༺ Happy Reading ༻
"Sal, tapi malam itu yang gue denger tuh suara gus Arshya bukan Azzam. " ucap Nafiya
Salma tersenyum. "Aku sama gus Arshya itu saudara sepersusuan Fi. Malem itu gus Arshya cuman mau bilang makasih karna udah ngusulin sesuatu sebagai permintaan maaf aja sama ngingetin aja sih. "
Nafiya mengangguk paham "gue kira lo sama gus Arshya sal. "
"Ya gak mungkin lah, aku sama gus Arshya tuh di haramkan untuk menikah. "
"Gue paham! " ketus Nafiya harusnya nikah aja biar gak nyebelin lagi, kan siapa tau kalo udah berpasangan agus curut jadi baik lemah lembut ke pantat bayi. Batin Nafiya
"Fifi."
"Hm? "
"Perasaan kamu ke gus Arshya itu gimana? " tanya Salma secara tiba-tiba.
Ngapain nanya ke gue! Gua ama agus curut aja suka banget adu bacot gimana mau suka coba. Kesal Nafiya "Biasa aja, "
"Gak ngerasain apapun? "
"Gak." jawab Nafiya ketus
"Kenapa? "
"Karna gue gak tau apa itu cinta dan di kamus kehidupan gue gak ada yang namanya cinta selain ke ayah gue. " ucap Nafiya dengan nada yang sedikit lirih.
Kan jadi inget lagi kan, Aaaaa sedih lagi kan gue. Zira kangen sama mamah, papah, varo Semoga kalian sehat selalu dan semoga kalian bisa relain zira. Mah zira baik-baik aja jangan khawatir in zira, disini zira bahagia jadi mamah juga harus bahagia. Batin Nafiya
Nafiya menghela napas panjang, bangkit dari duduknya. "Sal gue izin keluar dulu yah. " ucap Nafiya "dan lo awas aja macem-macem sama sahabat gue. " ucap Nafiya memperingati Azzam
Ia sedari mereka mengobrol Azzam ada di samping Salma. Hanya diam memperhatikan Nafiya dan Salma mengobrol gak ada kerjaan ya seperti itu.
******
"Pengap juga pake cadar. " ucap Nafiya sembari melepaskan cadar nya
Setelahnya ia bernapas lega. "Gini kan enak. "
Nafiya duduk selesehan di belakang aula acara pernikahan nya masih belum selesai tapi Nafiya sudah merasa bosan dan lelah.
"Fifi kok disini? " tanya Nana secara tiba-tiba duduk di samping Nafiya
"Gue suntuk di dalem. " ucap Nafiya yang sudah paham betul dengan arwah satu ini.
"Fifi. Nana mau bilang sesuatu. "
"Bilang aja. "
"Nana kayaknya bakal menghilang, "
"Menghilang kenapa? Emang lo udah merasa tenang? "
"Nana udah bahagia. Kakak udah mau anggap nana sebagai adiknya, Galen juga udah mengakui kesalahannya, dan semua orang sudah tau kebusukan Aisyah. Terus dengan alasan apa lagi Nana masih disini? "
"Sahabat lo? "
"Nana pikir mereka akan menerima Fifi sama hal nya mereka menerima Nana. "
"Haruskah kita beritahu mereka? "
Nana memandang Nafiya dengan senyuman manis, tangannya terulur menggenggam tangan Nafiya meski tak bisa tersentuh. "Fifi jangan takut mereka akan selalu ada di sisi Fifi, mungkin saat tahu nanti mereka akan syok. Tapi Nana yakin mereka bisa merelakan Nana dan menerima Fifi sebagai sahabat mereka. "
KAMU SEDANG MEMBACA
peran pengganti (End)
Randomtransmigrasi karna sebuah kecelakaan seorang gadis harus ber transmigrasi ke dalam tubuh seorang gadis antagonis yang di penuhi masalah yang mengancam keharmonisan keluarga nya. Membuat nya bertekad untuk merubah semua alur cerita nya. Perlahan cer...
