18

5.7K 465 6
                                        



Sekarang, jaemin, renjun, chenle dan jaeyong tengah sarapan bersama bahkan chenle sejak tadi melihat kearah ayahnya juga pada renjun membuat keduanya bingung bahkan jaeyong juga sama.

"Apa ada yang kau inginkan dari Daddy chenle? Kenapa sejak tadi menatap Daddy seperti itu?" Datar jaemin.

"Bukankah seharusnya Daddy tau?" Ucap chenle santai membuat jaemin hanya menatap datar anaknya itu.

"Chenle kalau kau tak mengatakan apapun, bagaimana mungkin Daddy mu bisa tau sayang." Ucap taeyong.

"Daddy tau kok halmonie." Ucap chenle. Membuat taeyong menatap bingung kearah anak sematawayang nya itu.

"Aku memang ingin mengatakan sesuatu pada mommy dan Daddy, juga mungkin chenle tapi setelah sarapan saja." Ucap jaemin datar sedangkan renjun hanya menatap jaemin, karena sekarang dia benar-benar sangat takut, jaemin sepertinya memang ingin mengatakan semuanya karena mereka ingin hubungan yang serius bukan untuk main-main.

"Kenapa tidak sekarang saja jaemin?' Ucap taeyong sedikit kesal.

"Karena tidak sopan bicara saat makan mom. Kan mommy sendiri yang mengajarkan hal itu." Datar jaemin lalu taeyong hanya diam saja.

Beberapa menit kemudian, mereka berlima selesai sarapan dan duduk di ruang tengah bahkan renjun duduk dengan gelisah membuat taeyong menatapnya.

"Ada apa renjun? Apa kau masih merasakan sakit? Ingin ke dokter?" Ucap taeyong dan renjun hanya menggelengkan kepalanya sedangkan chenle hanya tersenyum kecil melihat renjun yang cemas seperti itu.

Jaemin lantas kembali setelah mengangkat telpon dan diapun duduk disebelah renjun, membuat taeyong bingung.

"Apa yang ingin kau bicarakan nak?" Ucap jaehyun menatap anaknya itu.

"Aku dan renjun memiliki hubungan saat ini, mungkin memang terlambat tapi kami bukan hanya sekedar atasan dan bawahan, dia adalah calon istriku juga calon ibu chenle. Apa mommy dan daddy setuju? Chenle juga?"

"Aku sangat setuju, lagian aku memang sudah lama menginginkan asisten Huang menjadi ibuku." Ucap chenle senang dan renjun hanya menunduk.

"Tentu saja kami setuju. Akhirnya kalian bersama." Ucap taeyong ikut senang

"Segera menikah. Bagaimana jika dua hari lagi." Ucap jaehyun yang langsung mendapat anggukan setuju dari Taeyong juga chenle sedangkan renjun dan jaemin benar-benar sangat kaget

"Apa tidak terlalu cepat dad?" Ucap jaemin.

"Tentu saja tidak jaemin, lagian chenle harus kembali sekolah bukan? Dan kalian harus kembali, jadi mommy setuju dengan Daddy, kalian harus menikah dua hari lagi, disini saja biarkan hanya kita saja dan saat kembali ke Korea kita langsung adakan acara pesta besarnya." Ucap taeyong.

"Tapi, kita tak bisa main memutuskan begitu mom, bagaimana dengan pendapat renjun?" Ucap jaemin.

"Bagaimana renjun?"

"Bukankah terlalu cepat imo?"

"Tidak, lagian kalian sudah mengenal 15 tahun bukan? Ini bukan hal cepat renjun, dengan kau menerima jaemin, bukankah kau berniat berdamai dengan masa lalu?" Ucap taeyong dan renjun hanya menganggukkan kepalanya.

"Kau tak keberatan bukan nak?" Uvap jaehyun.

"Hmm." Angguk renjun dan jaemin hanya bisa menatap renjun dengan tatapan kagetnya karena dia tak mau sampai renjun tertekan saat ini.

"Yeeee! Berarti mulai saat ini chenle akan memanggil Mama bukan?" Ucap chenle senang.

"Tanyakan pada renjun." Ucap jaemin.

Never Good Bye (jaemrenle)END✔ Sudah Terbit!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang