Cerita ini hanya fiksi semata,
Dilarang menyebar luaskan cerita
Dimedia sosial manapun
Dan juga dilarang membawa
Cerita ke real life.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kak, kita selesai ya..."
"GAK, AKU GAK MAU ADEL, GAK MAUUU" potong chika yang kini sudah berhambur memeluk adel dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
"Reva, reva pikirin baik baik dulu de" ucap mamah adel yang tak tega dengan chika
"Aku harus gimana pikirin nya mah ? Bagian mana yang harus aku pikirin lagi ?" tanya adel yang kini juga sudah berderai air mata.
"Aku udah kasih dia kesempatan buat jelasin, aku pengen dia jujur semuanya ke aku mah. Tapi nyatanya dia tetep bohong, udah gak ada rasa percaya dia ke aku mah, udah gak ada rasa keinginan dia buat sama aku lagi" ucap adel
"Kasih aku kesempatan lagi del aku mohon sama kamu" mohon chika dengan tangisan yang meraung raung.
"Aku janji gak akan lakuin hal bodoh itu lagi adel, aku mohon kasih aku kesempatan satu kali lagi buat perbaikin semuanya, perbaikin hubungan kita" ucap chika mohon.
"Del, aku mohon sama kamu" ucap chika yang kini tengah memohon kepadanya sambil berlutut bersimpuh.
"Aku bakalan tunda perpisahan kita sampe kamu lahiran kak. Selama waktu itu masih ada, kamu masih punya waktu buktiin dan usahain semuanya" ucap adel
"Rev, udah lah lepasin aja. Lu masih bisa dapet yang lebih baik lagi begitupun chika, dia juga bisa dapetin orang yang emang dia mau rev." ucap aldo yang kesal dengan keputusan adel yang menurutnya tak masuk akal dan hanya akan menyakiti keduanya.
"Udah aldo, hargain keputusan adik kamu" ucap papah adel tegas. Ia juga sebenarnya sama kecewanya, bukan hanya kepada chika namun kepada anak nya juga. Ia kecewa bagaimana adel tak pernah terbuka dan bercerita kepadanya tentang masalah yang ia alami. Ia kecewa bagaimana anak nya pun sempat melakukan kesalahan juga bahkan pernah menyakiti chika.
"Biarin mereka ngurus masalah mereka sendiri, biarin mereka memutuskan pilihan mereka" ucap papah adel tegas.
"Pah, mah, chika gak mau pisah. Maafin chikaa hiks hiks" ucap chika yang kini bersimpuh meminta pertolongan kepada orang tua adel berharap mereka bisa membatu adel merubah keputusannya.
"Kita gak bisa apa apa nak, semua keputusan ada di kalian berdua. Kalian yang jalanin rumah tangganya, mamah dan papah gak bisa ikut campur di dalam nya" ucap mamah adel mengusap punggung chika. Ia merasa kasihan kepada chika, namun ia pun tidak bisa membantu apapun bukan.
"Kak, ikut aku dulu ke taman belakang yah" ucap adel meraih chika dan membawa nya ke taman belakang rumah chika. Ia merasa kini mereka harus punya waktu berdua.
"Duduk disini kak" ucap adel mendudukan dirinya dan juga chika di sebuh kursi panjang berwarna putih. Kursi yang menjadi saksi betapa seringnya adel selalu berguman bagimana ia mengagumi keindahan dan juga kecantikan chika.
"Del, aku mohon maafin aku ya del" ucap chika kini memohon kembali kepada adel
"Kak, udah ya, udah" ucap adel
"Aku bakalan berhenti kalo kamu batalin rencana pisah kamu adel. Aku gak mau, aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu adel" ucap chika sedikit frustasi.
"Kak, hubungan kita udah kayak gini, bagian mana yang harus di perbaiki ? Gak ada kak. Kalo kita terus bareng bareng kita cuman nyakitin perasaan kita masing masing kak. Aku gak mau" ucap adel lembut.
"Aku usahain perbaikin itu semua adel, tapi please batalin perpisahan kita. Aku gak mau, aku gak bisa del" ucap chika dengan mata yang mungkin sudah sembab
"Aku gak yakin bakal kayak semula kak. Jadi, ayo terus bareng bareng sampe dia lahir ke dunia ini dan cari kebahagiaan kita masing masing nanti nya" ucap adel
"Bahagia aku ada di kamu del, bahagia aku bareng kamu sayang" ucap chika
"Kalo aku emang bahagia nya kamu, kamu gak akan cari kebahagian lain kak. Kalo kamu cari kebahagiaan itu di orang lain berarti aku masih belum cukup bikin kamu bahagia" ucap adel membuat chika semakin menangis.
Ia sangat menyesal sekarang, andai waktu itu dia mendengarkan apa kata eli untuk selalu ingat bahwa ia memiliki adel, dan andai saja ia tak kembali berhubungan dengan masa lalu nya itu.
"Kamu udah cukup bikin aku bahagia del, aku nya aja yang kurang bersyukur sama hal itu. Maafin aku, aku mohon. Kasih kesempatan buat aku lagi" ucap chika memohon
"Kak, jangan kayak gini ah. Aku bukan satu satunya orang yang bisa bikin kamu bahagia. Mungkin suatu saat nanti akan ada orang yang bisa bikin kamu cukup, tapi bukan aku" ucap adel
"Dari awal emang bukan aku pemenang hati kamu kak. Aku cuman manusia nekat yang pengen milikin manusia se indah kamu. Maafin aku ya, kalo semisal kamu gak bahagia sama aku. Setelah ini kamu bebas cari yang kamu mau ya kak" ucap adel yang berusaha tegar. Ia sama susah nya dan ia sama tak rela nya. Namun ini lah yang terbaik untuk keduanya bukan ?
"Selama kita masih bisa bareng bareng. Ayo kita buat kenangan yang baik dan menyenangkan ya kak. Buat itu semua jadi hal yang gak terlupakan baik buat aku atau kamu nanti nya" ucap adel kini mengecup kening chika.
Ucapan adel benar benar membuat chika menyesal. Ia benar benar ingin memperbaiki semuanya. Ia benar benar tak ingin berpisah dengan manusia paling sabar yang pernah ada di hidupnya ini. Andai semuanya hanya sebuah andai andai.
Jeng jeng jeng
Yang udah nyawer makasih banget ini mah. Maaf baru bisa update ya karna jujur dari siang wp saya tuh eror gak bisa ngetik apapun jadi baru bisa kali ini nih.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAK TERDUGA
Fiksi Penggemar2 member yang di ship kan dengan orang lain ternyata memiliki hubungan yang tidak terpikirkan sebelumnya. CERITA INI HANYA FIKSI SEMATA DAN DILARANG MENYEBARKAN CERITA KE MEDIA SOSIAL MANAPUN. TERIMAKASIH 🙏
