keganjalan dan pamitan

9.4K 678 7
                                        

Nafiya merasa janggal selama ia berada di sini tak ada sosok Nafiya asli yang muncul entah dalam mimpi atau pun dalam wujud bayangan.

Nafiya membaca buku deary milik Nafiya, tentang kehidupan sehari-hari nya semua tulisan itu nampak normal namun menjadi teka-teki saat nama Aisyah ada di sana, seakan sesuatu yang membuat Nafiya menjadi antagonis.

"Gue gak tau kenapa lo jadi sosok paling jahat disini, lo hadir ke, jelasin semuanya. supaya gue tau apa yang terjadi, "

"Gue rasa gue terlalu jauh ngerubah alur cerita nya. Sekarang gue harus apa? Gue juga kangen sama dunia gue. "

"Gue yang antisosial sekarang harus jadi orang yang suka bersosial. "

"Gue harus cari tau siapa Aisyah yang sebenarnya, gue rasa karakter Aisyah di novel yang gue baca jauh berbeda sama yang ada di sini. "

Nafiya menghela napas panjang, merapihkan Buku-buku yang ada di atas meja dan berniat mengembalikannya di rak buku. Ia Nafiya sekarang ada di perpustakaan pondok berniat menenangkan diri.

Nafiya bangkit dari duduknya membalikan badannya, namun ia langsung terkejut saat ada seseorang di belakang nya.

"Aaaaaa..... Ada anak tuyul. " teriak Nafiya sembari menutup wajahnya membuat buku yang ia pegang berjatuhan.

"Astaghfirullah, Nafiya suara! " tegur gus Arshya

Nafiya sedikit mengintip dari celah jarinya, ia berdecak kesal saat tau gus Arshya yang mengagetkan nya.

"Lagian siapa suruh ngagetin. " ketus Nafiya

"Saya sudah memanggil kamu sedari tadi. " jawab gus Arshya rak mau kalah

"Oh ya? Gak denger tuh. " Nafiya menatap ke arah Buku-buku nya yang berhamburan di lantai "tuh gara-gara gus Arshya bukunya jadi jatoh. " sambung Nafiya sembari berkecak pinggang

"Kamu sendiri yang jatuhin bukan saya. " ucap Gus Arshya datar

"Ck tau ah gus Arshya udah kayak jalangkung dimana-mana ada. "

Gus Arshya melebarkan matanya. "Apa kamu bilang? " tanya gus Arshya mengintimidasi

Nafiya acuh tak menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh gus Arshya dirinya malah sibuk dengan mengambil Buku-buku nya di lantai.

"Cakep-cakep budeg ckck kasian, " dumel Nafiya

"Nafiya! "

"Apasih gus manggil-manggil suka yah? " ujar Nafiya dengan pedenya setelah ia memungut semua bukunya menatap gus Arshya sinis.

"Hati-hati gus pesona seorang Nafiya tak pernah terkalahkan. Jangan sampai gus sendiri yang jatuh dalam pesona saya susah buat keluar gus. "

Gus Arshya memalingkan wajahnya sembari istighfar saat Nafiya menatap nya tanpa ragu.

"Udah ah capek lama-lama ngadepin gus Arshya mending Nafiya ke asrama, bye gus Assalamu'alaikum. "

Gus Arshya terdiam sejenak setelahnya menatap kepergian Nafiya. "Wa'alaikumsalam." gumam gus Arshya

********

"dari mana aja lo?" tanya Ella saat melihat Nafiya masuk kedalam kelas.

"perpustakaan." jawab Nafiya ketus sembari duduk di sebelah Kia.

Kia menatap wajah Nafiya heran. "Lo kenapa ketekuk gitu? "

"Kesel gue sama si agus curut. " kesal Nafiya

"Kenapa lagi sih lo?"

peran pengganti (End) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang