Part 61

4.5K 519 23
                                        

Chika menyeka permukaan kulitnya yang basah akibat air dari kran, setelah selesai handuk putih melilit tubuhnya.

Dengan langkah gontai dia berjalan keluar dari kamar mandi dan hal yang pertama dilihatnya adalah Ara yang tertidur pulas di kasur.

Sedangkan putranya yang berharga berbaring di samping Ara dengan mata yang menggambarkan perasaannya.

Chika terkekeh kecil dia lalu mendekati putranya.

Baby Aaron yang seolah menyadari kedatangan Chika melirik dan mengangkat kedua tangannya, matanya sesekali melirik ke arah samping di mana Ara berada.

Chika dapat melihat raut wajah protes putranya itu.

"Dia adalah ibu yang tidak bisa di andalkan"

"Ayo mom pulangkan dia ke orang tuanya!"

Chika tidak tahan lagi, dia mengangkat putranya dan menimangnya. Wajah putranya benar-benar menggemaskan ketika marah.

"Kenapa hmm? Kamu marah?" Tanya Chika dengan nada kekanak-kanakan.

Ara yang semula tertidur membuka matanya perlahan saat mendengar suara Chika.

"Kenapa Aaron disitu?" Tanya Ara sambil menunjuk baby Aaron yang telah berada di gendongan Chika.

"Anak ini! Dia bahkan gak ngasih waktu buat kita" Lanjut Ara kesal.

Ara melihat jika perhatian Chika sepenuhnya berada di anak mereka, dengan wajah masam dia kembali bersuara.

"Kamu terlalu manjaiin dia"

Ara sudah lama ingin melumat putranya sendiri dan mengubahnya menjadi bola kemudian menendangnya jauh-jauh.

Ketika anak itu masih di dalam kandungan, Chika mengalami mual yang parah dan sakit ketika melahirkan. Dan ketika lahir, Chika masih harus merawatnya seperti raja setiap hari. Mereka berdua bahkan tidak punya waktu manis berdua.

Meskipun sekarang dia tidak lagi tidur di ruang tamu, akan tetapi si kecil Aaron benar-benar licik. Dia yang terbiasa tidur di box bayi akan melolong setiap malam ketika orang tuanya akan 'tidur' bersama.

Dan itu membuat Chika yang tidak tega akan meletakkannya di antara mereka berdua.

Harapan dan perasaan lembut Ara untuk si kecil dalam sekejap waktu berubah menjadi kewaspadaan dan cemburu.

Baby Aaron ada di sini tidak untuk menjadi putranya tetapi menjadi pengacau kecil yang bertingkah lucu.

Baby Aaron yang seolah merasakan kecemburuan Ara melirik dengan mata cokelatnya yang berkilau dan memasang senyum lebar.

"Apa? Apa itu?" Tanya Ara tidak suka.

Chika yang melihat tingkah Ara tersenyum tipis.

"Kamu gak kena baby blues kan?" Tanya Chika gemas.

Ara menggembungkan pipinya, karena merasa perutnya sakit dan badannya lengket dia akhirnya berjalan ke kamar mandi.

"Peringatan 3 bulan Aaron bentar lagi, kamu mau ngadain pesta?" Tanya Chika sebelum Ara benar-benar masuk ke kamar mandi.

Langkah Ara terhenti dan raut wajahnya terlihat berpikir.

"Semua orang harus tau anak kita jadi harus ada pesta"

"Kamu bisa ngundang Zee gak? Gimanapun Aaron gak akan ada tanpa dia"

Alis kanan Ara terangkat sebelum akhirnya mengangguk, dia kemudian kembali melangkah masuk ke kamar mandi dan beberapa detik kemudian suara gemericik air terdengar.

You Are My Home (ChikaxAra)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang