❈ Happy Reading ❈
Kabar burung tentang Nafiya dan Hafiz sudah selesai kemarin, pak kyai sendiri yang mengumumkan tentang hubungan Nafiya dan Hafiz di pondok.
Pak kyai menegaskan untuk menghukum orang-orang yang telah menyebarkan kabar burung tentang santri dan ustadznya di pondok miliknya. Selain itu juga mereka di suruh untuk meminta maaf kepada Nafiya dan Hafiz karna telah menyebarkan berita burung itu hingga nama baik Nafiya dan Hafiz menjadi buruk untuk beberapa waktu belakangan.
Hari ini semua santri kelas dua belas tengah ujian kelulusan. Masalah kemarin seakan tak pernah terjadi, karna orang-orang yang menyebar berita burung itu kini mendekati Nafiya tanpa tau malu mengatakan ingin berteman dengan Nafiya bahkan ada yang terang-terangan ingin di dekatkan dengan abangnya Nafiya.
Tapi ada saja yang masih membicarakan Nafiya di belakang nya, mencari keburukannya lalu membandingkan nya dengan ustadz Hafiz. Mengatakan hal yang buruk tentang persaudaraan mereka, itu membuat Nafiya geram dan marah tapi ia tak mau mencari masalah untuk saat ini. Nafiya menahan semua amarahnya dan memilih pokus dengan pelajaran.
"Baik pelajaran hari ini sampai disini dulu, " ucap gus Bara sembari merapihkan Buku-buku miliknya
Nafiya mengangguk samar "iya gus, makasih. " ucap Nafiya
"Kalo begitu saya permisi dulu, assalamu'alaikum. " pamit gus Bara
"Wa'alaikumussalam."
Nafiya masih privat class bersama gus Bara, terkadang Nafiya mengajak ketiga sahabatnya atau Salma untuk belajar bersama. Tapi saat ini hanya ada Nafiya dan gus Bara tenang mereka membuka pintu perpustakaan lebar dan juga banyak orang didalamnya ada yang sekedar melihat-lihat ada juga yang membaca buku sejarah para Nabi yang pokus belajar mengajar hanya mereka.
Nafiya tak melihat kehadiran gus Arshya akhir-akhir ini terakhir bertemu saat di ndalem setelah itu tak melihat nya lagi. Gus Arshya seperti hilang di telan bumi, biasanya akan selalu ada dimanapun Nafiya melakukan kesalahan saat ini malah hilang. Nafiya sebenarnya merasa lega karna tak ada yang memarahinya atau menghukum nya saat mengambil jambu di belakang asramanya. Tak ada lagi yang menghukum nya dengan sadis tapi yang menjadi heran itu kenapa gus Arshya seperti menghindari dirinya.
"Gimana udah selesai? " tanya Ella secara tiba-tiba duduk di samping Nafiya
"Hm."
"Kenapa lo lemes banget, " ucap Kia sembari mengambil buku Nafiya dan membacanya asal.
"Gak tau gue, "
"Assalamu'alaikum, ada Nafiya? " ucap seorang ikhwan dari arah pintu
"Ada, kenapa? " jawab Nafiya ketus
"Heh jawab yang bener gue tanya baik-baik salam gue aja belum di jawab. " sewot nya sembari melangkah masuk
"Yang penting gue jawab! "
"Lo tuh ya.. "
"Apa! "
"Udah-udah kenapa jadi ribut, dek minta maaf. " ucap Shaka Menengahi Nafiya dan Abyan
"Loh kok gue sih bang? Kan dia yang duluan. " ucap Abyan tak Terima
Sedangkan Nafiya tersenyum mengejek ke arah Abyan. "Cepet minta maaf. " ucap Nafiya
"Lu yang duluan yah, ngapain juga gue minta maaf. "
"Minta maaf aja dek, lagian minta maaf gak akan menurunkan harga diri kamu dek. "
KAMU SEDANG MEMBACA
peran pengganti (End)
De Todotransmigrasi karna sebuah kecelakaan seorang gadis harus ber transmigrasi ke dalam tubuh seorang gadis antagonis yang di penuhi masalah yang mengancam keharmonisan keluarga nya. Membuat nya bertekad untuk merubah semua alur cerita nya. Perlahan cer...
