Part 17

170 19 0
                                        

Natalia selesai mandi. Ia melihat Irgina masih tidur. "Kak Irgina? Kita jadi ke Telaga Limus, kan? Mas Yuda mengirim pesan tadi."

Tidak ada jawaban.

Perhatian Natalia teralihkan kala mendengar suara ketukan di pagar depan. Ia pun keluar dari kamar dan melihat ke kamar Zyara yang pintunya sedikit terbuka.
Natalia melihat Zyara sedang duduk di tepi ranjang sambil mengotak-atik ponselnya.

Merasa diperhatikan, Zyara menoleh pada Natalia.

"Kau tidak dengar? Ada orang yang mengetuk pagar," tanya Natalia.

Zyara tidak merespon. Ia kembali fokus ke ponselnya.

Natalia memutar bola matanya kemudian ia bergegas membuka pintu. Terlihat dua orang siswi yang waktu itu bertemu di jalan sewaktu pertama datang ke Desa Limus dan menanyakan alamat Zyara.

"Oh? Kakak penerbit?"

"Kakak masih di sini rupanya?"

Natalia tersenyum. "Namaku Natalia Jeanne, aku editor magang di Penerbit LD."

"Halo, namaku Anita dan ini temanku Sani."

Natalia pun bersalaman dengan kedua siswi yang bernama Anita dan Sani.

"Kalian ke mari untuk bertemu dengan Zyara?" tanya Natalia.

Anita dan Sani mengangguk berbarengan.

"Baiklah, kalau begitu, aku akan memanggilnya." Natalia berlalu masuk.

"Resa punya kenalan seorang editor, dia beruntung sekali," kata Sani.

"Iya, kita harus berbuat baik pada Resa. Siapa tahu dia mengajak kita bekerja di kota suatu hari nanti," sahut Anita.

Natalia mengetuk pintu kamar Zyara. "Teman-temanmu menunggumu. Kau tidak akan berangkat sekolah?"

Zyara mendongkak menatap Natalia lalu menggeleng. "Aku tidak mau."

"Kenapa? Kau..." Natalia tidak melanjutkan kata-katanya saat ia merasakan ada seseorang yang menyentuh bahunya. Ia menoleh, ternyata Irgina.

Irgina menggelengkan kepalanya. "Aku kira kau harus mempersiapkan sesuatu untuk pergi ke Telaga Limus."

"Telaga Limus?" tanya Zyara.

Natalia dan Irgina menoleh pada Zyara yang terlihat antusias.

"Iya, kami akan pergi ke Telaga Limus, kau mau ikut?" tanya Irgina.

Natalia menatap Irgina dengan tatapan tak percaya. Sebenarnya ia kurang senang Zyara yang menurutnya kurang sopan. Ia merasa sedikit kesal saat Irgina mengajaknya.

"Apa aku benar-benar boleh ikut?" tanya Zyara.

Irgina mengangguk. "Bersiaplah, aku akan bilang teman-temanmu kalau kau tidak bisa pergi ke sekolah."

Zyara mengangguk semangat.

Irgina menemui Sani dan Anita. "Sepertinya Resa sedang tidak enak badan. Dia tidak bisa pergi ke sekolah hari ini."

Sani dan Anita saling pandang.

"Tapi, Kak, Resa sudah lama tidak masuk sekolah," kata Anita.

"Apa?" Irgina tampak berpikir.

"Kalau begitu, kami permisi." Sani dan Anita pun pergi.

Irgina kembali masuk ke kamar. Ia melihat Natalia sedang menyiapkan ransel kecil yang akan ia bawa ke Telaga Limus.

"Kakak benar-benar akan mengajak Zyara?" tanya Natalia.

"Memangnya kenapa? Apa kau keberatan?" Irgina balik bertanya.

MISANTHROPETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang