Renjun pun berpamitan pulang pada haechan, sedangkan Jake tengah memasukkan kopernya ke bagasi.
"Haechan aku pamit ya." Ucap renjun fan haechanpun menganggukkan kepalanya wlauapun rasanya berat karena bagaimanapun renjun adalah keluarga baginya. Tapi, dia tak bisa egois karena renjun sekarang sudah menemukan bahagianya, dia juga harus ikut bahagia untuk itu.
"Ingat untuk main ke rumahku."Ucap renjun dan Haechan tersenyum lalu memeluk renjun.
"Ingat pesanku untuk selalu bahagia renjun, karena kau pantas bahagia. Mengerti?"
"Hmm." Angguk renjun lalu pelukan mereka terlepas.
"Sudah, sekarang saatnya kau pulang, aku tak mau Presdir Na nantinya cemas karena istrinya tak kunjung sampai. Bye bye." Ucap Haechan dan renjunpun melambaikan tangan pada sahabatnya itu lalu diapun masuk saat Jake membukakan pintu belakang.
"Kami pamit Haechan-ssi."
"Hati-hati." Ucap Haechan lalu Jake pun mengangguk dan diapun masuk ke bangku kemudi dan Haechan melambai pada renjun begitu pula renjun sampai mobil itu tak terlihat lagi. Dan haechanpun masuk kedalam plat apartemen yang saat ini hanya dia saja disana.
At. Mansion utama Na.
Jaemin dan chenle tengah makan malam dengan tenang yang saat ini tak tenang adalah semua pekerja apalagi setelah kabar yang sangat mengejutkan tapi walaupun begitu mereka yakin ujungnya akan seperti ini karena tak mungkin juga antara atasan mereka dan asisten sang atasan yang sudah seperti istri rumah ini sejak awal tak memiliki perasaan apapun, itu tidak mungkin. Mereka kaget tapi juga sangat senang.
"Selamat datang nyonya." Ucap semua pekerja membuat xhenle langsung menyelesaikan makannya dengan cepat lalu berlari untuk menemui ibunya. Jaemin hanya tersenyum kecil dan melanjutkan makannya yang tinggal sedikit lagi.
"Mama!" Panggil chenle lalu diapun memeluk renjun, ntah kenapa dia sangat merindukan ibunya itu, padahal baru sebentar.
"Lele sudah makan?" Ucap renjun membalas pelukan anak tirinya itu.
"Hmm, baru saja siap."
"Bagaimana dengan Daddy?"
"Aku sudah makan injunie." Ucap jaemin yang muncul membuat semua pekerja mansion itu seketika langsung membungkuk.
"Syukurlah Hyung, maaf aku terlalu lama." Ucap renjun setelah chenle melepaskan pelukannya dan sekarang mala memeluk manja lengannya.
"Tidak masalah, tak ada kendala bukan?" Ucap jaemin. Dan renjun habya menggelengkan kepalanya.
"Jake? Kau tak mengebut saat membawa mobil kan?" Ucap jaemin menatap datar padanya.
"T—tidak Presdir." Ucap Jake gugup.
"Kau bisa pulang." Ucap jaemin dan Jake pun membungkuk lalu pergi dari kediaman atasannya itu.
"Chenle jangan seperti itu, Mama pasti juga lelah, sekarang chenle biarkan Mama bersih-bersih dulu oke?"
"Baiklah." Ucap chenle lalu melepaskan pelukannya pada lengan renjun.
*Mama akan ceoat dan menemani Lele menonton oke?" Ucap renjun mengelus kepala anaknya itu.
"Hmm." Angguknya.
"Ayo." Ucap jaemin membawa koper istrinya itu dan renjunpun mengikuti suaminya itu, dan dia juga merasa sangat berdebar karena ini kali pertama dia masuk kedalam kamar suaminya dengan status suami-istri karena sebelumnya hanya atas status atasan dan asisten saja.
Di dalam kamar jaemren.
"Bagaimana? Kau sufah sering masuk ke kamar ini bukan?"
"Hmm, tapi saat itu status kita masih antara atasan dan bawahan Hyung."
"Hmm, dan aku senang karena sekarang sudah bukan lagi. Dan aku senang bisa pulang ke rumah yang memang rumah sebenarnya." Ucap jaemin sembari memeluk istrinya itu dari belakang.
"Aku juga senang Hyung, makasih karena sudah memilihku." Ucap renjun memegang tangan jaemin yang ada di perutnya.
"Makasih juga sudah menerima aku. Aku janji akan selalu membahagiakanmu." Ucap jaemin dan renjun hanya menganggukkan kepalanya.
At. Mansion utama Lee.
Jeno menemani jisung menonton televisi sedangkan ayah dan ibunya sudah kembali ke mansion mereka sendiri.
"Dad?"
"Kenapa jie?"
"Menurut Daddy haechan ssam orang yang seperti apa?"
"Dia baik. Sangat baik."
"Jie sangat suka padanya dad, dia sangat tulus pada jie, apa mungkin jika Haechan ssam menjadi ibu dari jie?" Jeno lantas menatap sang anak.
"Apa mungkin nak? Daddy takut kalau Haechan ssam tau keinginanmu dia akan menjauh dan menjaga jarak darimu, kalau dia begitu pada Daddy tak masalah, tapi tidak denganmu nak, Daddy tak mau kamu sedih."
"Apa Haechan ssam akan seperyi itu dad?"
"Tidak ada yang tau nak, tapi kemungkinannya besar." Ucap jeno sembari mengelus kepala anaknya itu sedangkan jisung hanya diam saja, dia mulai takut untuk mengatakan keinginannya pada haechan karena dia tak mau Haechan menjauh darinya karena merasa tak nyaman padanya. Tapi, jisung sangat ingin Haechan menjadi ibunya, apa dia tak bisa memiliki keluarga lengkap seperti chenle? Dia iri pada chenle saat ini.
👨👨👦👨👨👦👨👨👦
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Good Bye (jaemrenle)END✔ Sudah Terbit!
FanfictionSudah terbit di Hifumi Publisher!!! Chapter masih lengkap! Start: 30 Juni 2023 End: 10 Juli 2024 "Kau bukan ibuku, bagiku ibuku hanya Huang Renjun." 330Na Chenle. "Apa aku pantas untukmu?" Huang Renjun. "Aku mencintaimu, walaupun terlambat tolong te...
