46

3.1K 284 6
                                        

Disini sekarang jaemren berada di dalam mobil untuk pergi ke tempat selanjutnya dan melihat persiapan di gedung pesta pernikahan mereka.

Jaemin hanya diam saja, bahkan jaemin bisa mengingat kejadian 17 tahun yang lalu.

Flashback<<<

Jaemin mencium seseorang yang merontah padanya, tapi dia tetap mencium pria mungil yang dia tarik asal di jalan tadi, lagian salahkan saja orangtuanya yang selalu memaksanya untuk menikah. Maka dia akan berbuat hal yang memalukan saja. Lagian orangtuanya kenapa sangat hobi sekali membuatnya marah.

"Mhhh....lepaskan hiksss...."

"Jangan menangis sayang, aku akan bertanggung jawab padamu." Ucap jaemin menatap pria mungil itu dengan keadaan mabuk, bahkan dia bisa melihat betapa cantiknya pria yang saat ini menangis dibawah kungkungannya.

"Aku mohon hikss... Lepaskan aku hikss..."

"Tidak akan sayang." Ucap jaemin mengambil tangan sebelah kanan pria mungil itu dan melihat tanda lahir yang cukup unik padanya.

"Kau sangat indah sayang. Panggil namaku." Ucap jaemin lalu melanjutkan acara mencium setiap jengkal tubuh mungil itu.

Keesokan harinya, jaemin terbangun karena cahaya matahari yang memasuki Indra penglihatannya lalu diapun langsung membuka matanya dan sadar kalau dia berada di hotel orangtuanya dan diapun membuka selimut sedikit dan kaget karena dia tidak menggunakan satu helai pun benang di tubuhnya saat ini. Jaemin juga melihat bercak darah di kasur.

"Sial. Dasar na jaemin! Kau brengsek! Siapa yang kau tiduri! Ayo ingat bodoh!" Monolognya sembari memukul kepalanya.




Flashback end>>>

Jaemin menghentikan mobil seketika membuat renjun kaget lantas diapun memegang tangan jaemin membuat sang empu melihat tangan renjun dimana tanda lahir itu berada bahkan dia bisa mengingat dengan jelas wajah pria yang dia perkosa 17 tahun yang lalu, itu adalah istrinya saat ini?

"Hyung? Gwanchana? Apa perlu kita bertukar? Aku akan menyetir." Ucap renjun.

"Mianhe, sepertinya aku kurang sehat.' Ucap jaemin menunduk.

"Gwanchana. Sekarang kita bertukar saja hyung." Ucap renjun lalu diapun turun begitu pula dengan jaemin dan bertukar tempat duduk lalu renjunpun mulai menjalankan mobil jaemin.

Sedangkan jaemin menyandarkan tubuhnya sembari menatap istrinya itu.

"Jadi orang itu renjun, bukan beomgyu. Aku akan membuat perhitungan padanya. Tapi, chenle adalah anakku bukan? Apa yang terjadi sebenarnya disini? Aku akan mencaritahu. Aku akan pastikan dia juga akan menerima kemarahanku." Batin jaemin.

"Hyung ingin ke dokter?"

"Ne?" Renjun menayapnya sekilas.

"Aku tidak mau Hyung sakit, apalagi beberapa hari lagi kita akan sangat sibuk." Ucap renjun.

"Aku baik-baik saja injunie. Mungkin hanya perlu istirahat sebentar saja."

"Hyung serius?"

"Hmm, kau tenang saja." Ucap jaemin sembari mengelus kepala renjun yang sedang menyetir dan renjun yang mengangguk tanda mengerti.

"Seharusnya aku tak percaya pada sih brengsek itu dulu. Mianhe sayang. Seharusnya aku mengingat ingatan ini.lebih cepat, dengan begitu kita pasti sudah menjadi keluarga bahagia dari ini." Batinnya.







At. Gedung acara.

Jaemin dan renjun melihat gedung yang mana dekorasinya sudah hampir 50℅ saat ini. Renjun sangat kagum dengan dekorasinya saat ini, dia juga memohon doa restunya pada orangtuanya dalam hati, dan dia pastinya akan membawa jaemin ke makam keduanya. Begitu pula dengan chenle.

Jaemin sejak tadi hanya melihat punggung sempit istrinya itu, lalu diapun semakin mempercepat langkahnya untuk mempersempit jarak keduanya. Lalu memeluk sang istri dari belakang. Membuat renjun kaget dan berhenti berjalan seketika.

"Hyung? Ada apa? Apa ada yang sakit?"

"Anio, tapi Nana Hyung mohon padamu apapun yang terjadi Jangan tinggalkan Hyung, dan Hyung minta maaf padamu jika Hyung pernah bersalah. Hyung sangat mencintaimu dan tak ingin kehilanganmu." Ucap jaemin. Renjun hanya tersenyum sembari mengangguk dan memegang tangan jaemin yang melingkari pinggangnya lalu menutup matanya menikmati pelukan hangat suamunya itu.

"Apa yang aku lakukan hikss... Mama baba hikss... Maafkan aku. Aku melakukan kesalahan. Hikss.... Maaf hikss... Aku harus pergi, aku harap tak terjadi apapun. Aku memaafkanmu. Ini kesalahan kita bukan hanya kau hikss... Maaf hikss... Aku takut menghadapimu hikss..."

Renjun membuka matanya seketika kareja dia teringat kejadian dimana dia melarikan diri setelah di perkosa oleh orang yang tak dia kenali saat ini.  Lantas diapun berbalik dengan tangan jaemin yang masih melingkar di pinggangnya membuat jaemin sedikit kaget tapi kembali memeluk istri mungilnya itu.

"Jangan tinggalkan aku Hyung hikss...."

"Tidak akan sayang. Aku tak akan pernah meninggalkanmu." Ucap jaemin sembari mengecupi kepala istrinya itu.








At. School.

Chenle melihat kearah jisung dan berniat untuk mengajak kr kantin tapi jisung lebih dulu menatapnya.

"Kau bisa pergi ke kantin dengan chaeryoung. Aku sedang malas." Ucap jisung datar dan diapun kembali menidurkan kepalanya pada meja. Chenle hanya mrnganggukkan kepalanya lalu diapun melihat chaeryoung yang menunggu nya di depan kelas.

"Jie tidak ikut?"

"Tidak, sepertinya dia memang sedang dalam mood yang buruk." Ucap chenle.

"Mungkin saja." Ucap chaeryoung dan diapun langsung membawa chenle ke kantin seketika.

Di kantin.

Chenle melihat Haechan yang duduk dengan somi lalu diapun melihat chaeryoung.

"Tolong pesankan makanan yang sama saja."

"Baiklah tuan muda Na." Ucap chaeryoung lantas diapun pergi memesan makanan. Dan chenlepun mendekat pada meja Haechan.

"Haechan ssam." Haechan melihat anak tiri dari sahabatnya itu.

"Kenapa le?"

"Ini undangan untuk acara Mama dan Daddy, Mama lupa memberikan tadi malam pada haechan ssam."

"Aaa terimakasih."

"Apa untuk ssam ada chenle?"

"Anio." Geleng chenle dan somi hanya mengangguk dengan wajah ketus.

"Haechan ssam?"

"Ada apa chenle?"

"Sepertinya jie sedang ada masalah. Dia bahkan tak ikut makan siang."

"Dimana dia sekarang?"

"Di kelas ssam."

"Yasudah, ssam kesana dulu. Kau makan sendiri saja." Ucao Haechan pada chenle.juga somi lalu pergi dan chenlepun ikut pergi ke meja dimana chaeryoung berada.

"Ya! Dasar lee Haechan! Kau menyebalkan!" Teriaknya tanpa perduli dengan murid ataupun para pekerja di kantin itu.




































👨‍👨‍👦👨‍👨‍👦👨‍👨‍👦

Never Good Bye (jaemrenle)END✔ Sudah Terbit!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang