlalu cepat Do"
"Tenang, biar aku yang urus" kata Aldo yang tanganya mulai merambat keatas dada Maya
"Aldo ! tanganmu jangan nakal!" semakin Maya mengomel semakin kuat remasan tangan itu
KAMU SEDANG MEMBACA
Inheritance Love
Storie d'amoreBerdamai dengan masa lalu memang tidak mudah, Tapi Masa lalu itu bagian dari cerita kita. -Aldo&Maya-
