Disini sekarang jaemin, renjun dan chenle berada di bandara, menunggu pesawat pribadi jaemin yang sedang disiapkan. Bahkan Jay masih ada disana.
"Tuan Na?"
"Ada apa?" Datar jaemin.
"Apa ada masalah sampai asisten Huang harus ikut?" Ucap Jay merasa sangat bingung saat ini.
"Ne, jika ada hal mendesak kau bisa menghubungi saya atau asisten Huang. Mengerti?"
"Baik." Ucap Jay mengerti lalu ketiganya pergi memasuki pesawat yang telah siap dengan Jay yang membungkuk.
Belasan jam berlalu, dan saat ini ketiganya sampai di LA dengan selamat, dan hari sudah menunjukkan pukul 00:00 waktu LA dan ketiganya memutuskan untuk ke mansion keluarga na yang ada di LA lebih dulu.
Selang beberapa menit, ketiganya sampai dan langsung disambut oleh sang ibu, Na Taeyong bahkan jaemin langsung memeluk ibunya itu.
"Mommy baik-baik saja kan? Gimana keadaan Daddy?" Ucap jaemin.
"Daddy masih belum sadar jaem, momny harap Daddy segera sadar." Ucap taeyong.
"Halmonie sabar ya. Chenle yakin halbojie pasti akan segera sembuh." Ucap chenle memeluk neneknya setelah ayahnya melepaskan pelukannya.
"Hmm." Angguk taeyong lalu diapun sedikit kaget karena jaemin membawa renjun, dia memang sudah mengenal renjun sejak 15 tahun yang lalu dan berharap renjun akan menikah dengan anaknya tapi semuanya hanya akan jadi harapan bagi taeyong.
"Renjun? Bagaimana kabarmu nak?" Ucap taeyong.
"Baik nyonya " Ucap renjun tersenyum.
"Ayolah renjun, jangan memanggilku begitu. Kau panggil saja aku mommy." Ucap taeyong tersenyum membuat jaemin kaget bahkan renjun juga sama.
"Aaa, sepertinya terlalu aneh ya? Bagaimana jika imo saja."
"Tapi?"
"Aku tak terima penolakan. Dan chenle jangan panggil renjun dengan sebutan asisten Huang. Itu sangat kaku sekali, panggil saja dia bunbun." Ucap taeyong dan chenle mengangguk dengan semangat.
"Tapi nyonya?"
"Aku tak terima penolakan renjun. Dan juga kau tak perlu memanggil jaemin dengan sebutan tuan. Cukup panggil hyung saja, karena ini bukan perusahaan." Ucap taeyong.
"Tap—"
"Lakukan saja renjun. Saya tak keberatan." Ucap jaemin datar.
"N—ne tuan." Ucap renjun mengangguk mau tak mau.
"Yasudah, kalian langsung istirahat saja. Besok kita baru melihat Daddy jaem." Ucap taeyong dan jaemn hanya menganggukkan kepalanya lalu masuk kedalam kamarnya karena dia sudah tau kamarnya ada dimana.
"Halmonie, aku tidur dengan bunbun ya? Dikamarku."
"Hmm." Angguk taeyong tersenyum lalu chenlepun menarik tangan renjun. Taeyong tersenyum melihat hal itu.
"Aku berharap kau akan menjadi menantuku renjun. Aku tau kau sangat baik nak." Monolognya lalu masuk kedalam kamarnya.
Di kamar chenle.
Renjun naik keatas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya disebelah chenle, membuat chenle langsung masuk kedalam pelukan renjun dan menyembunyikan wajahnha pada dada renjun.
"Selamat malam bunbun." Ucap chenle yang masih bisa didengar oleh renjun.
"Selamat malam tu—chenle." Ucap renjun lalu diapun mengelus kepala chenle yang ada di pelukannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Good Bye (jaemrenle)END✔ Sudah Terbit!
Fiksi PenggemarSudah terbit di Hifumi Publisher!!! Chapter masih lengkap! Start: 30 Juni 2023 End: 10 Juli 2024 "Kau bukan ibuku, bagiku ibuku hanya Huang Renjun." 330Na Chenle. "Apa aku pantas untukmu?" Huang Renjun. "Aku mencintaimu, walaupun terlambat tolong te...
