Cuaca hari ini begitu sejuk, langit biru dengan sedikit awan putih yang membuat sebagian tanah dibumi teduh, udara yang segar walaupun ditengah hiruk pikuk manusia yang mulai sibuk menjalankan rutinitasnya, dan matahari yang mulai naik dengan cahayanya yang mulai menyinari sebagian isi bumi, indah, tenang dan seolah berkata hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan.
Mungkin memang bisa jadi seperti itu.
Hari ini adalah hari pertama Azzayra bersekolah di SMA Garuda.
Pagi pagi sekali, gadis dengan perawakan cukup tinggi, berbadan kecil dan berambut panjang itu sudah bersiap-siap untuk pergi sekolah.
Sebelum pergi, Azza menyempatkan diri mengunjungi suatu tempat untuk berpamitan pada satu-satunya keluarga yang ia miliki.
Tak butuh waktu lama, kini Azza sudah duduk di atas motor besarnya, mengendarainya, menancap gas dan membelah jalanan kota Jakarta yang sudah lumayan padat pengendara.
Jika kalian berpikir Azza adalah gadis manis, anggun dan polos.
Kalian salah.
Hobinya adalah mengendarai motor besar, dia juga sudah memegang sabuk hitam taekwondo. Bahkan Azza tak tau caranya ber-make up, dia hanya bisa melakukan perawatan wajah yang dia tahu saja. Tanpa make up pun, wajahnya sudah terlihat sangat cantik.
Saat sedang berkendara, dan sudah hampir dekat dengan sekolah. Tiba-tiba suara deruman motor yang saling menyahut terdengar begitu bising dari arah belakangnya.
Azza menatap kaca spion dan mendapati seorang pengendara motor besar hitam yang memimpin sekitar 10 pengendara motor besar lainnya yang sedang melaju cepat ke arahnya.
Merasa tak mau tersaingi, sebelum sekumpulan motor itu berhasil menyusulnya, Azza dengan cepat menancap gas untuk dapat segera memasuki area sekolah dan mendapatkan area parkir dengan mudah.
Beberapa orang di antara sekumpulan motor dibelakangnya itu melaju dengan cepat untuk dapat mensejajarkan nya dengan Azzayra, saat mata mereka menangkap seorang pengendara yang menarik perhatian mereka.
Jantung Azzayra berdetak lebih kencang saat menyadari jika sekumpulan orang-orang itu adalah GARGLE.
Tidak perlu ditanya kenapa Azza dapat mengetahui mereka. GARGLE adalah geng motor besar di Ibu Kota yang dinaungi oleh Jazzriel beserta teman-temannya. Geng motor yang mustahil tidak orang kenali.
Karena sudah terlanjur menantang, Azza dengan berani semakin menancap gas untuk dapat melewati gerbang sekolah lebih dulu. Azza jelas tau jika seluruh anggota GARGLE bersekolah di sekolah yang sama dengan sekolah yang akan menjadi sekolah barunya.
Jika dilihat dari depan, Azza sudah terlihat seperti ketua geng motor. Pasalnya, dia berada tepat ditengah-tengah diantara ke empat motor besar yang berada di samping kiri dan kanan nya.
Semua orang yang melihat segerombolan motor besar yang sudah mendekati area gerbang pun menatapnya bertanya-tanya.
Bisikan-bisikan diantara murid-murid pun semakin ramai, tidak tau membicarakan apa, yang jelas mereka yang sedang berjalan pun tiba-tiba ikut diam tak melanjutkan langkahnya dan menatap histeris juga penasaran kearah Azzayra yang datang bersamaan dengan seluruh anggota inti GARGLE.
"Udah kaya lagi nonton MotoGP aja mereka, rame banget." gumam Azza.
Azza berhasil melewati gerbang sekolah lebih dulu, disusul oleh ke empat motor besar lainnya dan sisanya baru dapat memasuki area parkir saat Azza sudah memarkirkan motornya dibarisan paling depan dan berada tepat ditengah-tengah.
Selain ramai oleh suara teriakan dari para fans nya GARGLE, bisikan bisikan yang mempertanyakan tentang gadis yang berani memarkirkan motornya di tempat yang sudah di klaim sebagai tempat parkir miliki para anggota inti GARGLE pun mulai terdengar jelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
GARGLE
Ficção Adolescente" Lo itu rumah sekaligus semesta buat gue ". " Basi ".
