Zyara masih bersembunyi di bawah meja. Ia melihat ke sekeliling. Semuanya gelap. Melalui jendela yang gordennya sedikit menyingkap, Zyara melihat cahaya bulan yang bersinar di luar sana.
Tampaknya semua lampu di desa mati total.
Zyara bertahan di bawah meja. Ia memeluk lututnya. Terdengar suara langkah diseret yang menuju ke arahnya. Zyara menelan saliva. Ia mengambil pecahan vas di depannya untuk berjaga-jaga.
Langkah itu semakin dekat lalu suaranya menghilang. Zyara menyipitkan matanya lalu melihat ke sekeliling. Ia sudah tidak mendengar apa-apa lagi. Namun, ia merasakan deru napas tertahan.
Tangan Zyara gemetar saat menyadari sesuatu yang kini berada di depannya. Meski ia tidak bisa melihatnya, ia bisa merasakanya. Zyara nyaris menangis karena ketakutan. Ia menundukkan wajahnya. Dahinya menyentuh lututnya yang ditekuk.
Sebuah tangan menyentuh kakinya. Zyara menggeleng ketakutan. Ia mencium aroma hangus. Gadis itu mendongkak menatap sosok hitam di depannya. Zyara bisa melihat bagian putih mata dari sosok di depannya itu.
Perlahan tangan Zyara bergerak menyentuh tangan sosok itu yang menempel di kakinya.
"Resa," panggilnya.
Tiba-tiba sosok bergaun merah muncul dan sosok berwajah gosong itu terlempar ke dinding lalu berubah menjadi asap hitam.
Zyara menelan saliva lalu ia menunduk lagi. Kali ini ia benar-benar menangis dalam diam. Rasanya bernapas pun tidak bisa.
Sosok bermata merah melihat asap hitam yang masuk ke dapur. Ia tersenyum lebar lalu melangkah ke dapur.
Zyara tersentak kaget mendengar suara benda yang berjatuhan di dapur. Ia juga mendengar suara ketukan di pintu depan. Zyara ingin berteriak, tapi suaranya tercekat dan tertahan di tenggorokannya.
Tolong! Tolong aku! Jerit Zyara dalam hati.
Tiba-tiba sebuah kursi terlempar ke arah Zyara, tapi beruntung tidak mengenainya sedikit pun. Karena Zyara di bawah meja. Kursi tersebut mengenai kaki meja.
Terdengar suara pintu dibuka. Zyara melihat ada orang yang masuk dan menekan saklar, tapi lampunya tidak menyala. Zyara berusaha mengeluarkan suaranya, tapi tidak ada satu pun kata yang keluar dari mulutnya.
Salah satu dari orang itu menyatakan senter HP dan disorotkan ke sekeliling.
"Zyara? Zyara?"
Zyara mengenali suara itu. Itu adalah suara Irgina.
Terdengar suara benda jatuh dan pecah di dapur. Zyara melihat orang-orang itu berjalan menuju dapur.
Zyara tidak tinggal diam. Ia segera mencengkeram kaki salah satu dari mereka membuat orang itu menjerit kaget.
Mereka mengarahkan sorot senternya ke arah Zyara. Karena silau, Zyara menunduk dan kembali menarik wajahnya.
Beberapa saat kemudian, Zyara mendongkak menatap mereka membuat ketiga orang itu berteriak kaget sampai terjungkal ke belakang.
"Apa yang kau lakukan di sana?!"
Zyara tampak ketakutan. Ia melihat ke sekeliling. "Aku mohon, jangan tinggalkan aku. Menginaplah di sini."
Tiba-tiba lampu ruangan menyala. Terlihat seluruh ruangan yang berantakan. Barang-barang berserakan di mana-mana dan semuanya rusak.
🥀 Flashback Off 🥀
Irgina mencerna cerita Zyara. "Apakah kau pertama kalinya melihat sosok hantu bermata merah dan bergaun merah itu?"
"Tidak, aku pernah melihatnya sebelumnya. Sebenarnya... aku sering melihatnya." Zyara mengalihkan pandangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MISANTHROPE
HororSINOPSIS Bermula dari seorang editor naskah novel yang mencari seorang penulis novel yang akhir-akhir ini sulit sekali dihubungi. Seolah-olah ditelan bumi, penulis novel misterius itu tidak ada kabar sama sekali setelah beberapa minggu terakhir. Pem...
