60

2.9K 259 0
                                        

Hari Senin pun tiba, hari dimana banyak yang tak menyukai karena itu artinya mereka harus beraktivitas dan itu sungguh bukan hal yang menyenangkan sama sekali.

Tapi semua itu berbeda dengan Chenle dan jisung yang datang dengan senyuman bahagia mereka. Tapi walaupun begitu, mereka cukup takjub karena melihat sih datar jisung yang tersenyum seperti itu. Dan semuanya mulai berpikir mungkin sih dingin jisung itu bisa berubah karena pada akhirnya semua orang mendengar berita kalau Lee Haechan, guru yang ada di sekolah mereka adalah kekasih dari ayah jisung, Lee jeno.

"Wah, kalian berdua sangat senang sekali. Terutama sih dingin ini." Ucap chaeryoung. Seketika jisung langsung mengubah mimik wajahnya menjadi datar kembali sedangkan chenle hanya menggelengkan kepalanya.

"Wah, dia benar-benar mengerikan."

"Siapa suruh kau mencari gara-gara padanya." Ucap chenle membuat chaeryoung mendengus lalu pergi begitu saja. Dan chenle akhirnya duduk disebelah jisung.

"Sepertinya ada hal baik yang terjadi padamu jie."

"Hmm, sama seperti denganmu bukan?" Dan chenle hanya mengangguk sembari tersenyum lebar membuat jisung terpesona seketika dengan chenle. Bahkan jantungnya berdebar sangat keras tanpa sebab.







Di ruang guru, terlihat Haechan yang baru saja datang dengan senyuman cerah secerah sinar matahari pagi ini.

"Pagi semuanya."

"Pagi." Ucap yang lainnya lalu haechanpun menuju mejanya dan meletakkan tasnya lalu duduk untuk melihat beberapa materi yang mungkin akan dia jelaskan nanti.

"Lee ssam?" Haechan sontak saja melihat kearah salah satu wanita yang lebih tua. Kebetulan dia adalah guru yang lebih lama darinya.

"Apa berita itu benar?"

"Ne?" Bingung Haechan.

"Apa kau benar-benar akan segera menjadi nyonya Lee?" Haechan seketika hanya tersenyum karena bingung akan menjawab apa

"Sepertnya memang begitu, kau malu sekarang. Baiklah lanjutkan pekerjaanmu saja." Ucapnya lalu haechanpun langsung kembali melihat buku membuat Felix yang berada di sebelah kanannya menggelengkan kepala karena ini pertama kali dia melihat Haechan seperti ini.

Tak lama kemudian, mereka melihat somi masuk dengan seorang perempuan yang tidak mereka kenali. Bahkan Haechan juga melihat kearah somi tapi matanya membulat karena kaget saat ini.

"Lee ssam? Ini adalah guru baru, namanya Choi Jisu dan dia akan mengajar pelajaran matematika. Kepala sekolah meminta agar kau menjadi penanggung jawabnya selama 3 bulan." Ucap somi tapi Haechan diam saja. Karena dia jelas sangat tahu wajah baru ini, kenapa dia sangat mirip dengan mendiang istri jeno? Apa setelah ini dia juga akan kehilangan semuanya termasuk jeno?

"Lee ssam?" Membuat Haechan langsung tersadar dan diapun melihat somi.

"Apa kau mendengarku?"

"Ne." Angguk haechan sedangkan wanita itu hanya menatapnya remeh.

"Aku tak akan membiarkan kau mengambil jeno dariku. Kau akan melihat pernikahanku dengan jeno tak lama lagi. Karena aku yakin jisung akan memilihku darimu." Batinnya.

Tring....tring....tring ....

"Lonceng telah berbunyi. Ayo kita mulai bekerja." Ucap Felix membuat Haechan seketika beranjak dari duduknya dengan membawa sebuah buku lalu memakai kacamatanya.

"Mari ssam." Ucap Haechan lalu berjalan lebih dulu diikuti oleh jisu.

Ceklek.

"Pagi semuanya." Ucap Haechan tersenyum.

Never Good Bye (jaemrenle)END✔ Sudah Terbit!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang