68

2K 206 2
                                        

Ceklek!

Brak!

Beomgyu menatap datar pada sahabatnya yang pulang dengan wajah marah itu lalu diapun menertawakannya.

"Ada apa? Aku sepertinya mencium bau-bau kegagalan darimu."

"Jangan mengejek ku saat kau bahkan masih gagal." Datarnya.

"Siapa yang kau katakan gagal sayang? Aku akan menang, apalagi aku bekerja sama dengan orang lain yang lebih memungkinkan untuk membantuku." Ucap beomgyu lalu diapun duduk disofa membuat jjsu mengikuti nya.

"Apa maksudmu?"

"Besok malam aku akan memenangkan ini, dan aku pasti akan menjadi istri Na Jaemin kembali."

"Tak perlu banyak berharap Choi Beomgyu, kau akan menyesal nantinya." Ucap jisu.

"Aku tak akan menyesal dan kau akan melihat jalanku yang mulus untuk kemenangan ini."

"Apa maksudmu?" Penasaran jisu.

"Besok malam Huang Renjun akan tiada. Dan aku tak akan repot-repot untuk mengotori tanganku sendiri." Ucap beomgyu tersenyum.

"Apa mak—

Drrtt...Drrtt...Drrtt...

"Orangnya menghubungi. Kau jangan bicara apapun." Ucap beomgyu lalu diapun mengangkat telpon itu.

"Hallo tuan?"

"....."

"Bertemu sekarang?"

"....."

"Oke, aku akan kesana." Lalu panggilan berakhir seketika.

"Aku akan pergi, kau bisa menangis untuk ke gagalan mu tanpa malu karena aku akan lama." Ucap beomgyu beranjak tapi tangannya ditahan oleh jisu.

"Ada apa?"

"Apa orang itu bisa membantuku membunuh Lee Haechan?" Ucap jisu datar.

"Siapa Lee Haechan?"

"Dia menghambat jalanku bersama dengan Lee jeno. Aku tidak mau dia ada diantara aku dan jeno."

"Hahahaha, aku mengerti. Baiklah kau bisa ikut. Dan tanyakan sendiri padanya." Ucap beomgyu lalu melepaskan tangan jisu dan berjalan lebih dulu diikuti oleh jisu.








At. Cafe xxx

Beomgyu melihat seseorang yang telah menunggu disalah satu meja itu dan diapun langsung mendekat bersama dengan jisu. Membuat pria dominan yang menunggu itu menatap datar padanya karena beomgyu membawa orang lain.

"Aku rasa kau tak perlu membuat banyak orang berada dalam pekerjaan ini." Ucapnya datar.

"Kau tenang saja, dia ada di team yang sama." Ucap beomgyu tersenyum membuat pria itu hanya menganggukkan kepalanya saja dan keduanya duduk.

"Kau sudah mengerti bukan apa yang akan aku lakukan?"

"Tentu saja, tapi ada satu hal yang aku tidak mengerti."

"Apa? Katakan."

"Kenapa kau sangat dendam pada Huang Renjun?" Datar beomgyu.

"Aku tidak dendam padanya, aku hanya tak mau dia mengambil harta keluarganya yang ada padaku, aku sudah capek-capek membunuh keduanya dulu, dan aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan saat ini. Jadi, aku akan pastikan dia tiada."

"Baguslah, aku akan menyaksikan semuanya dari apartemen. Pastikan Huang Renjun benar-benar tiada agar aku bisa bersama dengan na jaemin.'

"Pasti, kau tenang saja."

"Apa bisa membunuh satu orang lagi? Aku sangat yakin dia pasti ada di acara itu besok malam." Ucap jisu yang sejak tadi diam.

"Apa maksudmu?"

"Dia ingin membunuh kekasih dari Lee Jeno, agar bisa bersama dengan Lee jeno, karena dia tak mau rugi setelah membunuh orangtua bahkan kembarannya. Dia hanya mau Lee jeno." Jelas beomgyu

"Aaa, niat kalian sama? Sama-sama ingin bersama pasangan mereka. Baiklah." Ucapnya tersenyum.

"Kau harus pastikan dia mati." Ucap jisu datar.

"Pasti, kau tunggu saja di rumah dengan beomgyu, karena anak buahku pasti akan melakukannya dan aku akan pastikan sendiri karena aku berada disana." Ucapnya tersenyum licik.

"Baiklah. Aku percaya padamu." Ucap jisu.








At. Mansion utama keluarga Na.

Jaemin memasuki kamarnya dan sang istri tapi dia tak melihat adanya renjun di dalam kamar itu, hingga dia mendengar pintu kamar yang terbuka dan memperlihatkan renjun dengan pakaian piyama dari luar dengan segelas susu.

"Tumben membuat susu sayang?" Ucap jaemin mendekat dan memeluk pinggang ramping renjun.

"Hanya ingin " Ucap renjun lalu keduanya berjalan kearah tempat tidur, renjun meletakkan segelas susu itu di atas nakas lalu duduk di tempat tidur mereka begitu pula dengan jaemin. Renjun bahkan langsung menatap suaminya itu.

"Ada apa sayang?"

"Nana hyung? Kenapa kau berniat datang ke acara itu? Seingatku selama aku bekerja denganmu kau selalu tak mau datang menghadiri acara itu" Ucap renjun bingung. Jaemin tersenyum lalu diapun mengelus pipi chubby istrinya itu.

"Karena aku ingin memperkenalkan istriku pada semua orang, juga aku ingin setidaknya menerima penghargaan itu, penghargaan itu seharusnya milikku sejak awal. Tapi mereka melakukan kecurangan dulu hanya karena aku tak hadir." Ucap jaemin.

"Bukankah tak masalah Hyung?"

"Kau benar. Tapi untuk kali ini biarkan aku menghadiri acara ini bersama denganmu dan lele."

"Mengenai lele."

"Kenapa sayang?"

"Acara itu akan membuatnya bosan Hyung, bisakah hanya kita saja yang pergi, kasihan anak kita kalau dia ikut keacara menyebalkan itu." Ucap renjun membujuk suaminya.

"Apa yang akan aku dapatkan jika menuruti perkataanmu?"

"Apa harus ada imbalan Hyung?" Bingung renjun.

"Hmm." Angguk jaemin sembari tersenyum.

"Apapun. Hyung boleh meminta apapun. Bagaimana?" Ucap renjun dengan puppy eyes miliknya.

"Hmm. Baiklah. Aku akan menuruti mu, tapi kau tak bisa mengubah lagi keputusanmu oke?" Ucap jaemin dan renjun hanya menganggukkan kepalanya saja.

"Baiklah, minum susumu segera lalu tidur, aku akan mengganti baju dulu. Mengerti sayang?"

"Hmm." Angguk renjun lalu jaeminpun pergi menuju walking in closet.

Di walking in closet.

Jaemin menerima email dari Jay dan diapun melihat video yang dikirimkan oleh Jay.

"Bagus sekali, dasar manusia licik. Aku pastikan akan membalasmu nanti, juga sih brengsek yang menyakiti istriku sejak lama." Monolog jaemin lalu diapun mengetikkan nama jeno dan menghubunginya.

"Hallo."

"...."

"Besok pagi datanglah ke perusahaanku. Ada hal penting yang ingin aku katakan padamu."

"...."

"Baiklah." Setelahnya jaeminpun mengetikkan nama bodyguard istrinya itu.

"Hallo."

"...."

"Besok temui saya di perusahaan. Mengenai istri saya dirumah tak perlu cemas. Ada banyak bodyguard disisi nya. Apa kau mengerti?"

"...."

"Saya tunggu." Setelahnya diapun mematikan telponnya dan menatap dirinya pada cermin yang terpajang.

"Aku pastikan kau menderita setelah ini selamanya. Selamanya."

































👨‍❤‍💋‍👨👨‍❤‍💋‍👨👨‍❤‍💋‍👨

Never Good Bye (jaemrenle)END✔ Sudah Terbit!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang