25

5.1K 423 7
                                        

Jeno sedikit kaget karena melihat Haechan selaku guru jisung benar-benar datang dengan membawakan sarapan untuk jisung. Bahkan mereka semua.

"Maaf pimpinan, nyonya, Presdir Lee. Saya hanya ingin menepati janji pada jisung. Saya juga membawa sarapan untuk semuanya." Ucap Haechan tersenyum sedangkan jisung hanya diam saja.

"Tak masalah, lagian ini bukan tempat kerja, kau bisa panggil aku bibi dan Paman pada suamiku juga jangan panggil anakku dengan panggilan Presdir, panggil namanya saja kalau kalian seumuran." Ucap Doyoung.

"Mereka tak seumuran halmonie. Lagian Daddy cukup tua." Ucap jisung ketus dan jeno hanya menggelengkan kepalanya saja.

"Jisung! Kau ini." Ucap Doyoung.

"Sudahlah, kita sarapan saja. Kasihan Haechan sudah sibuk memasak jadi kita makan saja. Haechan makasih ya, kalau pun kau tak seumur dengan anakku, panggil saja dia hyung."

"Ne." Angguk haechan walaupun sangat canggung saat ini.

Lalu mereka semua duduk di meja makan bersama.

"Apa ini kau yang memasak semuanya?" Ucap Doyoung menatap Haechan.

"Ne imo." Ucao Haechan tersenyum. Lalu doyoungpun mulai memakannya begitu pula dengan taeil, jeno dan jisung yang makan dengan sangat lahap.

"Masakanmu sangat lezat. Makasih karena sudah mau repot untuk cucuku." Ucao Doyoung.

"Aku tak merasa repot kok imo, karena aku suka saat orang-orang menikmati makanan buatan ku." Ucap Haechan tersenyum sedangkan jeno hanya diam saja sembari mengatasi jantungnya yang berdebar-debar sejak tadi, bahkan taeil bisa melihat bagaimana anak semata wayangnya itu benar-benar hanya diam saja.

"Kau tak mengajar hari ini?" Ucap taeil.

"Aku mengajar samchun, hanya saja masih sedikit lebih lama, aku juga sudah mengatakan akan sedikit telat pada salah satu kolegaku."

"Aaa."

"Jeno?" Ucap Doyoung menatap anaknya itu.

"Iya Bun?"

"Apa kau tau mengenai jaemin yang menikah dengan asistennya, renjun? Yang sudah bekerja dengannya selama 15 tahun?"

"Hmm, bagaimana bunda bisa tau?' bingung jeno sedangkan Haechan hanya diam juga mengendalikan raut kagetnya.

"Kau pikir taeyong Hyung akan menyembunyikan semuanya dari kami, begitu? Dia bahkan langsung memberitahu bunda dan ayah. Lalu bagaimana denganmu?" Ucap Doyoung.

"Aku akan menikah jika jisung setuju dengan calon ibunya. Karena ini bukan hanya tentangku tapi juga tentang kebahagiaan anakku.' Ucap jeno.

"Jisung?" Ucao Doyoung menatap cucunya itu.

"Aku tak mau membahasnya sekarang halmonie. Tolong biarkan aku sembuh dulu " Ucap jisung ketus.

"Jisung tak boleh seperti itu. Minta maaf pada halmonie sekarang." Ufap Haechan mengelus kepala jisung.

"Mianhe halmonie." Ucap jisung walaupun sedikit tak niat.

















At. LA, mansion keluarga Na.

Renjun tengah berada di dalam kamarnya dan jaemin, dia saat ini tengah membereskan pakaiannya dan sang suami setelah membantu chenle dengan bawaannya. Jaemin hanya menatap sang istri dari atas tempat tidur karena dia memang sedang duduk di pinggirnya.

"Apa masih lama?" Renjun menayap suaminya dengan tatapan bertanya.

"Aku ingin bermesraan dengan istriku. Apa salah?" Ucap jaemin dan renjun sontak saja mengalihkan pandangannya ke arah koper mereka dengan wajah merahnya. Jaemin hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan itu. Lantas jaeminpun beranjak dan mendekat pada renjun lalu memeluknya dari belakang.

"Jangan malu sayang, kau terlihat semakin menggemaskan jika malu." Ucap jaemin.

"Hyung, tolong jangan selalu menggodaku. Aku sangat malu jika kau melakukan itu, lagian aku masih tak percaya soal pernikahan dan saat ini menjadi istrimu. Semuanya tak pernah terpikirkan olehku." Ucap renjun dan jaeminpun meletakkan dagunya di bahu sebelah kanan renjun bersamaan dengan sang istri yang menolehkan kepalanya ke arah kanan.

"Ini adalah takdir sayang, dan aku tak akan menyesal dengan apa yang telah aku ambil ini " Ucap jaemin tersenyum sedangkan renjun hanya diam sembari merona. Jaemin tersenyum lalu diapun menahan tengkuk renjun dan mencium bibir manis milik istrinya itu, memberitahu renjun melalui ciumannya kalau dia sangat mencintai renjun dan tak akan meninggalkannya apalagi menyakitinya sampai kapanpun.



























👨‍👨‍👦👨‍👨‍👦👨‍👨‍👦

Never Good Bye (jaemrenle)END✔ Sudah Terbit!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang