"Ibu, aku pulang!" Natalia baru pulang sekolah. Ia membuka pintu rumahnya. Natalia terkejut melihat barang-barang di ruang tamu berserakan di lantai dan rusak semua.
Terdengar suara gaduh di dapur. Natalia segera berlari ke dapur. Ia terbelalak melihat pria itu memukuli ibunya. Natalia muda mengepalkan tangannya. Ia mengambil talenan di meja lalu memukul kepala pria yang tak lain adalah ayahnya itu dengan talenan tersebut.
Pria itu tersungkur sambil meringis kesakitan memegangi kepalanya yang dipukul cukup keras oleh Natalia. Pandangan Natalia tertuju ke pisau di atas baskom sayuran.
Terdengar suara bisikan misterius, "Ambil pisau itu lalu bunuh bajingan yang telah melukai ibumu. Jika dia mati, maka ibumu tidak akan dipukuli lagi."
Natalia akan mengambil pisau itu, tapi ibunya meraih tangan Natalia. Sehingga Natalia tidak jadi mengambilnya. Ia menatap ibunya yang menangis sambil menggelengkan kepalanya.
Ayahnya Natalia bangkit lalu memukul Natalia hingga gadis itu tersungkur jatuh. Ibunya menghalangi ayahnya agar berhenti memukul Natalia, tapi ayahnya semakin kasar.
🥀🥀🥀
"Ibu?" Natalia tidak menemukan ibunya di rumah. Ia pun segera menelpon polisi.
Beruntung polisi bekerja lebih cepat. Mereka memeriksa seluruh CCTV di dekat kediaman Natalia. Sehingga mereka tahu kalau ibunya Natalia berlari pergi ke arah hutan.
Dalam waktu setengah hari, akhirnya mereka menemukan ibunya Natalia di tengah hutan. Natalia melihat ibunya duduk sambil memeluk lututnya di atas rumput. Ada banyak makhluk halus di sekitarnya. Mereka menyentuh dan mengusap tubuh wanita paruh baya itu membuatnya berteriak histeris.
Natalia berlari ke arah ibunya, tapi ibunya menggeleng melarang Natalia mendekat.
Karena kondisinya, polisi menyarankan Natalia untuk merelakan ibunya dirawat di rumah sakit jiwa.
Natalia sering datang ke rumah sakit jiwa untuk melihat keadaan ibunya. Terlihat para perawat rumah sakit jiwa menjaga ibunya dengan baik. Gadis itu menunduk. Buliran bening menetes ke tanah. Ia menangis.
Kini Natalia duduk berhadapan dengan ibunya. Di bajunya tertera nama Serena.
"Maafkan Ibu."
Natalia mendongkak menatap ibunya. "Kenapa Ibu tidak bilang pada mereka, kalau Ibu tidak gila?"
"Ibu tidak bisa hidup tanpa ayahmu. Di sini, Ibu bisa melupakannya," kata Serena.
"Ibu tidak bisa hidup tanpa bangsat itu dan merasa nyaman tinggal di sini? Lalu bagaimana denganku? Aku tidak bisa hidup tanpa Ibu, tapi Ibu meninggalkanku dan menerima kalau Ibu dianggap gila. Kenapa Ibu sangat egois?" tanya Natalia dengan suara bergetar.
Serena menatap putrinya lalu ia tersenyum lebar. "Kau tidak bisa hidup tanpaku?"
Natalia membeku mendengar suara ibunya yang berubah. Ia menelan saliva karena ketakutan.
Serena menggebrak meja membuat Natalia tersentak kaget. "Kenapa kau tidak pergi ke rumah bangsat itu lalu membunuh si jalang sialan yang berani mengusik hidupku?"
Natalia tidak menjawab. Ia merasa tidak mengenal ibunya. Selain suaranya yang berbeda, ekspresi dan cara menatapnya juga berbeda.
"Aku benci perempuan berambut pendek sepertimu, kau seperti jalang yang suka merebut suami orang, menjijikkan!" Serena mendorong tubuh Natalia hingga terjungkal dari kursinya.
Para perawat pria menahan Serena agar tidak menyerang Natalia. Mereka mengeluarkan bius dan menyuntik lengan Serena. Wanita itu pun terkulai tak sadarkan diri.
Perawat wanita membantu Natalia berdiri. Natalia menatap ibunya yang tak sadarkan diri. Ia tampak sedih melihat kondisi ibunya.
🥀 Flashback On 🥀
Waktu kecil, Natalia sering ketakutan saat tidur sendirian di kamarnya. Selalu saja ada makhluk halus yang mengganggunya saat ia tidur. Natalia tidak mau tidur sendirian.
Serena selalu menenangkannya. Ia menutup mata Natalia dengan kedua telapak tangannya. "Saat kau melihat mereka, kau hanya perlu diam dan pura-pura tidak melihatnya. Kalau kau mengabaikan keberadaan mereka, maka mereka juga tidak akan mengganggumu. Jangan berteriak atau menangis. Tutup rapat matamu lalu alihkan pandanganmu ke arah lain."
Natalia mengangguk. Serena menyingkirkan tangannya dari wajah putrinya.
"Kenapa aku bisa melihat mereka, tapi teman-temanku tidak? Mereka selalu bilang aku aneh dan menakutkan. Mereka bilang aku anak hantu dan seharusnya aku bersekolah di sini kuburan," ucap Natalia. "Kenapa aku berbeda?"
Serena tersenyum lalu memeluk putri satu-satunya itu dengan erat. "Kau tidak berbeda, tapi kau istimewa, kau spesial, dan kau luar biasa. Kau putriku."
🥀 Flashback Off 🥀
Natalia kembali ke rumahnya. Ia menutup pintu. Lalu tubuhnya terkulai lemas. Ia menangis sejadi-jadinya.
"Nyonya Serena memiliki kepribadian ganda. Melihat riwayatnya, kami memahami kepribadiannya yang lain itu muncul disebabkan karena siksaan yang dialaminya atas perbuatan suaminya. Kepribadiannya itu seperti pertahanan diri baginya."
Ucapan dokter jiwa masih terngiang di telinganya.
Karena ibunya benci dengan gadis berambut pendek, maka Natalia membiarkan rambutnya panjang. Padahal gadis tomboy itu suka dengan rambut sebahu.
Suatu hari saat pulang sekolah, Natalia terkejut melihat keberadaan ayahnya di rumah. Yang membuatnya lebih terkejut adalah wanita berambut sebahu yang duduk di samping ayahnya.
"Natalia, mulai sekarang istri baru Ayah akan tinggal di sini bersama kita," kata pria itu.
Tangan Natalia terkepal kuat. "Siapa yang menyuruhmu membawanya ke mari?"
"Jaga ucapanmu! Aku ayahmu!" bentak pria itu.
"Kau menghancurkan hubungan darah di antara kita setelah melukai ibuku, Herdan," kata Natalia.
"Natalia!"
Natalia tidak memperdulikan bentakan Herdan, ayahnya. Ia sudah terbiasa dengan itu, bahkan sebelumnya lebih parah dari itu. Natalia beralih pada selingkuhan Herdan yang sekarang menjadi istri sahnya. Artinya wanita itu sudah menjadi ibu tiri Natalia.
"Peletmu kuat juga, kau menginginkan harta ayahku?" tanya Natalia.
Wanita muda itu tidak segera menjawab. Tentu Natalia bisa melihat sosok yang menempel pada Herdan dan mengendalikannya agar hanya mencintai satu orang, yaitu wanita di sampingnya.
"Terima saja kalau ayahmu sudah tidak mencintai ibumu lagi," kata wanita itu.
Natalia mengambil gelas di meja lalu melemparkannya ke depan wanita itu membuatnya tersentak kaget, begitu pun dengan ayahnya. Wanita itu berlari ke belakang Herdan.
"Mas, aku takut."
"Natalia!" bentak Herdan. Kedua mata pria itu merah akibat pengaruh sosok yang pelet di belakangnya.
Bukannya mendengarkan ucapan Herdan, Natalia melemparkan lebih banyak gelas membuat suara gaduh. Herdan menghampiri Natalia, tapi Natalia menodongkan pecahan kaca ke wajah Herdan membuat pria itu terpundur.
Natalia beralih pada istri baru ayahnya. Lagi-lagi ia mendengar suara bisikan misterius, "Bunuh dia, bunuh! Dia telah memanfaatkan makhluk halus untuk merebut ayahmu! Sekarang bunuh dia, dengan begitu ayahmu akan kembali pada ibumu!"
Natalia mengeratkan pegangannya pada pecahan gelas di tangannya sampai telapak tangannya terluka dan darahnya menetes ke lantai.
Pandangan Natalia tertuju ke sosok di belakang Herdan dan wanita muda itu. Bukan sosok yang menempel pada ayahnya, tapi sosok lain. Wanita berbaju merah dengan rambut sepinggang.
🥀🥀🥀
21.05 | 1 Desember 2020
By Ucu Irna Marhamah
KAMU SEDANG MEMBACA
MISANTHROPE
HorrorSINOPSIS Bermula dari seorang editor naskah novel yang mencari seorang penulis novel yang akhir-akhir ini sulit sekali dihubungi. Seolah-olah ditelan bumi, penulis novel misterius itu tidak ada kabar sama sekali setelah beberapa minggu terakhir. Pem...
