2 member yang di ship kan dengan orang lain ternyata memiliki hubungan yang tidak terpikirkan sebelumnya.
CERITA INI HANYA FIKSI SEMATA DAN DILARANG MENYEBARKAN CERITA KE MEDIA SOSIAL MANAPUN. TERIMAKASIH 🙏
Cerita ini hanya fiksi semata, Dilarang menyebar luaskan cerita Dimedia sosial manapun Dan juga dilarang membawa Cerita ke real life. . . . . . . . . . . . . . .
Sejak kemarin adel memutuskan untuk tinggal dengan chika. Sesuai perkataanya ia ingin membuat sebuah hal baik dengan chika.
Sore ini, adel mengajak chika ke suatu tempat. Sejak di perjalana chika tak pernah melepaskan genggaman tangan mereka. Kali ini chika yang akan berusaha, kali ini ia yang akan berjuang.
"Kenapa ?" tanya adel saat melihat chika yang memandang ke arah nya dengan senyuman pula.
"Kamu cakep, aku selalu suka jawline kamu" ucap chika
"Baru nyadar yah kak. Telat kamu tuh" ucap adel yang seketika membuat senyuman chika memudar.
"Emmm ini udah mau nyampe sih, tapi mata kamu harus di tutup ya nanti" ucap adel mengalihkan topik pembicaraan.
"Kenapa harus di tutup ?" tanya chika
"Ini salah satu surprise aku buat kamu. Jadi kamu harus tutup mata. Jangan ngintip kalo ngintip aku bakalan marah lagi sama kamu" ucap adel
"Iya iya" chika menurut, ia sudah menutup matanya dari sekarang.
"Hehehe lucu" guman adel
"Nah udah nyampe, kamu jangan buka mata kamu" ucap adel kini turun dari mobil nya. Ia kini memutar membuka pintu mobil untuk chika dan menuntun chika menuju tempat yang ia maksud.
"Udah nyampe belum ? Kok jauh banget sih" protes chika
"Bentar, ini udah mau nyampe kok bentar" ucap adel masih menuntun chika begitu hati hati.
"Aku gak yakin kamu bakalan suka ini, tapi ya...." adel tak melanjutkan kalimatnya. Ia kini malah menatap objek di depannya, ia menghela nafas dalam dalam.
"Udah ?" tanya chika
"Udah, buka mata kamu pelan pelan yah" ucap adel
Chika menurut, ia membuka matanya perlahan. Namun saat matanya sudah terbuka sepenuhnya, pandangannya bingung menatap objek di depannya.
"Ini apa del ?" tanya chika bingung dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Ini rumah kita.....seharusnya" jawab adel dengan jeda
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
( photo by pinterest )
"Aku bikin rumah ini udah lumayan lama dari 1 tahun lalu. Sengaja gak ngasih tau kamu biar jadi surprise. Kita beberapa kali pernah lewat sini mungkin kamu gak sadar yah. Aku berkali kali kesini sengaja sekalian pengen liat progresnya juga." jelas adel lagi.
Chika tak membalas ucapan adel, ia kini malah menangis dan memeluk adel erat.
"Maafin aku kalo baru ajak kamu kesini karena jujur rumah nya baru jadi, baru selesai aku desain" ucap adel membuat tangisan chika semakin menjadi
"Maaf ya kalo rumahnya mungkin gak sebesar yang kamu harapkan, gak sebagus yang kamu inginkan. Ini bisa jadi rumah buat kamu sama cebong nanti" ucap adel mengusap punggung chika yang semakin bergetar.
"Ini bagus, bagus banget" ucap chika di tengah isakannya. Ia tak pernah berfikir jika surprise yang adel berikan kali ini mampu menusuk jantung nya yang terdalam. Surprise kali ini membuat nya semakin merasa menyesal.
"Maafin aku maaf" ucap chika. Ia semakin menyesal, adel begitu memikirkan dirinya, adel benar benar memikirkan masa depan mereka.
"Gpp, kita bisa tempatin rumah ini bareng bareng untuk 5 sampai 6 bulan kedepan. Semoga kamu suka" ucap adel yang lagi lagi harus menghela nafasnya berat.
"Kita gak bisa tinggal disini bareng bareng buat selamanya ?" tanya chika dengan mata yang masih penuh dengan air mata. Ia menatap adel dengan penuh harapnya.
"Semoga" jawab adel, ia mengusap lembut pipi chika yang basah karna air mata.
"Mau masuk gak ?" tanya adel lembut sembari menggandeng tangan chika.
Adel dan chika kini mulai masuk ke dalam rumah yang terlihat sangat aestethic di luar namun makin mengagumkan saat mereka di dalam.
"Ruang tamu sama ruang tengahnya aku bikin nyatu kayak permintaan kamu supaya tamu bisa nyaman di rumah ini tanpa sekat" ucap adel
"Ruang keluarganya pun aku bikin deket sama taman dengan banyak nya kursi kursi empuk kayak gini karna kata kamu, kamu pengen ruang keluarga dekat sama taman biar anak anak nanti main di taman, dan kamu nungguin mereka sambil nyantai nyantai di kursi empuk sambil liatin mereka terus sambil ngopi mgopi cantik juga" jelas adel
"Aku juga bikin taman nya luas banget, karna kata kamu kamu pengen leluasa koleksi koleksi bunga bunga kan. Sekarang kamu bebas buat beli bunga apapun dan kamu taro dimana pun nanti"
"Semua kamar ada di lantai 2, sesuai permintaan kamu biar kalian punya privasi dan biar kamu bisa mantau anak anak nya deket juga kan supaya mereka terkontrol" ucap adel
"Ruang makan sama dapur aku bikin senyaman mungkin buat kamu biar kalo habis makan kamu bisa luangin waktu ngobrol ngobrol dulu sama anak anak" ucap adel
"Oh iya, kolam renang sama lapangan basket nya belum jadi kak. Tapi tenang aku udah reques kolam renang nya segede mungkin dan se privat mungkin sesuai keinginan kamu. Lapangan basket kayaknya bentar lagi jadi, nah nanti bisa kamu gunain buat ajarin anak anak main basket kan kamu jago tuh main basket nya" ucap adel dengan senyuman yang masih tercetak di bibirnya.
Tau kah adel jika sejak awal ia menjelaskan semuanya air mata chika tak berhenti untuk mengalir dari matanya.
"Jangan nangis terus kak. Kasian cebong nya. Aku harap kamu sama anak anak bisa betah disini dan aku harap rumah ini bisa jadi rumah yang bisa bikin kamu nyaman untuk pulang" ucap adel
"Segala perabotan dan barang barang yang masih kurang disini aku serahin semuanya sama kamu. Aku serahin biar rumah ini makin sesuai apa mau kamu" ucap adel
"Adel makasih dan maaf" ucap chika memeluk adel kembali
"Iya kak" jawab adel lembut
"Aku harap kita bakalan tempatin ini bareng bareng selamanya del. Aku gak mau nempatin ini tanpa kamu" ucap chika
"Semoga ya" jawab adel
"Jangan nangis ah kita lanjutin aja keliling rumahnya yuk. Masih banyak ruangan dan tempat tempat yang pengen aku tunjukin ke kamu" ucap adel lagi
UPDATE LAGI YA BRO BRO KU ALIAS JANGAN PADA BERANTEM OYY NIH DIKASIH MANIS MANIS DIKIT.