Haechan menghampiri kelas jisung, dan diapun dapat melihat anak itu tengah menidurkan kepalanya diatas meja bahkan tak perduli pada sekitarnya. Haechan lantas mendekat dan diapun menyeret kursi di depan tempat duduk jisung tapi tak ada tanggapan dari jisung, mungkin anak itu hanya mengira kalau itu adalah teman-temannya.
"Jie?" Sang empu lantas mengangkat kepalanya dan membulatkan matanya yang sipit itu karena kaget melihat siapa yang ada dihadapannya ini.
"Kenapa tidak ke kantin? Bagaimana jika nanti jie kelaparan dan sakit lagi?"
"Aku hanya tak berselera saja ssam."
"Tak berselera atau karena takut pada jawaban yang akan ssam berikan?" Jisung hanya diam saja karena sebenarnya itu adalah alasannya tak ke kantin, mungkin saat di rumah dia bisa mengatakan pada ayahnya kalau dia mampu menerima penolakan dari Haechan tapi sejatinya dia tak akan mampu makanya dia memilih tetap berada di kelas dan berharap bell pulang cepat berbunyi.
Haechan tersenyum lantas diapun mengelus kepala jisung.
"Bagaimana kalau ssam mengatakan mau menjadi ibu mu, apa mungkin ayahmu akan setuju?"
"Daddy pasti akan setuju ssam. Daddy mengatakan dia yakin dengan pilihanku." Ucao jisung bersemangat dan Haechan di buat gemas olehnya. Lalu diapun meletakkan satu buah roti di meja itu.
"Kalau jie memakan roti ini maka ssam akan menjadi ibu jie." Ucap Haechan dan jisung langsung membuka roti itu lalu memakannya dengan lahap membuat Haechan tersenyum lantas diapun mengelus kepala jisung.
Beberapa menit kemudian, roti itu habis dan jie pun melihat Haechan.
"Apa ssam serius?"
"Hmm, ssam akan datang ke rumah jie malam ini untuk bertemu dengan Daddymu."
"Ssam tidak berbohong bukan?" Haechan lantas memberikan tanda pengenalnya sebagai guru pada jisung.
"Kau pegang ini sampai nanti malam. Aku pasti akan datang, kalau begitu aku keluar dulu, sebentar lagi bell masuk akan berbunyi. Semangat belajarnya." Ucap Haechan dan jisung hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Apa maksudmu dengan semua ini? Kenapa perceraian? Aku sedang mengandung anak kita Lai Guan Lin!" Kesal renjun menangis.
"Kau memang mengandung anakku, tapi aku tak akan pernah lupa kalau kau sudah pernah di perkosa oleh seseorang bahkan melahirkan anak yang memang sudah tiada. Jadi kau hanya barang bekas. Sekarang kau pergi, aku sudah punya orang lain. Dan tinggalkan semua harta keluargamu, karena kau sudah menandatangi surat itu dulu.' Ucap pria yang bernama Lai Guan Lin itu.
"Apa maksudmu! Dasar brengsek!" Marah renjun.
"Jaga kata-kata mu Huang Renjun, kau terlalu bodoh, kau tahu, aku sudah merebut semua kekayaan orangtuamu dan Lai grup akan semakin kaya, juga kau ingin tahu rahasia?" Guan Lin lantas mendekat pada renjun yang masih menangis.
"Aku adalah yang membunuh kedua orangtuamu." Bisiknya. Renjun mendengarnya lantas jatuh terduduk, dia tak menyangka kalau dia bisa memiliki takdir seburuk ini.
"Jadi? Pergilah sekarang jalang. Kau hanya jalang Huang Renjun! Jalang!"
Jaemin menghentikan mobilnya karena istrinya yang tertidur berkeringat dingin dan sangat ketakutan dalam tidurnya.
"Sayang? Hei, injunie? Bangun sayang.' Ucap jaemin dan renjunpun membuka matanya lalu melihat dia berada di dalam mobil bersama suaminya bahkan dia menangis begitu saja. Membuat jaemin membawa renjun ke pelukannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Good Bye (jaemrenle)END✔ Sudah Terbit!
Fiksi PenggemarSudah terbit di Hifumi Publisher!!! Chapter masih lengkap! Start: 30 Juni 2023 End: 10 Juli 2024 "Kau bukan ibuku, bagiku ibuku hanya Huang Renjun." 330Na Chenle. "Apa aku pantas untukmu?" Huang Renjun. "Aku mencintaimu, walaupun terlambat tolong te...
