Setelah dua jam berada di mansion Lee itu, chenlepun berdiri membuat jisung menatapnya bingung begitu pula dengan Haechan.
"Aku harus pulang jie. Sepertinya sudah lama aku berada disini. Dan Lee ssam juga ingin bertemu dengan mama. Kau tak masalah kan?"
"Hmm, memangnya aku bisa apa? Lagian nasib anak tunggal dan tak punya ibu seperti ini kan?" Ketusnya.
"Aku juga anak tunggal jie." Ucao chenle sedikit kesal.
"Kau mungkin dalam waktu tak lama lagi bisa menjadi seorang kakak mengingat ayahmu sudah menikah dengan asisten Huang."
"Kau benar juga, aku rasa aku tak sabar menantikan adikku. Aku akan mendoakan agar kau segera mendapatkan ibu." Ucap chenle menepuk bahu sahabatnya itu.
"Makasih."ketusnya.
"Jisung tenang saja, tak lama harapan jisung pasti akan menjadi nyata. Percaya saja pada takdir, mengerti?" Ucap Haechan mengelus kepala jisung dan jisung hanya menatap Haechan.
"Apa mungkin Haechan ssam akan mau jika menjadi ibuku?" Batinnya.
Chenle yang melihat hanya menggelengkan kepalanya karena dia tahu perasaan jisung sekarang, karena sebelumnya dia juga merasakannya.
"Ayo chenle."
"Ayo ssam" Ucap chenle lalu diapun melambai pada jisung dan merekapun pergi dari kediaman Lee itu.
At. Mansion Na.
Jaemin berada di dalam ruangan kerjanya bersama dengan jeno setelah memastikan renjun tenang dan bisa ditinggal kan di kamar mereka.
"Kau butuh bantuan apa?" Ucap jeno to the point.
"Beberapa jam yang lalu ada seseorang yang mengirim paket atas nama istriku dan mengirim ancaman dengan kelinci mati didalamnya."
"Apa istrimu punya musuh?"
"Tidak, tidak pernah aku sangat tahu itu." Ucap jaemin.
"Kurasa aku tahu, orang yang bisa menganggap renjun adalah musuhnya hanya beomgyu. Kurasa mantan istrimu adalah dalang dibalik ini semua." Ucap jeno. Jaemin lantas menatap jeno karena dia tak kepikiran sampai sana.
"Kau ada benarnya juga. Sepertinya dia memang harus diberikan pelajaran." Ucap jaemin menahan amarahnya bahkan sampai mengepalkan kedua tangannya. Jrno sangat tahu kalau sahabatnya tengah menahan amarah yang sangat besar saat ini.
"Kau harus memperketat penjagaan untuk istrimu. Ada baiknya berikan dia bodyguard pribadi juga menjaga anakmu." Ucap jeno.
"Aku sudah memerintah Jay untuk mencari bodyguard itu, kau tenang saja." Ucap jaemin.
"Aku tahu kau pasti akan begitu. Saranku kau di mansion saja. Sampai acara resepsi mu selesai. Takutnya bakalan ada yang lebih bahaya lagi."
"Hmm, itu juga yang aku pikirkan dan sepertinya akan aku lakukan." Ucap jaemin. Dan jeno hanya diam sembari menganggukkan kepalanya. Beberapa menit terdiam akhirnya jeno berdehem dan jaemin langsung menatapnya datar.
"Jaemin? Bagaimana jika aku mengatakan kalau aku tertarik dengan seseorang saat ini, dan sepertinya jisung juga menyukainya."
"Kalau begitu mulai dekati." Ucap jaemin datar.
"Apa menurutmu dia mau denganku?"
"Kenapa tidak? Kalau aku bisa kau pasti bisa, kau hanya perlu optimis." Ucap jaemin dan jeno hanya mengangguk setidaknya dia merasa lebih bersemangat sekarang dan tak akan memutuskan menyerah sebelum memulai.
Di luar mansion itu terlihat, mobil Jake memasuki kawasan mansion mewah itu, Haechan bahkan menganga melihat mansion keluarga Na yang lebih mewah dari mansion keluarga Lee itu.
"Ayo ssam." Ucap chenle lalu diapun membuka pintu dan melihat beberapa maid yang sibuk bekerja dan merasakan aura rumah ini sangat aneh.
"Bibi kwon!"
"Tuan muda sudah pulang? Dengan siapa?"
"Sahabat Mama, apa terjadi sesuatu? Kenapa semuanya sangat ketakutan? Daddy memarahi mereka?"
"Tidak tuan muda." Bohong bibi kwon karena jaemin mengatakan agar tak memberitahu anaknya soal apa yang terjadi.
"Aaa, Mama dimana bi?" Ucap chenle.
"Nyonya ada dikamar tuan muda." Ucap bibi kwon.
"Ayo ssam aku antarkan bertemu mama." Ucap chenle tapi saat akan berjalan chenle terhenti karena melihat ayahnya dan ayah jisung. Jaemin hanya berwajah datar sedangkan jeno mengendalikan ekspresi nya karena bertemu dengan Haechan. Haechan sontak membungkuk.
"Pergi mandi dan istirahat. Bibi kwon akan membuatkan susumu." Ucap jaemin.
"Aku akan melakukannya dad. Biarkan aku mengantarkan ssam bertemu Mama."
"Kau langsung ke kamar, bibi kwon akan mengantarkannya ke Mama."
"Baiklah, Daddy menyebalkan." Ucap chenle lalu diapun langsung menuju lift dan pergi kekamarnya.
"Bibi antarkan ke kamar kami."
"Baik tuan Na, mari tuan." Ucap bibi kwon lalu haechanpun mengikuti bibi kwon saat ini.
Tok...tok...tok...
"Nyonya ini bibi, ada sahabat nyonya ingin bertemu."
"Masuk!"
Ceklek.
"Saya permisi tuan." Ucap bibi kwon lalu diapun membungkuk dan haechanpun masuk lalu menutup pintu dan terkagum kembali dengan kamar milik sahabatnya itu. Lalu diapun mendekat pada renjun yang duduk diatas tempat tidur dan mendekat.
"Renjun? Gwanchana?" Cemas Haechan.
"Haechan hikss..." Haechan langsung memeluk renjun dan menenangkan sahabatnya itu, pikirannya mulai tak tenang dan memikirkan renjun begini karena jaemin. Sungguh dia merasa sangat marah sekali walaupun belum tentu benar.
👨👨👦👨👨👦👨👨👦
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Good Bye (jaemrenle)END✔ Sudah Terbit!
FanfictionSudah terbit di Hifumi Publisher!!! Chapter masih lengkap! Start: 30 Juni 2023 End: 10 Juli 2024 "Kau bukan ibuku, bagiku ibuku hanya Huang Renjun." 330Na Chenle. "Apa aku pantas untukmu?" Huang Renjun. "Aku mencintaimu, walaupun terlambat tolong te...
