53

3K 297 6
                                        

Jaemin bangun dari posisi tidurnya setelah dia melihat sang istri telah tidur dengan sangat nyenyak, karena dia harus bertemu dengan sang ayah.

Di ruang kerja.

Jaemin masuk dan melihat sang ayah telah menunggu dengan wajah datarnya itu.

"Kau ingin bagaimana sekarang?"

"Tentu saja membuat sih brengsek itu menyesal karena telah melakukan semua itu pada istriku. Dan mengambil alih perusahaan milik keluarga istriku."

"Cara pertama yang bisa kita lakukan adalah membuat perusahaan itu diambang kebangkrutan, hingga kita bisa membeli perusahaan itu dan membangunnya kembali. Daddy yakin orang seperti itu pasti tak akan tahan jika harus membuat perusahaan yang hampir bangkrut itu."

"Daddy benar. Aku memang sudah memikirkan hal yang seperti itu. Aku pasti akan melakukan itu dengan sangat bagus. Aku akan pastikan dia menderita."

"Lalu bagaimana dengan sih bajingan kecil itu?"

"Jika dia berani lebih jauh dari ini, maka aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri, lumayan aku sudah lama tidak melakukan hal itu dad."

"Kalau begitu lakukan secepatnya, aku tak mau menantuku jadi target baginya. Dan lagi, dia cukup berbahaya untuk menantuku."

"Daddy benar " Ucap jaemin menyetujui perkataan ayahnya itu.











Sementara itu, di apartemen Haechan terlihat sang empu baru saja selesai memakai skincare rutinnya dan diapun menyalakan televisi untuk menonton drama yang memang sudah dia ikuti sejak awal dengan memakan makanan ringan yang memang telah dia siapkan juga beberapa soda.

"Ini baru kehidupan. Ntah kenapa sangat sulit bersantai seperti ini. Setidaknya renjun sudah sangat bahagia karena dia bisa bersantai dan disayangi oleh mertuanya juga suaminya."

Ding! Dong!

Haechan merutuki siapapun orang di balik pintu itu, karena mengganggunya di waktu yang sudah cukup malam sekali. Lagian orang gila mana yang berkunjung saat malam seperti ini. Dasar.

Ceklek

Haechan membolakan matanya karena melihat sang kekasih yang datang dengan wajah lelahnya itu. Haechan sontak saja menyuruh jeno masuk dan membiarkan jeno duduk di sofa juga meminum satu minuman kalengnya. Haechan lantas ikut duduk disebelahnya.

"Ada apa hyung? Kau terlihat sangat lelah."

"Pekerjaan sangat banyak sekali sayang. Aku benar-benar sangat lelah." Ucap jeno sembari memeluk lengan Haechan dan menyandarkan kepalanya pada bahu haechan.

"Lalu bagaimana dengan jisung?"

"Dia pasti sudah tidur di mansion jam segini."

"Apa dia tak mencarimu Hyung?"

"Tidak, karena dia tahu aku sedang lembur." Ucap jeno semakin bermanja-manja bahkan tangan jeno sudah melingkar dengan apik di perut Haechan.

"Hyung sudah makan?" Ucap Haechan sembari mengelus kepala jeno. Dan haechanpun merasa jeno menggelengkan kepalanya sebagai jawabannya.

"Aku akan membuatkan Hyung makan malam kalau begitu."

"Nanti saja. Hyung mau seperti ini dulu." Ucap jeno menahan Haechan dan Haechan hanya bisa pasrah akan semua yang dilakukan kekasihnya itu. Karena dia sangat menyukai sifat jeno yang manja padanya, hingga membuat dia yakin kalau jeno benar-benar mencintainya.







At. Apartemen xxx.

Beomgyu dan jisu baru saja pulang ntah darimana dan saat keduanya akan masuk, mereka berdua dikagetkan oleh kedatangan mantan suami beomgyu. Sebenarnya hanya beomgyu yang kaget sedangkan jisu ingin melihat apa yang akan terjadi dengan keduanya, lumayan tontonan gratis.

Beomgyu menatap datar pada mantan suaminya itu. Lalu diapun melihat jisu.

"Bisa kau masuk lebih dulu." Pinta beomgyu dengan wajah datarnya.

"Baiklah. Semoga berhasil." Ucap jisu menepuk bahu beomgyu yang menandakan kalau beomgyu adalah pecundang. Membuat sang empu merasa semakin kesal.

"Apa mau mu lagi Hyung? Bukankah aku sudah mengatakan semuanya padamu tempo hari?"

"Kau benar, tapi aku tak akan menyerah beomgyu, ini untuk kebersamaan kita." Membuat sang empu tersenyum remeh lalu diapun mendekat pada sang mantan suami.

"Tidak ada kata kita sejak kebangkrutan mu, kau hanya pecundang Hyung." Bisiknya. Lalu diapun akan masuk kedalam apartemennya tapi terhenti.

"Taehyun ada disini. Anak kita ingin bertemu denganmu, ibunya." Beomgyu hanya diam mendengarkan lalu memegang knop pintu.

"Dia bukan anakku, tapi anakmu hyung. Jadi jangan memaksaku." Ucapnya lalu diapun masuk kedalam apartemen begitu saja. Sedangkan sang mantan suami hanya diam saja menatap nanar pada pintu apartemen yang tertutup itu.





































👨‍👨‍👦👨‍👨‍👦👨‍👨‍👦

Never Good Bye (jaemrenle)END✔ Sudah Terbit!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang