134

7.8K 907 81
                                        

Cerita ini hanya fiksi semata,
Dilarang menyebar luaskan cerita
Dimedia sosial manapun
Dan juga dilarang membawa
Cerita ke real life.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

pukul 4 pagi ini chika sudah bangun dengan keadaan mata yang sembab, semalam entah kenapa ia benar benar tak bisa berhenti untuk menangis bahkan saat adel sudah menenangkannya pun ia masih terisak. Air matanya tak bisa berhenti untuk turun sejak keduanya menginjakan kaki mereka di rumah ini, rumah yang adel bangun dengan penuh harapan untuknya dan keluarga kecilnya.

Karna hari ini ia akan melakukan projek pertamanya sebagai yessica tamara, ia sangat semangat hingga memasang alarm subuh subuh sekali padahal kegiatan yang akan ia lakukan di mulai jam 9 pagi nanti.

Senyum chika mengembang kala melihat sebelah kirinya masih ada adel yang tengah terlelap dengan sangat nyenyak nya. bisakah ia melihat pemandangan ini untuk waktu yang lama ? bisakah ia memandangi wajah tenang itu di sisi nya lebih lama ? air matanya kembali turun, penyesalannya kembali menghampiri dirinya. andai saja, semuanya kembali berandai andai

Tak mau membuat adel terbangun dengan suara tangisannya, chika bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Di dalam kamar mandi bukannya berhenti, tangisannya semakin menjadi tak kala ia melihat interior yang adel berikan  di kamar mandi ini sama persis seperti apa yang pernah ia bilang kepada adel.

"Maafin mamah ya nak karna mamah nangis terus, ini bukan salah pipu kamu kok tapi emang mamah nya aja yang cengeng" ucap chika mengusap lembut perutnya.

1 jam chika habiskan di dalam kamar mandi, lebih tepatnya banyak ia habiskan untuk menangis.

"Adel kemana ?" ucap chika panik saat melihat adel nya tak lagi terlihat di ranjang dan ranjang yang mereka tempati sudah rapih.

"Adeel ?" panggil chika keluar dari kamar dengan menggunakan bathrobe putihnya dan menuruni anak tangga dengan sedikit tergesa gesa.

"Aku di taman kak, jangan lari lari turun tangga nya" balas adel sedikit teriak

Chika sedikit lega sekarang melihat adel tengah bersantai di sofa empuk di dekat taman dengan secangkir kopi yang sudah ia minum dan baju yang sudah berganti menjadi kaos putih kebesaran miliknya dan celana pendek hitam kesayangannya.

"Kamu udah mandi ?" tanya chika yang sudah melihat wajah adel yang segar.

"Heem, tadi mandi di kamar mandi sebelah. soalnya kalo nunggu kamu lama banget pasti" jawab adel dengan pandangan yang teduh menatap ke arah taman rumah mereka.

"Kamu ganti baju dulu aja sana. jangan pake bathrobe doang ntar bukannya seger malah keringetan lagi" suruh adel membuat chika tersadar ia masih menggunakan bathrobe nya.

"Kalo keringetannya sama kamu gpp sih" jawab chika

"Kamu ada kegiatan loh, buru ganti baju" suruh adel lagi

"Hati hati naik tangga nya jangan lari lari ntar yang ada cebong nya brojol kalo kamu lari lari terus" ucap adel 

Chika menurut, ia langsung naik ke atas ke kamar mereka untuk berganti pakaian sekalian ia juga akan siap siap berdandan tipis.

"Adeeel" panggil chika lagi karna kini ia sudah tak melihat adel duduk di sofa empuk itu.

"Aku di dapur kak" ucap adel sedikit berteriak supaya chika dapat mendengarkan nya.

"Kamu lagi apa sih sibuk banget kayaknya pagi ini" ucap chika heran

"Aku lagi bikin roti bakar buat sarapan" ucap adel yang masih fokus dengan roti bakar di tangannya.

"Kamu mau kegiatan kan ? harus sarapan" ucap adel dengan senyumannya

"Jangan kayak gini, nanti aku gak bisa lepasin kamu" ucap chika pelan dan sangat lirih 

"Karna hari ini adalah kegiatan pertama kamu setelah graduation, nanti aku anterin ke kantor erigo nya okee" ucap adel

"Nih, ini buat kamu" ucap adel memberikan roti dengan kematangan yang pas untuk chika dan yang agak gosong untuk dirinya.

"Kamu gak boleh makan yang ini, nanti cebong nya kepaitan. Ini aku yang makan aja mubazir kalo di buang" ucap adel yang menyuapkan roti yang agak gosong itu ke mulutnya dan membuat chika terkekeh. 

"Kamu kenapa suka banget nangis sih" ucap adel melihat chika yang lagi lagi mengeluarkan air matanya. Ia usap lembut air mata yang jatuh di pipi chika itu.

"Aku pengen kayak gini terus sama kamu" ucap chika yang semakin terisak

"jangan nangis kak, nanti cebong pundung sama aku karna bikin mamah nya nangis. Jangan nangis terus nanti team make up erigo susah nutupin mata kamu yang kayak panda ini" ucap adel menangkup wajah chika dan menatap wajah itu, wajah yang selalu membuatnya jatuh cinta, wajah yang mampu memporak porandakan hati nya setiap ia melihatnya.

"Cantik, cantik banget" ucap adel yang malah makin membuat air mata chika terjatuh lebih deras lagi.

"Kok makin deres aja sih nangis nya, kamu gak mau di puji cantik kah ?" ucap adel yang kini sudah mengambil tisu untuk mengelap air mata chika

"Yaudah deh kamu jelek, jelek banget" ucap adel membuat chika kini terkekeh.

"Aku boleh peluk kamu kan ?" tanpa menjawab pertanyaa itu adel merentangkan tangannya untuk chika bersiap untuk menerima pelukan yang akan chika berikan kepadanya.

Pelukan ini, pelukan nyaman yang sudah chika rindukan bahkan akan selalu chika rindukan. Pelukan hangat ini, pelukan ternyaman yang pernah chika rasakan dan hanya dimiliki oleh adel.

"Aku pengen ngerasain suasan pagi ini lebih lama" ucap chika pelan

"AKu pengen liat kamu selalu ngerasain pagi yang indah mau ada atau gak ada nya aku di sini" balas adel



MANIS GAK NIH PART INI ?

TAK TERDUGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang