Chenle berada di sekolah lalu diapun melihat jisung yang datang dengan wajah sangat sumringah bahkan tersenyum tanpa disadari oleh dirinya sendiri.
"Apa ada hal yang baik yang terjadi jie?" Ucap chenle saat jisung meletakkan tas di bangkunya.
"Hmm, keluargaku sebentar lagi akan lengkap seperti keluargamu." Ucapnya senang.
"Syukurlah, aku cukup senang mendengarnya." Ucap chenle tersenyum manis membuat jisung melunturkan senyumnya seketika dan terpesona dengan apa yang dia lihat saat ini.
"Jisung?" Panggil chaeryoung tapi jisung sama sekali tak merespon membuat chaeryoung menatap chenle yang memberikan jawaban dengan mengangkat bahunya bingung.
"Lee jisung!" Kesal chaeryoung. Membuat sang empu seketika tersadar dan menatap datar chaeryoung yang mengganggunya.
"Apa kau sudah mengerjakan bagianmu? Jangan katakan belum, karena aku tak mau ke—" chaeryoung menghentikan perkataannya karena jisung yang memberikan pekerjaan kelompok bagiannya saat ini.
"Oke terimakasih."Ucap chaeryoung lalu pergi sedangkan jisung duduk dengan wajah datar disebelah chenle. Disaat bersamaan Taehyun masuk kedalam kelas itu dan mendekat pada chenle membuat jisung mengeluarkan aura yang sangat gelap dan itu disadari oleh chaeryoung.
"Maaf chenle?"
"Ya? Ada apa Taehyun?"
"Bisa bicara berdua sebentar. Ini hal yang sangat penting." Ucap Taehyun dan chenle pun mengangguk lalu diapun berdiri dan pergi dengan Taehyun. Jisung hanya menatap datar kepergian keduanya itu. Chaeryoung yang melihat dari bangkunya hanya menggelengkan kepalanya karena dia sangat sadar jisung menyimpan perasaan lebih pada chenle. Hanya saja anak itu sangat bodoh sekali.
Di ruangan guru.
Haechan baru saja datang dan diapun melihat jisu yang tengah berbicara dengan Felix juga Seungmin sedangkan somi hanya diam menikmati kopinya di meja kerjanya. Haechan mengabaikan Felix dan Seungmin lalu duduk di meja kerja miliknya dan mulai membuka laptop untuk melihat materi yang akan dia berikan nanti.
Jisu melihat kedatangan Haechan lantas diapun mengarahkan pembicaraan keduanya.
"Tapi ssam, sebenarnya apa yang dibicarakan murid-murid? Apa ada sesuatu yang terjadi kemarin?"
"Kemarin itu beberapa murid melihat jisung memelukmu, itu sangat langka pasalnya jisung tak pernah memeluk siapapun dan manja pada siapapun kecuali pada haechan ssam, apalagi Haechan ssam kekasih ayahnya.' Ucap Felix. Haechan hanya mendengarkan pembicaraan itu.
"Aaa sepertinya jisung memang rindu padaku " Ucap jisu.
"Rindu pada jisu ssam? Maksudnya bagaimana?"
"Aku adalah kembaran mendiang ibunya. Dan sudah lama tak bertemu dengan nya, dia mungkin sangat senang karena aku datang." Ucap jisu.
"Kau benar-benar kembaran ibunya jisung?" Ucap Seungmin kaget.
"Ne." Angguk jisu.
"Apa kau sangat dekat dengan jisung dulu?"
"Sangat bahkan aku dan jeno hampir menikah, hanya saja aku menolak karena saat itu aku tak mau menikah dengan iparku." Ucap jisu.
"Lalu sekarang?"
"Aku tidak tahu, aku tahu rasanya kehilangan seperti apa, aku juga kehilangan anak dan suamiku 10 tahun lalu, tapi jika takdir ku bersama dengan jeno, maka aku akan menerimanya kembali, tanpa menyakiti siapapun. Apalagi Haechan ssam adalah kekasih jeno." Ucap jisu. Haechan hanya mendengarkan tanpa memperdulikan sama sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Good Bye (jaemrenle)END✔ Sudah Terbit!
ФанфикшнSudah terbit di Hifumi Publisher!!! Chapter masih lengkap! Start: 30 Juni 2023 End: 10 Juli 2024 "Kau bukan ibuku, bagiku ibuku hanya Huang Renjun." 330Na Chenle. "Apa aku pantas untukmu?" Huang Renjun. "Aku mencintaimu, walaupun terlambat tolong te...
