Renjun masih menatap jaemin lewat kaca tempat ruangan steril jaehyun. Lalu diapun melihat dokter yang masuk dengan para suster dan langsung kedalam ruangan steril itu, hingga renjun ikut berdiri dan mendekat tapi tak masuk. Dia juga mendengar jaemin yang sangat bahagia karena ayahnya sadar sedikit demi sedikit.
"Dok? Bagaimana keadaan Daddy saya?" Ucap jaemin sangat bahagia.
"Saya akan periksa sebentar tuan." Ucap dokter itu dan diapun langsung memeriksa jaehyun, renjun yang berada di depan kaca itu tersenyum karena setidaknya jaemin tak kehilangan orang yang dia sayangi sepertinya karena rasanya akan sangat hancur sekali.
"Kenapa Daddy saya menutup matanya lagi dok?"
"Tuan Na hanya terpengaruh obat saja tuan, yang pasti tuan Na sudah keluar dari masa komanya. Kami akan memindahkan ruangan rawatnya." Dan jaemin hanya mengangguk dengan sangat lega. Diapun ikut keluar dengan dokter dan renjun langsung berdiri dihadapannya.
"Daddyku sudah melewati masa komanya renjun." Ucap jaemin senang bahkan sampai memeluk renjun. Renjun sangat kaget tapi dia mengerti kalau jaemin sangat bahagia saat ini. Jadi, dia membiarkan atasannya itu.
Jaemin sadar dengan apa yang dia lakukan lantas segera melepaskan pelukannya pada renjun.
"Maafkan saya, saya tak bermaksud."
"Tak masalah Hyung, aku tau kau melakukan itu karena sangat bahagia dan lega."
"Hmm, saya akan menghubungi chenle dulu." Ucap jaemin dan renjun hanya menganggukkan kepalanya saja.
Jaemin sedikit menjauh dan mengeluarkan ponselnya lalu mendeal nomor sang anak.
"Chenle? Kau masih berada dalam kamar halmonie?"
"..."
"Bisa kau loundspeaker?"
"...."
"Mommy, chenle. Daddy sudah keluar dari masa komanya. Dan saat ini akan di pindahkan ke ruang rawat."
"...."
"Mommy jangan ya, sekarang mommy harus istirahat dan datang kesini besok dengan chenle. Jaemin gak mau mommy kenapa-napa jika pergi hari ini, lagian jaemin janji kalau jaemin akan menjaga daddy disini."
"...."
"Jaemin mohon mom, ini demi kesehatan mommy."
"...."
"Hmm, chenle selalu berada disekitar halmonie oke?"
"...."
"Daddy tutup dulu." Lalu panggilan berakhir dan mereka segera pindah keruang rawat vvip lainnya tanpa ruangan khusus didalamnya yang berada di lantai 10 dari 15 lantai rumah sakit mewah itu.
Ruang rawat jaehyun.
Jaemin duduk disebelah brankar sang ayah sedangkan renjun duduk di sofa ruangan rawat itu dengan senyum bahagia karena keadaan ayah dari atasannya itu menunjukkan kemajuan.
"Hyung?" Sang empu lantas menatap renjun.
"Hyung ingin makan apa? Sudah masuk jam makan siang, biar saya belikan."
"Terserah kamu saja. Kamu tau bukan selera saya "
"Baik Hyung, saya permisi dulu." Ucap renjun lantas diapun pergi dari ruang rawat itu.
Kantin rumah sakit.
Renjun memesan makan siang untuknya dan jaemin yang dibungkus, dia sekarang tengah duduk dengan tenang sembari menunggu pesanannya selesai.
"Huang Renjun?" Sang empu menatap pria yang sangat dia kenal yang terlihat kaget karena dirinya juga dia sendiri.
"Lee Felix?"
"Kau masih hidup?" Ucap pria berjas dokter itu dan langsung memeluknya.
"Hmm." Angguk renjun.
"Kau tau aku sangat merasa kehilanganmu renjun, kalau kau masih hidup, lalu kenapa Lai Guan Lin mengatakan kau sudah tiada bersama dengan kecelakaan orangtuamu."
"Kau tau keluarganya licik, aku bisa hidup sampai saat ini karena tangan kanan orangtuaku membawaku kemari dan mengganti kewarganegaraan ku."
"Kau sudah hidup menderita selama ini sayang, aku tak menyangka. Kalau Seungmin tau kau masih hidup dia pasti bisa pingsan."
"Seungmin dimana sekarang?"
"Korea, dia di salah satu rumah sakit yang ada di Korea. Kau tau itu kampung halamannya. Mungkin kalian bisa bertemu nanti." Ucap Felix.
"Hmm." Angguk renjun.
"Sudah 15 tahun renjun, dan aku benar-benar sangat senang mengetahui semua ini. Kau sudah menikah semenjak berpisah dengan sih brengsek itu?"
"Anio. Aku tak percaya dominan Felix. Kau sudah menikah?"
"Anio, tapi aku sudah bertunangan. Apa kau lama berada disini?"
"Tidak, aku kemari karena ada pekerjaan dengan atasanku."
"Aaa, kalau begitu masukkan nomor ponselmu kemari dan kita bisa merencanakan pertemuan bersama dengan Seungmin saat aku ke Korea. Oke?"
"Hmm." Angguk renjun memasukkan nomor ponselnya. Dia merasa sangat senang karena setidaknya dia masih memiliki teman yang memang ingat dengannya. Dia merasa lengkap saat ini karena memiliki Haechan layaknya keluarga, Jun kyu sih artis, dan felix sih bule ini. Sungguh renjun merasa itu sudah sangat cukup di hidupnya saat ini. Tanpa disadari oleh keduanya ternyata jaemin ke kantin karena melupakan sesuatu untuk di titip dengan renjun dan melihat keduanya sangat akrab.
"Apa itu kekasihnya? Apa dia sudah mulai percaya pada dominan lagi? Apa aku benar-benar terlambat untuk mewujudkan keinginan Daddy dan untuk menyenangkan kehidupanku juga chenle?" Monolog jaemin lalu pergi kembali ke ruang rawat sang ayah.
👨👨👦👨👨👦👨👨👦
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Good Bye (jaemrenle)END✔ Sudah Terbit!
FanfictionSudah terbit di Hifumi Publisher!!! Chapter masih lengkap! Start: 30 Juni 2023 End: 10 Juli 2024 "Kau bukan ibuku, bagiku ibuku hanya Huang Renjun." 330Na Chenle. "Apa aku pantas untukmu?" Huang Renjun. "Aku mencintaimu, walaupun terlambat tolong te...
