Keesokan paginya terlihat renjun yang menggeliat dalam tidurnya lalu diapun membuka mata indah itu secara perlahan. Lalu melihat jaemin yang sudah mengenakan baju rumahan biasa saja, renjun duduk dan menatap bingung suaminya itu.
"Nana hyung tidak ke kantor?" Jaemin tersenyum lalu mendekat dan mengelus rambut renjun.
"Tidak, Hyung akan bekerja dari rumah sampai acara pesta pernikahan kita diadakan."
"Waeyeo?"
"Karena Hyung ingin bersama denganmu, lagian kita ini pengantin baru. Jadi wajar." Ucap jaemin tersenyum dan renjunpun menunduk dengan wajah merona.
"Sudah jangan malu, sekarang kau harus mandi, takutnya nanti chenle menunggu kita di meja makan."
"Ne." Angguk renjun lalu diapun beranjak dari tempat tidur dan menuju toilet.
Jaemin lantas mengambil ponselnya dan menghubungi Jay.
"Terus awasi sih brengsek itu, jika dia sampai bebas dari pengawasanmu. Nyawamu taruhannya."
"...."
"Baik, lalu mengenai bodyguard pribadi istriku bagaimana?"
"...."
"Baiklah." Panggilan berakhir dan ponsel jaemin kembali berbunyi dan tertera nama sang ayah.
"Hallo Daddy."
"...."
"Daddy tenang saja, aku tak akan membiarkan dia mengganggu keluargaku."
"...."
"Hmm, saat sampai hubungi jaemin, jaemin akan menjemput dengan renjun."
"...."
"Ne." Panggilan itu berakhir bersamaan dengan renjun yang keluar dengan baju kaos kebesaran dan celana pendek.
"Siapa yang menelpon Hyung?" Ucap renjun lalu duduk di meja rias sedangkan jaemin tak henti-hentinya memuji kecantikan istrinya itu.
"Daddy."
"Kapan Daddy dan mommy akan datang?"
"Hari ini mereka akan berangkat."
"Baguslah. Kita harus menjemput mereka saat sampai Hyung." Ucap renjun memakai skincare ke wajahnya juga sedikit bedak dan lipblam.
"Hmm." Angguk jaemin lalu mendekat dan memeluk leher istrinya itu.
"Kau sangat cantik." Ucapnya kembali. Renjun hanya diam dengan wajah merona membuat jaemin semakin tersenyum lebar lalu mengecup pipi chubby istrinya itu.
Di meja makan.
Chenle menunggu orangtuanya dengan sarapan yang telah tersedia bahkan dia hanya menunggu sembari memainkan ponselnya untuk berkirim pesan dengan jisung.
Jaemren melihat anak mereka itu, lalu mendekat.
"Pagi lele." Ucap renjun tersenyum.
"Pagi Mama, Daddy." Ucap chenle tersenyum lalu mematikan ponselnya.
"Setelah pulang sekolah langsung pulang dengan supir, mengerti chenle?"
"Ne Daddy " Ucap chenle menganggukkan kepalanya.
"Ayo, lele harus sarapan yang banyak." Ucap renjun mengambilkan sarapan untuk chenle juga jaemin.
"Mama juga." Ucap chenle memberikan salah satu makanan ke piring renjun, membuat renjun tersenyum seketika. Chenle juga ikut tersenyum.
"Aku tak akan membiarkan orang itu melakukan sesuatu pada mama. Senyum Mama tidak akan hilang. Dan mama akan tetap bersama denganku." Batin chenle.
At. School.
Chenle sampai di sekolah, diapun berjalan dengan wajah datarnya dan tak sengaja menabrak seseorang yang lebih besar hingga mereka saling bertatapan.
"Ah, maafkan aku." Ucap chenle.
"Tidak masalah."
"Kau murid baru?"
"Ne."
"Aaa." Lalu chenlepun hendak pergi lalu diapun akan pergi tapi ditahan oleh anak baru itu.
"Ada apa?" Datarnya.
"Bisa kau beritahu aku ruang guru?"
"Baiklah. Ikuti aku." Ucap chenle datar lalu berjalan lebih dulu membuat yang mengikuti mengejar langkahnya.
"Siapa namamu?"
"Na chenle. Kau tidak bisa membaca?" Ketusnya.
"Mianhe, aku Choi Taehyun." Ucap sih murid baru. Chenle hanya menganggukkan kepalanya. Sedangkan sih murid baru itu hanya menatap chenle dengan tatapan yang sulit untuk di artikan saat ini.
Kembali lagi ke mansion, terlihat jaemin yang sedang bekerja di ruang tengah dengan renjun yang melanjutkan acara merajut nya kemarin.
"Hyung?"
"Hmm?"
"Chenle besok berulang tahun, hadiah apa yang bisa membuatnya senang ya hyung?"
"Ah, Hyung hampir lupa. Apa ya? Chenle sudah punya semuanya."
"Apa ya?" Bingung renjun.
"Rajutan mu saja."
"Itu sudah pasti Hyung, tapi tidak mungkin hanya ini kan?" Jaemin lantas tersenyum lalu diapun mendekat dan mengukung tubuh mungil istrinya itu. Membuat renjun mendadak gugup juga memerah.
"Hy—hyung?"
"Bagaimana jika memberikannya adik sayang? Dia sangat menginginkannya." Renjun tak mengatakan apapun saking gugupnya bahkan detak jantungnya berdebar sangat tak karuan saat ini. Jaemin yang melihat tak ada tanda-tanda renjun akan menolak, lantas mendekatkan wajahnya pada sang istri untuk menjemput bibir manis istrinya itu.
"Maaf tuan, nyonya." Ucap bibi kwon membuat Jaemin langsung berdiri dan renjun yang menunduk dengan wajah Semerah tomat.
"Maaf tuan na, ini adalah bodyguard pribadi untuk nyonya." Ucap Jake yang kemudian bersuara.
"Aaa silahkan duduk." Ucap jaemin.
"Bibi tolong air minum ya " Ucap renjun dan bibi kwon langsung menuju dapur sesegera mungkin.
"Siapa namamu?" Datar jaemin.
"Choi Soobin."
"Kau benar-benar mampu dengan tugas ini bukan?"
"Ya tuan." Ucap soobin.
"Kau akan tinggal disini."
"Bisakah saya tetap tinggal di tempat saya tuan "
"Kenapa?"
"Saya memiliki anak yang masih berada di bangku sekolah menengah. Saya tak mungkin meninggalkannya."
"Baiklah, kau akan mulai bekerja dari jam 08:00 sampai 00:00 karena saya ada dirumah sampai hari Minggu ini, kau bisa mulai bekerja dihari Senin."
"Baik tuan."
Bersamaan dengan bibi kwoj yang datang membawa dua gelas air untuk soobin dan jake.
"Silahkan " Ucap bibi kwon lalu diapun membungkuk dan kembali ke dapur.
"Silahkan diminum." Ucap renjun melihat keduanya walaupun dia sangat malu saat ini.
"Ne nyonya " Ucap keduanya lalu meminum minumannya.
👨👨👦👨👨👦👨👨👦
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Good Bye (jaemrenle)END✔ Sudah Terbit!
FanfictionSudah terbit di Hifumi Publisher!!! Chapter masih lengkap! Start: 30 Juni 2023 End: 10 Juli 2024 "Kau bukan ibuku, bagiku ibuku hanya Huang Renjun." 330Na Chenle. "Apa aku pantas untukmu?" Huang Renjun. "Aku mencintaimu, walaupun terlambat tolong te...
