Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Selamanya ⚠️

1.1K 47 44
                                        

Bella tiba tiba pingsan, Aldo menggendongnya ke kamar, Maya mengikuti dengan khawatir.

"Bella! Sayang ! Bangun nak!" Maya menepuk pipi Bella pelan

"Ini May" Widya menyodorkan minyak angin

"Do! Bawa kerumah sakit saja Do! Aku takut!" Kata Maya

"Mama ... Tidak perlu, Bella hanya pusing ma"

"Nak, pusing ya? Mama pijatkan ya?"

"Bella, kamu masih tidak nyaman dimana?" Tanya Aldo

"Tidak ada pa, Bella sekarang sudah senang Bella anak papa"

Aldo memeluk putrinya erat sekali,

"Papa sudah bilangkan, mau kamu anak kandung anak sambung atau anak apapun, kamu tetap anak kesayangan papa" kecup Aldo dipucak kepala Bella

"Sudah Bel, berbaring dulu" kata Maya

"Akhirnya semua sudah jelas, maaf ya May sudah membuatmu terluka" kata Widya

"Tidak apa ma, yang penting semua sudah selesai"

"Bella sudah tidak apa kan? Eyang bisa ke Swiss dengan tenang"

"Eyang, jangan lupa beli coklat yang banyak ya"

"Nanti eyang belikan sekalian pabriknya bagaimana?"

Bella tertawa mendengarnya, melambaikan tangan tanda perpisahan sementara dengan eyangnya.

Maya menarik Aldo keluar dan masuk ke kamar mereka, duduk dikasur

"Aldo ada yang ingin aku sampaikan"

"Ada apa sayang? kenapa pucat wajahmu?"

"Sebenarnya Bella bukan anak kandungku, itu berarti dia bukan anakmu"

Hening, Aldo diam tak menjawab

"Aku juga baru tahu dari papa, maafkan aku Do jika kamu tidak bisa menerima Bella aku bersedia bercerai, aku sudah terlanjur sangat menyayangi Bella" kata Maya menunduk penuh air mata

"Kamu ingin Bella tidak memiliki ayah lagi?" tanya Aldo

Kepala Maya terangkat dengan reaksi Aldo yang biasa saja,

"Bella anakku, selamanya anak kita"

"Aldo"

"Aku sudah tahu ketika aku cek ulang, dan papa juga sudah memberitahuku"

"Bagaimana kita memberitahu mama? mama pasti kecewa"

"May, kita rahasiakan dari mama ya?"

"Aldo! tapi -

"Jika mama tahu, aku takut mama berubah terhadap Bella, kamu tidak ingin Bella tahu kan?"

Maya menggeleng keras,

"Mulai sekarang kita harus menghapus kenyataan bahwa Bella bukan anak kita, Bella itu anak kita, oke? dan tidak pernah ada kata cerai juga dirumah ini"

Maya memeluk erat Aldo menangis seperti anak kecil hingga segugukan

"Terima kasih Do, terima kasih"

"Papa, katanya ada hadiah untuk Bella?" Bella tiba-tiba masuk ke kamar orangtuanya, Maya berlari ke toilet dengan segera

"Bella! Kamu kuat jalan nak? kenapa kamu kemari? Hadiahnya ada dibawah sayang, papa gendong ya?"

Inheritance LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang