17

5.4K 491 21
                                        

Setelah daging selesai di panggang dan chenle membantu meletakkan di dekat sang Kakek-neneknya sedangkan jaemin mendekat pada renjun dan membangunkan renjun.

"Renjun, bangun dulu, makan lalu kembali ke kamar." Ucap jaemin lembut, renjun membuka matanya secara perlahan dan saling bertatapan dengan mata serupa rusa itu. Keduanya sama-sama terpesona dengan tatapan masing-masing.

"Daddy! Bunbun! Cepat!" Teriak chenle membuat keduanya langsung tersadar dan merekapun segera mendekat.

"Apa bunbun masih merasa tak enak badan?"

"Sudah lebih baik kok chenle."

"Syukurlah. Ini bunbun harus makan yang banyak biar tak sampai sakit " Ucap chenle memberikan daging ke dalam piring renjun sedangkan renjun hanya tersenyum sembari mengelus kepala chenle.

Beberapa menit kemudian, semuanya sudah masuk kedalam kamar masing-masing untuk beristirahat bahkan chenle saja memeluk renjun sambil tidur agar renjun tak bisa kemana-mana dan tetap istirahat sampai besok pagi. Karena ntah kenapa dia sepertinya sangat yakin kalau renjun akan pergi saat dia bangun nantinya.

Renjun hanya bisa mengelus kepala chenle hingga anak itu tidur dengan nyenyak dan renjunpun melepaskan pelukannya secara perlahan lalu melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 02:00 waktu LA. Lalu diapun keluar dari kamarnya dan chenle secara perlahan lalu berjalan kearah kamar jaemin.

Tok...tok...tok...

Ceklek

Jaemin kaget melihat renjun yang berada di depan pintu kamarnya saat hari masih jam 02:00 dia jadi cemas kalau saja renjun merasakan sakit.

"Kenapa renjun? Apa kau merasakan sakit? Perlu ke rumah sakit?"

"Tidak Hyung, ada yang mau aku katakan padamu Hyung."

"Besok saja bagaimana? Kenapa harus sekarang sekali renjun, kau harus istirahat."

"Aku baik-baik saja hyung."

"Tidak Renjun, saya tak mau kau sakit, sekarang kembali ke kamarmu." Ucap jaemin.

"Aku ingin menjawab pernyataan Hyung tiga hari yang lalu."

"Yaampun renjun, kau bisa melakukannya besok, sekarang kau harus istirahat." Ucap jaemin tak habis pikir dengan renjun saat ini. Dia bahkan tak memikirkan kesehatannya sama sekali.

"Aku mau mencobanya dengan Hyung. Aku mau mempercayai hyung dan bahagia bersama dengan Hyung. Aku mau mencobanya, aku mau menikah dengan Hyung dan menjadi ibu chenle. Aku sangat menyayangi chenle." Ucap renjun membuat jaemin terdiam seketika karena jawaban renjun itu.

"Hyung?" Ucap renjun kembali. Tapi jaemin hanya diam saja.

"Apa sudah tak berlaku lagi Hyung?" Tapi sama, jaemin tetap tak menjawabnya.

"Baiklah Hyung, aku kembali ke kamarku." Ucap renjun lalu berbalik tapi belum sempat di melangkah tangannya di tarik hingga renjun masuk kedalam pelukan Jaemin.

"Makasih Renjun. Aku sangat senang karena kau mengatakannya. Makasih. Aku pasti akan membahagiakanmu. Aku akan sangat mencintaimu. Mari kita buka lembaran baru dan masa depan yang bahagia, hanya ada aku, kau dan chenle juga calon anak kita nantinya."

"Hmm. Makasih Hyung karena mau menerimaku."

"Aku yang seharusnya berterimakasih renjun. Aku sangat beruntung mendapatkanmu. Makasih." Ucap jaemin sembari mengeratkan pelukannya pada renjun dan mengecupi kepala renjun. Sedangkan renjun hanya menikmati pelukan hangat itu, juga rasa dicintai saat ini, dan dia sudah memutuskan bergantung pada jaemin, dan dia.pasti akan menjaga apa yang dia miliki saat ini.




















Keesokan paginya, chenle meraba sebelah tempat tidurnya dan tak menemukan apa yang saat ini tengah dia cari, lalu diapun membuka matanya dan langsung panik seketika bahkan dia langsung berlari kearah toilet tapi renjun tidak ada lalu diapun lari keluar kamar bahkan kelantai satu.

"Kau, apa melihat bunbun?" Ucap chenle panik pada salah satu maid.

"Tidak tuan muda. Saya tak melihat siapapun turun kecuali tuan muda." Chenle semakin panik hingga dia akhirnya naik kembali kelantai dua dan menggedor kamar sang ayah. Tapi tak ada jawaban sama sekali, membuatnya membuka pintu itu dan sedikit kaget karena jaemin tak mengunci pintu kamarnya.

Ceklek.

Chenle langsung masuk walaupun masih dalam keadaan terkejut mengenai pintu kamar sang ayah, lalu diapun mendengar suara air yang menyalah tanda sang ayah tengah mandi, tapi dia dibuat kaget bukan main saat melihat ada gundukan lain di atas tempat tidur dan diapun mendekat lalu menutup mulutnya karena melihat renjun ada disana bahkan masih tertidur dengan sangat nyenyak.

"Ada apa ini?! Apa Daddy selama ini punya hubungan dengan bunbun? Apa itu tandanya sebentar lagi aku akan memanggil dengan sebutan mama? Aku sangat tidak sabar." Batin chenle.  Lalu diapun mendengar suara air yang mati dan buru-buru keluar dari kamar sang ayah lalu masuk kekamarnya dan pura-pura tertidur biar saja keduanya mengira chenle tak tau apapun. Dan mengenai maid tadi mungkin keduanya tak akan bertemu karena banyak pekerja di mansion Kakek-neneknya itu.

Jaemin keluar dengan hanya handuk yang melingkari pinggangnya lalu diapun tersenyum melihat betapa nyenyak nya asistennya itu atau bisa di bilang calon istrinya saat ini setelah tadi malam mereka banyak bercerita. Jaemin lantas berjalan ke arah walking in closet untuk memakai pakaiannya baru membangunkan sang calon istri.

Setelah beberapa menit, jaemin keluar dengan keadaan yang lebih segar. Lalu mendekat pada renjun, dan mengelus kepala nya.

"Injunie, ayo bangun sayang. Sudah pagi, akan repot jika nanti chenle kaget kau tak ada disebelahnya." Renjun yang merasa terganggu lantas membuka matanya secara perlahan dan rona di kedua pipi chubby itupun muncul membuat jaemin gemas pada calonnya itu.

"Sudah pagi Hyung?"

"Hmm, sangat pagi. Ayo bangun, takutnya nanti chenle mencarimu karena tak ada disebelahnya."

"Hmm." ucap renjun lalu duduk dengan rambut mencuat yang sangat menggemaskan itu, bahkan jaemin bertanya dalam hatinya, benarkah renjun telah memasuki usia 32 tahun saat ini? Tapi kenapa tingkahnya benar-benar sangat menggemaskan?

"Aku kembali dulu Hyung." Ucap renjun lantas diapun langsung beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja membuat jaemin menggelengkan kepalanya.

Renjun berjalan terburu-buru kearah kamarnya dan chenle lalu diapun membuka pintu dengan sangat pelan dan merasa lega karena chenle belum bangun sama sekali, lalu diapun masuk. Tapi saat akan menutup pintu kamar itu,

"Bunbun dari mana?" Renjun seketika menegang sedangkan chenle merasa akan tertawa lebar karena menjahili calon ibunya itu.  Renjun lantas berbalik dan tersenyum.

"Dari dapur, haus." Ucap renjun gugup.

"Aaa, aku masih mengantuk bunbun, nanti bangunkan setelah bunbun selesai saja. Oke?" Ucap chenle lalu diapun berbalik dan tersenyum dalam menutup matanya sedangkan renjun merasa sangat lega tanpa tau kalau dia sedang dijahili saat ini.































👨‍👨‍👦👨‍👨‍👦👨‍👨‍👦

Never Good Bye (jaemrenle)END✔ Sudah Terbit!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang