Renjun merasa sangat bosan karena dia tak melakukan apapun di mansion ini, dia benar-benar tak biasa dengan kehidupan barunya ini, tapi tiba-tiba dia teringat kalau dia pernah belajar merajut dari sang ibu dulunya, membuat dia lantas naik kelantai atas dimana kamarnya dan sang suami berada lalu diapun membuka koper miliknya dan menemukan alat rajut nya disana. Lantas renjunpun membawa alat rajutnya turun dan membuatnya di ruang tengah. Dia berharap akan cukup karena dia ingin membuat sweater untuk chenle dan jaemin.
"Maaf nyonya?" Renjun lantas melihat kearah bibi kwon sembari tersenyum.
"Ada kiriman untuk nyonya tapi tak ada pengirimnya, apa nyonya ingin menerimanya?"
"Mana bi?" Bibi kwon lantas mengkode salah satu bodyguard dan diapun mendekat lalu memberikan pada renjun.
"Kalian bisa kembali bekerja, saya akan membukanya sendiri." Ucap renjun dan keduanya membungkuk lalu kembali bekerja, renjun lantas melihat kotak yang cukup besar itu lalu diapun membukanya dengan hati-hati. Tapi saat kotak itu berhasil dibuka, dia benar-benar sangat kaget akan isinya.
"Akh!" Pekiknya konstan dan langsung menjatuhkan kotak itu, dimana ada kelinci mati dengan darah segar. Membuat bodyguard yang berkeliling lantas mendekat dan melihat isi paket itu, renjun benar-benar sangat kaget bahkan bibi kwon sampai memeluknya.
"Apa itu bi?" Ucap renjun takut.
"Nyonya tenang ya, bereskan." Ucap bibi kwon datar dan bodyguard itupun membereskannya segera.
"Nyonya duduk dulu ya, saya akan ambilkan air sebentar." Ucap bibi kwon dan renjun hanya mengangguk dengan wajah piasnya. Sungguh dia tak menyangka kalau semua ini akan terjadi, sementara dia sangat yakin kalau dia tak punya musuh sama sekali.
Di dapur.
Bibi kwon membuatkan tea hangat untuk renjun, sembari menghubungi jaemin lewat ponselnya.
"Hallo tuan na."
"...."
"Maaf tuan Na, baru saja ada paket tanpa nama untuk nyonya dan ternyata paket itu berisi kelinci yang baru mati dengan darah segar tuan. Nyonya sekarang sangat syok sekali tuan."
"...."
"Baik tuan, saya akan bersama nyonya sampai tuan pulang."
Panggilan berakhir, dan bibi kwon langsung membawa tea itu pada renjun.
"Minum dulu nyonya." renjun hanya menerima tea itu tanpa ekspresi saking takut dan terkejutnya dia.
"Nyonya tenang ya, nyonya akan aman disini. Tak akan ada hal buruk yang terjadi." Ucap bibi kwon.
"Saya tidak pernah punya musuh bi hikss... Kenapa bisa ada paket mengerikan itu?" Ucap renjun yang tak bisa menahan airmatanya kembali.
At. NJM corp.
Jaemin buru-buru keluar dari ruangannya setelah mendapat telpon dari bibi kwon, dia lantas melihat kedua asistennya itu.
"Jay, saya ingin kau mencari seseorang yang berani mengirimkan paket atas nama istri saya, dan berisi ancaman. Kau paham?"
"Baik Presdir Na."
"Jake, awasi siapapun yang mencurigakan. Kalian berdua mengerti?"
"Ne." Lalu jaeminpun segera pergi bahkan dia tak perduli dengan sapaan para karyawan yang dia pikirkan saat ini hanyalah istrinya yang sedang ketakutan di mansion miliknya. Dia bahkan bersumpah akan membuat orang itu menderita jika dia berhasil menemukannya. Lihat saja.
Setengah jam kemudian, jaeminpun sampai di mansion dan dia langsung keluar dari mobil sembari melemparkan kunci mobil pada salah satu bodyguard untuk memarkirkan mobilnya lalu diapun langsung masuk dengan berlari. Saat berada didalam mansion diapun melihat renjun yang diam dengan pandangan kosong bersama bibi kwon yang menemaninya. Jaemin lantas mendekat dan berjongkok dihadapan renjun, sedangkan bibi kwon langsung meninggalkan atasannya itu.
"Sayang?" Ucap jaemin sembari menggenggam kedua tangan renjun, sang empu lantas menatap jaemin dengan berlinangan airmata.
"Hyung hiksss... Aku takut hiksss...." Tangis renjun pecah seketika dan jaemin langsung memeluk istrinya dengan erat.
"Kau aman sayang, kau tenang ya. Aku ada disini, kau akan tetap aman sayang." Ucap jaemin sembari mengecupi kepala istrinya itu.
"Hyung hiksss... Kenapa hiksss... Siapa yang melakukannya hiksss..."
"Sssttt, gwanchana. Sekarang semuanya aman, aku ada disini sayang. Semuanya akan baik-baik saja. Tenang ya sayang." Ucap jaemin sembari mengelus punggung sempit istrinya itu. Dan renjun yang menangis mengeluarkan semuanya.
At. School.
Jam istirahat berbunyi dan chenlepun pergi ke kantin sendiri karena temannya sibuk dengan crush nya yang baru, chenle lantas mengambil makanannya dan diapun langsung duduk di bangku yang kosong.
"Memang aneh kalau jisung tidak datang, apa dia masih sakit kali ya? Tapi aneh juga kenapa dia bisa teledor coba." Gumam chenle lalu memakan makan siangnya dengan malas-malasan.
Tak lama chenlepun melihat kursi didepannya yang ditarik dan saat dia melihat diapun langsung membungkuk karena itu adalah Haechan, guru sekaligus sahabat ibunya saat ini.
"Sendirian chenle? Kenapa?"
"Malas aja ssam. Lagian chaeryoung asik dengan crush nya."
"Kamu ini." Ucap Haechan terkekeh.
"Ssam?"
"Kenapa?"
"Apa selama aku tak datang kesekolah jisung selalu makan sendirian?" Penasaran chenle, karena bagaimanapun dia tak akan percaya dengan perkataan chaeryoung yang suka tidak jelas itu.
"Hmm, tapi tidak lama juga, karena ssam makan bersama dengannya. Karena kau sendirian juga, makanya ssam makan disini." Ucap Haechan.
"Aaa." Angguk chenle mengerti.
"Bagaimana rasanya punya ibu baru chenle?"
"Menyenangkan. Lagian dari awal aku sudah menganggap Mama sebagai Mama kandungku." Ucap chenle ceria.
"Aku senang kalau kau senang. Aku juga senang sahabatku bahagia." Ucap Haechan.
"Ssam sudah lama sahabatan dengan Mama?"
"Hmm, sejak zaman kuliah. Makanya kami seperti saudara."
"Wah, chenle jadi ingin punya sahabat seperti itu juga."
"Kau pasti akan mendapatkannya." Uvap Haechan tersenyum..
"Semoga saja." Ucap Haechan tersenyum dan mereka berdua makan dengan tenang juga cerita hal-hal yang ringan saat ini.
👨👨👦👨👨👦👨👨👦
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Good Bye (jaemrenle)END✔ Sudah Terbit!
FanfictionSudah terbit di Hifumi Publisher!!! Chapter masih lengkap! Start: 30 Juni 2023 End: 10 Juli 2024 "Kau bukan ibuku, bagiku ibuku hanya Huang Renjun." 330Na Chenle. "Apa aku pantas untukmu?" Huang Renjun. "Aku mencintaimu, walaupun terlambat tolong te...
