66

2.1K 219 3
                                        

Haechan tengah berada di dalam apartemennya ntah kenapa dia sangat tak tenang menunggu kedatangan kekasihnya apalagi dia akan bertemu dengan orangtua jeno dengan status yang berbeda bahkan sangat berbeda dari terakhir kalinya, membuatnya sangat takut kalau nanti dia di tolak oleh keluarga jeno.

Ding! Dong!

Ceklek.

Haechan membuka pintu dan melihat jeno yang tersenyum padanya lalu mengulurkan tangannya pada haechan.

"Sudah siapa sayang?"

"Aku sudah siap Hyung, hanya saja aku sangat gugup sekali, bagaimana jika orangtuamu tak menerima aku sebagai kekasihmu?" Ucap Haechan cemas. Jeno lantas semakin tersenyum lalu diapun memegang pipi chubby Haechan dengan kedua tangannya tak lupa mengelus kulit lembut itu.

"Sayang, percaya padaku mengerti? Ayah dan bunda tak seburuk itu sayang, dia tak menilai seseorang dari seberapa kaya orang itu, apa kau mengerti?"

"Hmm, aku hanya ta—

Cup.

Haechan membulatkan matanya kaget karena jeno mengecup bibirnya.

"Sudah jangan cemas, ayo kita pergi mereka semua sudah menunggu kita termasuk jisung." Ucap jeno dan Haechan hanya bisa menganggukkan kepalanya lalu pergi bersama dengan jeno.








At. Mansion utama keluarga na.

Jaemren, chenle dan jaeyong tengah makan malam bersama dengan tenang.

"Daddy, aku mendapatkan undangan dari pada pengusaha yang lainnya."

"Aaa undangan setiap lima tahun sekali itu?" Dan jaemin hanya menganggukkan kepalanya saja, sedangkan ketiga submissive berbeda umur itu hanya mendengarkan saja. Terutama Renjun yang tahu soal itu. Dan selama dia bekerja dengan jaemin dulu, suaminya itu tak pernah datang keacara itu. Bahkan tak berminat sama sekali.

"Apa kau akan datang?' Ucap jaehyun menatap anak sematawayang nya itu.

"Ya, aku akan datang. Aku akan memperlihatkan pada dunia betapa cantiknya anak dan istriku. Aku akan membanggakan keduanya." Ucap jaemin.

"Itu memang harus kau lakukan jaemin, sama seperti apa yang ayahmu lakukan dulu pada mommy.' Ucap taeyong sedangkan renjun hanya menatap suaminya bingung dan berpikir apa yang membuat suaminya ingin pergi ke acara itu setelah sekian lama. Jaemin menyadari renjun yang menatapnya lantas diapun balas menatap Renjun.

"Ada apa sayang?" Ucap jaemin dan renjun hanya menggelengkan kepalanya saja.

"Lanjutkan makannya lagi sayang." Ucap jaemin dan renjun hanya menganggukkan kepalanya.

"Apa lele harus ikut juga dad?"

"Lele harus ikut nak, karena diumur segini lele harus mencari banyak teman dari kolega ayahmu." Ucap taeyong.

"Aku tidak tertarik." Ucap chenle.

"Lele tertarik pada apa? Lagian papa dan mama tak akan memaksa lele kok."

"Ntahlah untuk saat ini lele tidak tahu." Ucap chenle.

"Kau pikirkan saja dulu nak, lagian halbojie yakin kau akan menjadi orang yang membanggakan bagi orangtuamu." Ucap jaehyun dan chenle hanya menganggukkan kepalanya.







At. Mansion utama Lee.

Haechan dan jeno sampai di mansion utama Lee. Dimana itu adalah mansion orangtuanya dan itu membuat Haechan semakin gugup bahkan menggenggam erat tangan jeno. Jeno hanya tersenyum lalu melangkah masuk kedalam mansion mewah itu.

Di dalam.

Jisung melihat nohyuck yang datang dan diapun langsung berlari pada haechan lalu memeluknya.

"Mommy kenapa lama sekali?" Ucap jisung melonggarkan pelukannya pada haechan yang bahkan tubuhnya lebih kecil dari anak jeno itu.

"Mianhe. Tadi jalannya sedikit macet jie." Ucap haechan.

"Jie, jangan seperti itu. Biarkan ayah dan kekasih ayahmu duduk dulu." Ucap Doyoung dan itu membuat jisung melepaskan pelukannya pada haechan dan Haechan yang membungkuk pada Doyoung.

"Ayo kita langsung ke meja makan. Ayah mu sudah menunggu disana jeno, ayo jie." Ucap Doyoung berjalan lebih dulu dan Haechan yang semakin gugup apalagi Doyoung terlihat sangat ketus.

Di meja makan.

Jeno membukakan kursi untuk Haechan dan Haechan langsung duduk lalu jeno duduk disebelahnya sedangkan jisung duduk dihadapan jeno dan Doyoung yang duduk dihadapan Haechan.

"Selamat datang nak." Ucap taeil.

"Terimakasih samchun." Ucap Haechan tersenyum canggung.

"Anggap saja rumah sendiri nak, makanlah yang banyak." Ucap taeil dan Haechan hanya menganggukkan kepalanya saja. Doyoung hanya memperhatikan sejak tadi tanpa berbicara apapun sampai mereka semua makan.

"Apa kalian akan segera menikah?" Datar Doyoung membuat Haechan terbatuk dan jenopun langsung memberikan segelas air oada Haechan.

"Bun."

"Kenapa? Bunda tak mau berbasa basi jika kalian memang ingin menikah. Maka lakukan dengan cepat" Ucap Doyoung.

"Imo? Apa imo merestui kami?" Ucap Haechan setelah selesai minum sembari menatap ibu dari jeno itu.

"Kalau aku tidak merestui kalian, kau tak akan ada disini malam ini. Jadi, kapan kalian akan menikah?" Ucap Doyoung.

"Secepatnya bunda. Aku pasti akan segera menikahi Haechan. Aku juga tak ingin lama-lama, mungkin kami akan segera memulai persiapannya dan akan menikah saat libur sekolah jie. Bagaimana menurut bunda. Ayah?"

"Jie setuju." Ucap jisung semangat.

"Hyung?" Ucao Haechan melihat kearah jeno.

"Aku tak ingin ada kesalahpahaman lagi diantara kita. Dan aku ingin kita menikah Haechan. Aku yakin kau juga sama bukan?" Ucap jeno.

"Hmm." Angguk haechan.

"Baiklah, mulai besok bunda juga akan membantu kalian membuat acara pernikahan. Ayah juga akan melakukan hal yang sama. Tunggu sebentar." Ucap Doyoung lalu diapun pergi dari meja makan.

"Ada apa ayah?" Bingung jeno.

"Kau akan tahu nanti." Ucap taeil. Tak lama Doyoung pun kembali dan diapun mendekat pada haechan membuat Haechan langsung berdiri dari duduknya karena kalau dia tetap duduk maka akan terkesan tidak sopan. Doyoung tersenyum lalu diapun memakaikan kalung milik keluarga lee yang memang diturunkan secara turun-temurun dari mendiang ibu taeil.

"Selamat datang di keluarga Lee, Haechan." Ucap Doyoung dan haechanpun memegang kalung yang ada di lehernya itu.

"Makasih imo."

"Tidak imo, tapi bunda. Coba katakan."

"Makasih bunda." Ucap Haechan meneteskan air mata bahagianya. Doyoung lantas memeluk calon menantunya itu.

"Jangan menangis, kau terlihat jelek saat menangis. Terimakasih karena membuat jeno merasakan cinta kembali." Ucap Doyoung dan Haechan hanya menganggukkan kepalanya. Bahkan mereka tak menyadari kedatangan seseorang.

"Ternyata sedang berkumpul ya." Membuat semuanya melihat kearah yang datang bahkan Haechan benar-benar sangat kaget melihat kedatanfan orang itu.



































👨‍❤‍💋‍👨👨‍❤‍💋‍👨👨‍❤‍💋‍👨

Never Good Bye (jaemrenle)END✔ Sudah Terbit!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang