Hello!!! Siapa nih yang gak sabar nungguin aku update?? cuss langsung bacaa!!
||Happy Reading||
Sementara itu tidak ada yang sadar bahwa sebenarnya Herlin sedang membolos, ia tidak pergi ke sekolah. Gadis itu berbohong pada ayah, kakek dan neneknya.
Gadis berseragam lengkap itu duduk di tepi danau yang ada di taman kota, merenungi nasibnya. Sesekali terdengar helaan nafas berat dari gadis itu.
"Pantesan aja ayah kamu gak peduli sama kamu, anaknya aja gini. Udah di sekolahin mahal-mahal malah bolos di jam pelajaran." Sindiran nyinyir itu membuat Herlin reflek menoleh kan kepalanya.
Ia bisa melihat Kinan ada di sana, ia tak menyangka ibunya Arga ini ada di mana-mana. Bahkan wanita itu tak bosan-bosan menyindirnya.
"Cewek kok gini banget, untung banget saya punya anak kayak Lili. Undah cantik, baik, rajin lagi, gak kayak kamu urakan! suka bolos, saya sih gak sudi punya anak kayak kamu." tambah wanita itu membanding-bandingkan Herlin dengan Lili-putrinya, sekaligus kakak perempuan dari Arga, yang berarti Lili adalah ibu balita kecil yang bernama Erik itu.
Penuturan Kinan sangat melukai hati Herlin, gadis itu mengepalkan tangan nya. "Saya juga gak mau punya ibu yang nyinyir!" sahut gadis itu tegas berdiri dan mengambil tas ransel yang ia letakkan di atas rerumputan.
Kinan melotot mendengar sahutan gadis itu, enak saja gadis itu mengatainya nyonyir. Tidak sopan, dan lancang sekali.
"He'eh! mulut kamu ya!? apa kamu gak pernah di ajarin sopan santun sama orang tua kamu?!" Kinan menunjuk Herlin dengan jari telunjuknya, kemudian wanita itu memutar bola matanya malas "Upss! gimana mau ngajarin sopan santun. Mereka aja gak peduli sama kamu, bahkan mau kamu punya masalahpun mereka tetap bodo amat!"
Herlin sangat marah, sungguh. Ia ingin sekali membungkam mulut wanita itu. Ucapan manusia lebih menyeramkan dari petir dan guntur.
"Saya masih tau batasan, gak kayak tante. Apa menghina saya dengan terang-terangan, itu yang tante maksud sopan santun?" Herlin berjalan mendekat ke hadapan wanita yang menatapnya sinis.
"Diem ya kamu! siapa juga yang menghina kamu?" Tanya wanita itu menatap Herlin dari atas sampai bawan kemudian menatapnya dari bawah ke atas.
"Kamu saja yang baperan, dan terlalu terbawa perasaan." ketusnya lalu berlalu pergi meninggalkan Herlin dengan kedua tangan yang terkepal kuat.
Herlin menatap kepergian wanita itu
"Dasar sinting!" batin Herlin, ternyata ada ya menusia seperti ini? Ia berharap tuhan menjauhkan manusia seperti itu dari hidupnya.Gadis itu berjalan pergi dari taman menuju ke pinggir jalan, di mana ia memarkirkan motor. Ia ingin pergi ke pantai dan mencari ke tenangan di sana, ia tidak ingin berada di sini.
Ia ingin pergi jauh dari jangkauan manusia seperti wanita tadi.
***
Karna khawatir sekaligus penasaran Jingga sepulang sekolah bergegas pergi ke rumah Herlin, ia ingin menemui gadis itu dan bertanya mengapa ia tak pergi ke sekolah?
Sesampainya di rumah mewah Herlin, Jingga memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah, laki-laki itu mengetok-ngetok pintu utama.

KAMU SEDANG MEMBACA
HERLINA [END]
Jugendliteratur⚠️cerita ini hanya di publish di lapak @Rhea_margareth, jika kalian menemukan cerita dengan alur seperti ini di lapak orang lain berarti itu plagiat‼️ SEQUEL CERITA : Transmigrasi Bella Tentang bagaimana Varen membalas perbuatan Cllara, hingga memis...