~Tripple up~
Jaemren, chenle dan jaeyong tengah sarapan bersama.
"Kapan kalian akan pergi honeymoon?"
Uhuk!
Jaemin langsung dengan sigap memberikan segelas air pada renjun lalu mengelus punggung sempit istrinya itu.
"Halmonie! Mama jadi kaget." Kesal chenle.
"Mian." Ucap taeyong sembari tersenyum.
"Kami akan menunggu chenle libur sekolah dulu mommy." Ucap jaemin.
"Wae? Jaemin? Apa kau tahu maksud dari honeymoon? Lagian chenle bisa mommy dan daddy jaga selagi kalian pergi." Ucap taeyong
"Ini permintaan renjun mom. Renjun tidak bisa tenang jika chenle tidak ikut." Ucap renjun.
"Sayang? Lagian maksud mommy menyuruh kalian berdua honeymoon agar Chenle bisa punya adik lagi. Lagian chenle juga mau. Ya kan?" Ucap taeyong melihat renjun lalu chenle.
"Halmonie benar. Lele mau adik." Ucap chenle tersenyum lebar.
"Terlepas dari apapun, aku dan renjun sepakat akan pergi saat chenle libur mom." Ucap jaemin.
"Sudahlah sayang, itu juga sudah menjadi keputusan jaemin dan renjun. Kita tak bisa memaksa mereka." Ucap jaehyun dan taeyong hanya bisa menghela nafas sedangkan chenle hanya tersenyum saja.
"Sekarang apa rencana kalian?" Ucap taeyong kembali.
"Kami akan pergi jalan-jalan bertiga mom. Karena renjun ingin." Ucap jaemin.
"Nana hyung benar mom, aku ingin jalan-jalan bersama dengan Nana hyung juga chenle. Apalagi sekarang kami adalah keluarga."
"Hmm." Angguk taeyong mengerti.
"Setelah itu nanti temui Daddy jaem." Ucap jaehyun dan jaemin hanya menganggukkan kepalanya.
"Apa ada hal yang serius?" Ucap taeyong karena melihat raut wajah suami dan anaknya itu, renjun juga melihat raut wajah itu.
"Hanya urusan pekerjaan yang tak bisa di tunda." Ucap jaehyun.
"Benar nana hyung?" Membuat sang empu menatapnya sembari tersenyum lalu mengelus pipi chubby istrinya itu.
"Hmm. Itu benar sayang." Ucap jaemin.
"Berarti lele nanti bisa beli apapun bukan ma? Pa?"
"Tentu saja."Ucap jaemin.
"Tapi tetap bukan hal yang tidak penting. Mengerti Na Chenle?"
"Siap mama." Ucap chenle bahkan sampai memberikan tanda hormat pada ibunya itu membuat semuanya tersenyum karena tingkah chenle.
Sementara itu, Haechan tengah membuat makanan untuk dibawa ke mansion jeno, bahkan selama membuat makanan dia tersenyum dan bersenandung tanda sangat bahagia sekali.
Drrtt...Drrtt...Drrtt...
Haechan melihat ponselnya yang berbunyi dan diapun melihat nama somi yang tertera pada layar ponselnya itu.
"Kenapa som?"
"Bisa aku berkunjung? Aku sedang butuh teman."
"Sekarang?"
"Hmm. Apa kau sibuk? Atau ada acara?"
"Aku tidak bisa karena harus bertemu dengan—"
"Presdir Lee?"
"Ne."
"Kau benar-benar berkencan dengan Presdir Lee?"
"Ne."
"Baiklah, kalau begitu aku ke tempat Felix saja." Lalu panggilan itu berakhir begitu saja. Haechan hanya menganggukkan kepalanya saja karena merasa sedikit tidak enak pada somi karena dia jelas tahu kalau somi menyukai jeno, tapi dia bisa apa saat hatinya telah tertuju pada sang kekasih, dia tak akan bisa mengelak sama sekali karena itu terjadi begitu saja.
At. Mansion utama Lee.
Haechan sampai dengan taxi lalu diapun menekan bell mansion itu.
Ding! Dong!
Ceklek.
"Lee ssam?" Haechan hanya tersenyum pada salah satu maid itu.
"Silahkan masuk Lee ssam." Ucapnya lalu Haechan pun masuk dan melihat ayah-anak itu tengah menonton televisi.
"Tuan, tuan muda. Ada Lee ssam." Ucap maid itu membuat keduanya menatap kearah sang maid juga Haechan yang tersenyum.
*Mommy!" Ucap jisung senang lalu diapun beranjak dan memeluk Haechan yang dengan senang hati dibalas oleh sang empu. Maid itu hanya membulatkan matanya karena panggilan jisung pada haechan, karena dia bahkan belum melihat televisi juga berita sejak tadi pagi. Tapi walaupun dia terkejut dia langsung membungkuk untuk undur diri.
"Jie? Biarkan mommy duduk dulu.' Ucap jeno dan jisungpun langsung melepaskan pelukannya dan keduanya duduk dengan Haechan yang meletakkan tempat berisi makanan itu di meja.
"Apa ini sayang?" Ucap jeno melihat kekasihnya itu.
"Makanan untuk makan siang kita nanti, hanya tinggal di panaskan." Ucap Haechan.
"Bi!" Panggil jeno membuat bibi Han langsung datang dan membungkuk.
"Bi tolong bawa ke dapur, nanti saat jam makan siang tolong di panaskan." Ucap jeno dan bibi Han pun langsung mengangguk lalu membawa makanan itu.
"Apa tidak lelah sayang?" Ucap jeno sembari merapikan anakan rambut Haechan.
"Tidak Hyung, itu kan untuk makan kita." Ucap Haechan. Sedangkan jisung langsung memeluk Haechan hingga membuatnya berjarak dengan jeno karena Haechan berada di tengah-tengah keduanya. Jeno hanya menggelengkan kepalanya karena tingkah anaknya itu.
"Kenapa jie?"
"Jie mau memeluk mommy seperti ini." Ucap jisung.
"Mommy juga kangen sama jie." Ucap Haechan sembari mengelus kepala jisung.
"Aku juga kangen denganmu." Ucap jeno.
"Daddy diam saja. Hari ini mommy milikku." Ucap jie membuat nohyuck menggelengkan kepalanya.
👨👨👦👨👨👦👨👨👦
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Good Bye (jaemrenle)END✔ Sudah Terbit!
FanfictionSudah terbit di Hifumi Publisher!!! Chapter masih lengkap! Start: 30 Juni 2023 End: 10 Juli 2024 "Kau bukan ibuku, bagiku ibuku hanya Huang Renjun." 330Na Chenle. "Apa aku pantas untukmu?" Huang Renjun. "Aku mencintaimu, walaupun terlambat tolong te...
